You are on page 1of 28

Putu Ayu Dhana Reswari, SKM, M.

Kes
 Alat pelindung diri (APD) adalah seperangkat alat
keselamatan yang digunakan oleh pekerja untuk
melindungi seluruh atau sebagian tubuhnya dari
kemungkinan adanya paparan potensi bahaya
lingkungan kerja terhadap kecelakaan dan
penyakit akibat kerja (Tarwaka, 2008).
 Dalam bahasa Inggris dikenal dengan sebutan
Personal Protective Equipment (PPE). Dengan
melihat kata "personal" pada kata PPE tersebut,
maka setiap peralatan yang dikenakan harus
mampu memperoteksi si pemakainya.
 Kecelakaan kerja merupakan suatu kejadian yang
tidak terduga dan tidak diharapkan. Hal tersebut
menyebabkan kerugian material dan penderitaan dari
yang paling ringan sampai pada yang paling berat.
 Pada tahun 1908 di New York, kompensasi pertama
kalinya diberikan bagi pekerja yang mengalami
kecelakaan.
 Pada tahun 1971, Dan Petersen mengemukakan
bahwa setelah tahun 1911 pekerja mendapat
kompensasi apabila menderita Penyakit Akibat Kerja
(PAK) yang disebabkan oleh tekanan panas
(atmosfer). Oleh karena itu pekerja yang terpapar
panas dalam industri seharusnya diberi pelindung
(safety).
 Dan Petersen mengemukakan pula bahwa pada
tahun 1912 angka kematian akibat kecelakaan
kerja di Amerika Serikat sekitar 18.000 hingga
21000 jiwa dan tahun1933 sejumlah 14500 jiwa.
 Pada peraturan 7 dari COSHH secara khusus
menyatakan bahwa pengendalian harus
dilakukan melalui upaya-upaya selain penyedian
alat pelindung diri, namun disamping upaya itu
juga harus disediakan alat pelindung diri yang
sesuai dengan tujuannya dan sesuai dengan
standar yang disahkan oleh pejabat kesehatan
dan keselamatan kerja.
 Undang-Undang Eropa (1989), Dewan
Masyarakat Eropa menerbitkan dua instruksi
penting mengenai alat pelindung diri.
Pertama, (89/656/EEC) menyatakan
persyaratan Kesehatan dan keselamatan
minimum untuk pemakaian alat pelindung
diri pekerja ditempat kerja dan
mengharuskan Negara anggota untuk
menerapkan mulai 31 Desember 1992.
1. Undang-undang No.1 tahun 1970.
a. Pasal 3 ayat (1) butir f: Dengan peraturan perundangan ditetapkan
syarat-syarat untuk memberikan APD
b. Pasal 9 ayat (1) butir c: Pengurus diwajibkan menunjukkan dan
menjelaskan pada tiap tenaga kerja baru tentang APD.
c. Pasal 12 butir b: Dengan peraturan perundangan diatur kewajiban dan
atau hak tenaga kerja untuk memakai APD.
d. Pasal 14 butir c: Pengurus diwajibkan menyediakan APD secara cuma-
Cuma.
2. Permenakertrans No.Per.01/MEN/1981 Pasal 4 ayat (3) menyebutkan
kewajiban pengurus menyediakan alat pelindung diri dan wajib bagi tenaga
kerja untuk menggunakannya untuk pencegahan penyakit akibat kerja.
3.Permenakertrans No.Per.03/MEN/1982 Pasal 2 butir I menyebutkan
memberikan nasehat mengenai perencanaan dan pembuatan tempat kerja,
pemilihan alat pelindung diri yang diperlukan dan gizi serta penyelenggaraan
makanan ditempat kerja
4. Permenakertrans No.Per.03/Men/1986 Pasal 2 ayat (2) menyebutkan tenaga
kerja yang mengelola Pestisida harus memakai alat-alat pelindung diri yg
berupa pakaian kerja, sepatu lars tinggi, sarung tangan, kacamata pelindung
atau pelindung muka dan pelindung pernafasan.
