You are on page 1of 17

SERUMEN

Disusun Oleh:
Ayu Devita Ashari

Pembimbing :
dr. Wresty Arief, Sp. THT-KL
Definisi

Serumen adalah suatu campuran dari material sebasea


dan sekresi apokrin dari kelenjar seruminosa yang bersatu
dengan epitel deskuamasi dan rambut.

Serumen ditujukan hanya pada hasil sekresi dari kelenjar


seruminosa pada kanalis akustikus eksternus, dan ini
merupakan salah satu unsur yang membentuk earwax.
Komponen lainnya berupa lapisan besar hasil deskuamasi
keratin skuamosa (sel-sel mati, penumpukan sel pada lapisan
luar kulit), keringat, sebum dan bermacam-macam substansi
asing
Komposisi dan
Produksi Serumen

Sekresinya bercampur
Kelenjar seruminosa
dengan sekret berminyak
terdapat di dinding superior
kelenjar sebasea dari bagian
dan bagian kartilaginosa
atas folikel rambut
kanalis akustikus eksternus
membentuk serumen

bergabung dengan lapisan


keratin yang bermigrasi
Serumen membentuk
untuk membuat lapisan
lapisan pada kulit kanalis
pelindung pada permukaan
akustikus eksternus
yang mempunyai sifat
antibakteri.
Serumen pada ras non-Oriental
Tipe berwarna coklat dan basah, dan
Basah juga dapat menjadi lunak ataupun
keras.

Serumen

Serumen pada ras Oriental, dan hanya


pada ras Oriental, memilki karakteristik
Tipe
kering, berkeping-keping, berwarna
Kering
kuning emas dan berkeratin skuamosa
yang disebut rice-brawn wax
Selain dari bentuknya, beberapa faktor dapat
membedakan serumen tipe lunak dan serumen tipe kering :
• Tipe lunak lebih sering terdapat pada anak-anak, dan tipe
keras lebih sering pada orang dewasa.
• Tipe lunak basah dan lengket, sedangkan tipe keras lebih
kering dan bersisik.
• Korneosit banyak terdapat dalam serumen namun tidak
pada serumen tipe keras.
• Tipe keras lebih sering menyebabkan sumbatan
Fisiologi Serumen

Serumen memiliki banyak manfaat untuk telinga.


Serumen menjaga kanalis akustikus eksternus dengan barier
proteksi yang akan melapisi dan mambasahi kanalis. Sifat
lengketnya yang alami dapat menangkap benda asing,
menjaga secara langsung kontak dengan bermacam-macam
organisme, polutan, dan serangga. Serumen juga mempunyai
pH asam (sekitar 4-5). pH ini tidak dapat ditumbuhi oleh
organisme sehingga dapat membantu menurunkan resiko
infeksi pada kanalis akustikus eksternus.
Fisiologi Serumen

Proses fisiologis meliputi kulit kanalis akustikus eksternus


yang berbeda dari kulit pada tempat lain. Pada tempat lain,
sel epitel yang sudah mati dan keratin dilepaskan dengan
gesekan. Karena hal ini tidak mugkin terjadi dalam kanalis
akustikus eksternus migrasi epitel squamosa merupakan cara
utama untuk kulit mati dan debris dilepaskan dari dalam.
Fungsi Serumen

Membersihkan
Pembersihan kanalis akustikus eksternus terjadi sebagai hasil
dari proses yang disebut “conveyor belt” process, hasil dari
migrasi epitel ditambah dengan gerakan seperti rahang (jaw
movement). Sel-sel terbentuk ditengah membran timpani
yang bermigrasi kearah luar dari umbo ke dinding kanalis
akustikus eksternus dan bergerak keluar dari kanalis
akustikus eksternus. Serumen pada kanalis akustikus
eksternus juga membawa kotoran, debu, dan partikel-pertikel
yang dapat ikut keluar.
Fungsi Serumen

