You are on page 1of 14

VARICELLA

WIDYA AGUSTIANI
P1337420616004
DEFINISI
Varicella atau chickenpox atau dikenal dengan
cacar air adalah infeksi primer virus varicella
zoster yang umumnya menerang anak dan
merupakan penyakit yang sangat menular.
(Sari Pediatri 2010)
ETIOLOGI
Varicella disebabkan oleh Varicella Zoster Virus
(VZV) termasuk kelompok Herpes Virus dengan
diameter kira2 150-200nm. Varicella Zoster Virus
dapat ditemukan dalam darah penderita
Varicella sehingga mudah dibiakan dalam
media yang terdiri Fibroblast paru embrio
manusia.
PATOFISIOLOGI
 Virus ini masuk melaui mukosa saluran nafas bagian atas
atau ofofaring. Siklus replikasi virus pertama terjadi pada
hari ke 2-4 yang berlokasi pada lymph nodes regional
kemudian diikuti penyebaran virus melalui darah dan
kelenjar limfe (veremia 1)
 Pada sebagian besar penderita yang terinfeksi, replika virus
tersebut dapat mengalahkan mekanisme pertahanan
tubuh yang belum matang terjadi di hepar dan limpa
(veremia 2).
Pada fase ini, partikel virus akan menyebar ke seluruh
bagian tubuh dan mencapai epidermis pada hari ke 14-
16 yang mengakibatkan timbulnya lesi di kulit yang khas.
Pathway Tersebar melalui Berkembang
Percikan ludah yang Masuk Infeksi virus kelenjar getah biak di retikulo
berasal dari melalui Varisella VARISELLA bening ke endhotellial
batuk/bersin paru-paru Zoster seluruh tubuh
penderita varisella
Kontak dengan kulit Menyebar Menyebar
yang terinfeksi pesat melalui
varisella kejaringan pembuluh
kulit darah
Terbentuk lesi Postula (cairan Vesikel Terbentuk
yang bermula gelembung (gelembung kecil papulla Terbentuk makula
pada bagian menjadi berisi cairan (benjolan ( bintik-bintik
lengan tubuh keruh) jernih) kecilpada kulit) merah)

Menyebar ke
perifer menuju Lesi menjadi Krusta Meninggalkan GANGGUAN
ektremitas, krusta/keropeng mengelupas bekas hitam CITRA TUBUH
wajah,mulut bag
dalam, kulit
kepala,dll
MANIFESTASI KLINIS
Perjalanan penyakit dibagi menjadi 2 stadium :
1. Stadium prodromal
yaitu 24 jam sebelum kelainan kulit timbul, terdapat gelaja seperti
demam, malaise.
2. Stadium erupsi
Dimulai dengan terjadinya papula merah, kecil yang berubah
menjadi vesikel yang berisi cairan jernih.
TERAPI / PENGOBATAN
Pengobatan di bagi menjadi 2:
1. Umum 2. Farmakologi
isolasi untuk mencegah dapat diberikan lotion atau
penularan bedak salysil
diet bergizi tinggi biasanya dipakai aspirin,
asetaminofen, ibuprofen
bila demam tinggi, kompre
dengan air hangat antihistamin
pemberian antiseptik pada air obat antivirus : vidarabin, asiklovir,
mandi diet yang adekuat
upayakan agar vasikel tidak
pecah
KOMPLIKASI
1. Infeksi sekunder
2. Otak
3. Pneumonitis
Penderita dengan komplikasi berat perlu dirawat di RS, dengan
indikasi :
Penurunan kesadaran
Kejang
Sulit jalan
Gangguan pernafasan
PROGNOSIS

Dengan perawatan yang teliti dan


senantiasa memperhatikan kebersihan
(hygiene) diri dan lingkungan memberikan
prognosis yang baik.
ASUHAN KEPERAWATAN
1. Identitas
2. Riwayat kesehatan
3. Pola aktivitas
4. Pemeriksaan fisik
5. Pemeriksaan penunjang
DIAGONSA KEPERWATAN
1. Resiko tinggi terjadi infeksi berhubungan dengan
kerusakan jaringan kulit.
2. Gangguan integritas kulit berhubungan dengan erupsi
pada kulit.
3. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
berhubungan dnegan kurangnya intake makanan.
4. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan luka pada
kulit
5. Kurang pengetahuan tentang kondisi dan kebutuhan
pengobatan.
Intervensi

a. Tekankan pentingnya teknik cuci tangan yang baik untuk semua


individuyang datang kontak dengan pasien.
b. Gunakan skort, sarung tangan, masker, teknik aseptic, selama
perawatan kulit.
c. Awasi atau batasi pengunjung bila perlu
d. Cukur atau ikat rambut di sekitar daerahyang terdapat erupsi.
e. Bersihkan jaringan nekrotik/yang lepas (termasuk pecahnya lepuh)
Implementasi
 Menekankan pentingnya teknik cuci tangan yang baik
untuk semua individu yang datang kontak dengan
pasien.
 Menggunakan skort,masker, sarung tangan dan teknik
aseptik selama perawatan luka.
 Mengawasi atau membatasi pengunjung bila perlu.
 Mencukur atau mengikat rambut disekitar daerah yang
terdapat erupsi.
 Membersihkan jaringan mefrotik.yang lepas (termasuk
pecahnya lepuh).
EVALUASI
Evaluasi disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai
dalam intervensi dan masalah gangguan intebritas kulit
dikatakan teratasi apabila :
 Fungsi kulit dan membran mukosa baik dengan parut
minimal
 Krusta berkurang
 Suhu kulit, kelembapan dan warna kulit serta membran
mukosa normal alami, tidak terjadi kelainan neurogik.
 Tidak terjadi kelainan respiratorik.