Adapun fungsi dan jenis alat pelindung diri menurut
Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi
Republik Indonesia Nomor Per.08/MEN/VII/2010. Yaitu:
1. Alat pelindung kepala
2. Alat pelindung mata dan muka
3. Alat pelindung telinga
4. Alat pelindung pernapasan beserta
perlengkapannya
5. Alat pelindung tangan
6. Alat pelindung kaki
7. Pakaian pelindung
8. Alat pelindung jatuh perorangan
9. Pelampung
 Fungsi alat pelindung kepala adalah alat
pelindung yang berfungsi untuk melindungi
kepala dari benturan, terantuk, kejatuhan
atau terpukul benda tajam atau benda keras
yang melayang atau meluncur di udara,
terpapar oleh radiasi panas, api, percikan
bahan-bahan kimia, jasad renik (mikro
organisme) dan suhu yang ekstrim. –
 Jenis alat pelindung kepala terdiri dari helm
pengaman (safety helmet), topi atau tudung
kepala, penutup atau pengaman rambut, dan
lain-lain.
 Fungsi alat pelindung mata dan muka adalah
alat pelindung yang berfungsi untuk
melindungi mata dan muka dari paparan
bahan kimia berbahaya, paparan partikel-
partikel yang melayang di udara dan di badan
air, percikan benda-benda kecil, panas, atau
uap panas, radiasi gelombang
elektromagnetik yang mengion maupun yang
tidak mengion, pancaran cahaya, benturan
atau pukulan benda keras atau benda tajam.
 Jenis alat pelindung mata dan muka terdiri
dari kacamata pengaman (spectacles),
goggles, tameng muka (face shield), masker
selam, tameng muka dan kacamata
pengaman dalam kesatuan (full face masker).
 Fungsi alat pelindung telinga adalah alat
pelindung yang berfungsi untuk melindungi
alat pendengaran terhadap kebisingan atau
tekanan. –
 Jenis alat pelindung telinga terdiri dari
sumbat telinga (ear plug) dan penutup telinga
(ear muff).
 Fungsi alat pelindung pernapasan beserta
perlengkapannya adalah alat pelindung yang
berfungsi untuk melindungi organ
pernapasan dengan cara menyalurkan udara
bersih dan sehat dan/atau menyaring
cemaran bahan kimia, mikro-organisme,
partikel yang berupa debu, kabut (aerosol),
uap, asap, gas/ fume, dan sebagainya.
 Jenis alat pelindung pernapasan dan
perlengkapannya terdiri dari masker,
respirator, katrit, kanister, Re-breather,
Airline respirator, Continues Air Supply
Machine=Air Hose Mask Respirator, tangki
selam dan regulator (Self-Contained
Underwater Breathing Apparatus /SCUBA),
Self-Contained Breathing Apparatus (SCBA),
dan emergency breathing apparatus.
 Fungsi alat pelindung tangan (sarung tangan)
adalah alat pelindung yang berfungsi untuk
melindungi tangan dan jari-jari tangan dari
pajanan api, suhu panas, suhu dingin, radiasi
elektromagnetik, radiasi mengion, arus
listrik, bahan kimia, benturan, pukulan dan
tergores, terinfeksi zat patogen (virus,
bakteri) dan jasad renik.
 Jenis alat pelindung tangan terdiri dari sarung
tangan yang terbuat dari logam, kulit, kain
kanvas, kain atau kain berpelapis, karet, dan
sarung tangan yang tahan bahan kimia.
 Fungsi alat pelindung kaki berfungsi untuk
melindungi kaki dari tertimpa atau
berbenturan dengan benda-benda berat,
tertusuk benda tajam, terkena cairan panas
atau dingin, uap panas, terpajan suhu yang
ekstrim, terkena bahan kimia berbahaya dan
jasad renik, tergelincir.
 Jenis alat pelindung kaki berupa sepatu
keselamatan pada pekerjaan peleburan,
pengecoran logam, industri, kontruksi
bangunan, pekerjaan yang berpotensi bahaya
peledakan, bahaya listrik, tempat kerja yang
basah atau licin, bahan kimia dan jasad renik,
dan/atau bahaya binatang dan lain-lain.