Lubrikasi
Lubrikasi mensegah terjadinya desikasi, gatal, dan
terbakarnya kulit kanalis akustikus eksternus yang disebut
asteatosis. Zat lubrikasi diperoleh dari kandungan lipid yang
tinggi dari produksi sebum oleh kelenjar sebasea. Pada
serumen tipe basah, lipid ini juga mengandung kolesterol dan
asam lemak rantai panjang dalam jumlah yang banyak, dan
alcohol
Fungsi Serumen

Fungsi sebagai Antibakteri dan Antifungal


Serumen bersifat bakterisidal terhadap beberapa strain
bakteri. Serumen ditemukan efektif menurunkan
kemampuan hidup bakteri antara lain haemophilus
influenzae, staphylococcus aureus dan escherichia colli.
Pertumbuhan jamur yang biasa menyebabkan otomikosis
juga dapat dihambat dengan signifikan oleh serumen
manusia. Kemampuan anti mikroba ini dikarenakan adanya
asam lemak tersaturasi lisosim dan khususnya pH yang relatif
rendah pada serumen
Penanganan Serumen

Mengeluarkan serumen dapat dilakukan dengan irigasi atau


dengan alat-alat. Irigasi yang merupakan cara yang halus
untuk membersihkan kanalis akustikus eksternus tetapi
hanya boleh dilakukan bila membran timpani pernah
diperiksa sebelumnya
Fungsi Serumen

Membersihkan serumen dari lubang telinga tergantung pada


konsistensi serumen itu. Bila serumen cair, maka dibersihkan
dengan mempergunakan kapas yang dililitkan pada peilit
kapas. Serumen yang keras dikeluarkan dengan pengait atau
kuret, sedangkan apabila dengan cara in sukar dikeluarkan,
dapat diberikan karbon gliserin 10% dulu selam 3 hari untuk
melunakkannya.
Kelainan Mengenai
Serumen

Serumen Prop
Serumen prop merupakan akumulasi abnormal dari
serumen. Penyebabnya dapat karena kerusakan saat
memproduksi atau kerusakan pada saat pembersihan. Hasil
produksi serumen mungkin berhubungan dengan infeksi,
walaupun kebanyakan etiolologinya tidak jelas. Sumbatan
yang terjadi pada pasien dengan efek serumen menunjukkan
adanya lapisan keratin berlebihan yang menyerupai stratum
korneum kulit kanalis profunda. Pemisahan keratosit
abnormal mungkin karena aktivitas steroid sulfat rendah
pada statum korneum kanalis profunda, yang dicurigai
sebagai penyebab terjadinya akumulasi serumen
Kelainan Mengenai
Serumen

Seruminal Gland Addenoma


Adenoma glandula seruminal adalah pertumbuhan
lunak unit apilosebasea alam kanalis akustikus eksternus.
Adenoma glandula seruminal tampak non ulserasi, epithelial
ditutupi nodul pada lateral dinding. Secara histologis
menunjukkan nodul tumor yang merah keabu-abuan, kistik,
dan kapsul dengan batasan tidak jelas
Pengobatan meliputi pemotongan local pada lesi dengan
cangkok kulit selama waktu yang dibutuhkan
Kelainan Mengenai
Serumen

Ceruminal Gland Adenocarcinoma


Karsinoma ini merupakan keganasan dari adenoma
glandula seruminal lunak(benign). Gejalanya antara lain
otalgia, kotoran telinga yang sering berdarah, dan tuli.
Pemeriksaan menunjukkan eritem dan ulserasi pada kanalis.
Pemeriksaan secara histologis menunjukkan arsitektur umum
sebagai lesi lunak tetapi dengan aktivitas mitosis dan invasi
Kelainan Mengenai
Serumen

Ceruminoma
Karakteristik khas secara klinik adalah massa di kanalis
akustikus eksternus yang dilapisi epitel squamosa,
asimptomatis sampai menyebabkan obstruksi pada kanalis.
Pertumbuhannya berubah secara ekstrim tetapi biasanya
lambat dan progresif sampai terdapat pembengkakan. Secara
histology tumor terdiri dari sel asidofilik yang mengelilingi
lumen atau disekitar korda dan dibatasi oleh sel mioepital
yang tidak dikenal. Terdapat stroma intraglandula yang
berubah-ubah.
TERIMA KASIH