Sie sind auf Seite 1von 18

MINIPROJECT

PROGRAM POS UPAYA


KESEHATAN KERJA
NELAYAN KALTEK
Oleh:
dr. Galuh Kinanti Kusuma Ayu

PUSKESMAS DTP PULOMERAK


2017
Pendahuluan
Indonesia merupakan negara maritim dan sebagian besar
masyarakat pesisir berprofesi sebagai nelayan.

BPS 2014, jumlah penduduk Indonesia 237,64 juta jiwa dan


terdapat 12.827 desa yang terletak di tepi pantai dengan
jumlah nelayan mencapai 2,2 juta jiwa.

Dari jumlah itu, lebih dari 95% adalah nelayan tradisional


yang tinggal di pedesaan.

Pulomerak merupakan daerah yang memiliki pelabuhan


penyeberangan Merak-Bakauheni, maka sepanjang jalan
Kecamatan Pulomerak terdapat laut dan tentunya ada
pekerja informal Nelayan di dalamnya.
Latar Belakang
Makin meningkatnya jumlah kelompok pekerja
informal

Terdapat risiko bahaya yang mengancam di kelompok


pekerja informal

Kelompok pekerja informal belum mendapatkan


akses pelayanan kesehatan kerja

Pekerja berkewajiban memelihara dan meningkatkan


kesehatan individu maupun kelompok.
Pos UKK merupakan bentuk
pemberdayaan masyarakat di

Gambaran Umum kelompok kerja informal


utamanya di dalam upaya
promotif, preventif untuk
melindungi pekerja agar hidup
POS UKK di Kecamatan Pulomerak sehat dan terbebas dari
diberi nama : gangguan kesehatan serta
pengaruh buruk yang
diakibatkan oleh pekerjaan.

POS UKK Nelayan “BAHARI KALTEK”

dibentuk Bulan Oktober 2010


di bawah binaan Puskesmas DTP Pulomerak

 Sekretariat UKK “ BAHARI KALTEK” :


Kp. Laharmas RT 03/RW 05, Kelurahan Taman
Sari, Pulomerak
 Identitas anggota :

Jumlah nelayan sekarang ini makin bertambah


68 nelayan yg tergabung dalam Kelompok
Nelayan kaltek

 Kisaran umur rata-rata : 45 – 60 th


 Jenjang pendidikan para nelayan rata-rata :
tamatan SD
Masalah
 Faktor-faktor yang menyebabkan masih rendahnya
angka penemuan kecelakaan akibat kerja di wilayah
kerja Puskesmas Pulomerak

 Faktor-faktor untuk meningkatkan angka penemuan


kecelakaan akibat kerja di wilayah kerja Puskesmas
Pulomerak
Tujuan

Meningkatkan pengetahuan pekerja tentang kesehatan kerja

Meningkatkan kemauan dan kemampuan pekerja menolong diri


sendiri

Meningkatkan akses pelayanan kesehatan kerja pada pekerja

Meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan pekerja terhadap


risiko dan bahaya akibat kerja

Meningkatkan peran aktif masyarakat, kelompok masyarakat


dalam bidang kesehatan kerja
Manfaat
Bagi masyarakat pekerja :
• Permasalahan kesehatan kerja dapat dideteksi secara
dini
• Memperoleh pelayanan kesehatan kerja yang terjangkau

Bagi Puskesmas :
• Memperluas jangkauan pelayanan
• Mengoptimalkan fungsi puskesmas

Bagi kader kesehatan :


• Mendapatkan informasi lebih awal tentang kesehatan
kerja
• Mendapatkan kebanggaan
Metode Penelitian
 Identifikasi masalah
 Menggunakan proses wawancara dan diskusi
dengan petugas program POS UKK
 Analisis masalah
 Manusia
 Metode
 Material
 Lingkungan
Metode Lingkungan

Tidak adanya Gelombang tinggi


SOP Penyakit pada musim
akibat Kerja barat

Padatnya
Lalu
Kurangnya Lintas
Penyuluhan bagi Kapal Pencemaran
nelayan
air laut
Kurangnya
pelatihan K3 bagi
pengelola Program Tidak Tercapai
Target POS UKK

Rendahnya
Rendahnya Kurangnya APD
pengetahuan
partisipasi dan tidak sesuai
Nelayan
nelayan yang dibutuhkan
dalam
Kurangnya kegiatan
kesadaran akan Kesejahteraan
keselamatan kader nelayan
kerja yang minim

Manusia Material
Hasil
Cakupan Kunjungan Nelayan Kaltek
Tahun 2016
100
80
60
40
Cakupan ( % )
20
0
Hasil
Cakupan Kunjungan Nelayan Kaltek
Tahun 2017
100
80
60
40
Cakupan ( % )
20
0
PEMBAHASAN
N Masalah Solusi
o
1 Rendahnya pengetahuan dan Memperbanyak penyuluhan
kesadaran nelayan akan K3 tentang kesehatan kerja dan
memperbanyak poster tentang
kesehatan kerja
2 Tidak adanya SOP penyakit Membuat SOP penyakit
akibat Kerja akibat kerja dan melakukan
sosialisasi
3 Kurangnya pelatihan K3 bagi Memberikan pelatihan K3
pengelola Program bagi pengelola program dan
mengikutsertakan nelayan
dalam penyuluhan K3
4 Kurangnya APD dan tidak Mengadakan APD yang
sesuai yang dibutuhkan sesuai dengan yang
dibutuhkan
5 Gelombang tinggi pada Memberikan alternatif
musim barat pekerjaan bagi nelayan pada
saat gelombang tinggi, dapat
bekerjasama dengan dinas
UMKM (mendirikan
koperasi)
6 Pencemaran air laut Melakukan koordinasi lintas
sektoral dengan dinas
lingkungan hidup
7 Rendahnya partisipasi nelayan Memberdayakan kader
dalam kegiatan
8 Kesejahteraan kader nelayan Memberikan insentif bagi
yang minim kader
Kesimpulan
 Berdasarkan data Puskesmas Pulomerak, tidak
ditemukan data mengenai kecelakaan akibat kerja
namun ditemukan data mengenai 5 penyakit terbanyak
terkait pekerjaan sebagai nelayan seperti nyeri
persendian, dermatitis kontak alergi, PPOK, hipertensi,
dan dispepsia.

 Angka kunjungan kegiatan pelayanan kesehatan


Puskesmas Pulomerak dari bulan Januari sampai bulan
Desember 2016 dan bulan Januari sampai Oktober 2017
masih jauh di bawah target (90%), yaitu sebesar 21.2%
Saran
 Untuk meningkatkan pencapaian angka penemuan
kecelakaan akibat kerja harus dilakukan kerjasama
multisektoral, mulai dari tingkat internal di UPTD
Puskesmas DTP Pulomerak, kader kesehatan,
masyarakat, klinik/dokter praktek swasta, rumah sakit
sekitar, hingga pejabat di wilayah setempat.
TERIMA KASIH