 Fungsi pakaian pelindung adalah untuk
melindungi badan sebagian atau seluruh
bagian badan dari bahaya temperatur panas
atau dingin yang ekstrim, pajanan api dan
benda-benda panas, percikan bahanbahan
kimia, cairan dan logam panas, uap panas,
benturan (impact) dengan mesin, peralatan
dan bahan, tergores, radiasi, binatang,
mikroorganisme patogen dari manusia,
binatang, tumbuhan dan lingkungan seperti
virus, bakteri dan jamur.
 Jenis pakaian pelindung terdiri dari rompi
(Vests), celemek (Apron/Coveralls), Jacket,
dan pakaian pelindung yang menutupi
sebagian atau seluruh bagian badan.
 Fungsi alat pelindung jatuh adalah untuk
membatasi gerak pekerja agar tidak masuk
ke tempat yang mempunyai potensi jatuh
atau menjaga pekerja berada pada posisi
kerja yang diinginkan dalam keadaan miring
maupun tergantung dan menahan serta
membatasi pekerja jatuh sehingga tidak
membentur lantai dasar.
 Jenis alat pelindung jatuh perorangan terdiri
dari sabuk pengaman tubuh (harness),
karabiner, tali koneksi (lanyard), tali
pengaman (safety rope), alat penjepit tali
(rope clamp), alat penurun (decender), alat
penahan jatuh bergerak (mobile fall arrester),
dan lain-lain.
 Fungsi pelampung adalah melindungi
pengguna yang bekerja di atas air atau
dipermukaan air agar terhindar dari bahaya
tenggelam dan atau mengatur keterapungan
(buoyancy) pengguna agar dapat berada pada
posisi tenggelam (negative buoyant) atau
melayang (neutral buoyant) di dalam air.
 Jenis pelampung terdiri dari jaket
keselamatan (life jacket), rompi keselamatan
(life vest), rompi pengatur keterapungan
(Bouyancy Control Device).
 Setiap tempat kerja mempunyai potensi
bahaya yang berbedabeda sesuai dengan
jenis, bahan dan proses prodeksi yang
dilakukan. Dengan demikian, sebelum
melakukan pemilihan alat pelindung diri yang
tepat digunakan, diperlukan adanya suatu
identifikasi potensi bahaya yang ada di
tempat kerja masing-masing.
Pemilihan dan penggunaan alat pelindung diri harus
memperhatikan aspek-aspek sebagai berikut (Tarwaka,
2008):
1. Aspek teknis, meliputi :
a. Pemilihan berdasarka jenis dan bentuknya. Jenis
dan bentuk alat pelindung diri harus disesuaikan
dengan bagian tubuh yang dilindungi.
b. Pemilihan berdasarkan mutu dan kualitas. Mutu
alat pelindung diri akan menentukan tingkat
keparahan dari suatu kecelakaan dan penyakit
akibat kerja yang mungkin terjadi. Adapun untuk
menentukan mutu alat pelindung diri dapat
dilakukan melalui uji laboratorium untuk
mengetahui pemenuhan terhadap standar.
c. Penentuan jumlah alat pelindung diri.
Jumlah yang diperlukan sangat tergantung
dari jumlah tenaga kerja yang terpapar
potensi bahaya di tempat kerja. Idealnya
adalah setiap pekerja menggunakan alat
pelindung sendiri-sendiri atau tidak dipakai
secara bergantian.
d. Teknik penyimpanan dan pemeliharaan.
Penyimpanan investasi untuk penghematan
daripada pembelian alat pelindung diri.
2. Aspek Psikologis
Selain aspek teknis, maka aspek psikologis
yang menyangkut masalah kenyamanan
dalam penggunaan alat pelindung diri juga
sangat penting untuk diperhatikan.
Timbulnya masalah baru bagi pemakai harus
dihilangkan, seperti terjadinya gangguan
terhadap kebebasan bergerak tidak
menimbulkan alergi atau gatal-gatal pada
kulit, tenaga kerja tidak malu memakainya
karena bentuknya menarik.
TERIMA KASIH