You are on page 1of 8

ARSITEKTUR BERKELANJUTAN DAN KONSEP

DRR (DISASTER RISK REDUCTION)

MIFTAHUL JANNAH 160701013


ZAHRINA AMELIA PUTRI 160701025
PENGERTIAN
ARSITEKTUR BERKELANJUTAN
Arsitektur berkelanjutan adalah Arsitektur yang
memenuhi kebutuhan saat ini, tanpa membahayakan
kemampuan generasi mendatang dalam memenuhi
kebutuhan mereka sendiri. Kebutuhan itu berbeda
dari satu masyarakat ke masyarakat lain, dari satu
kawasan ke kawasan lain dan paling baik bila
ditentukan oleh masyarakat terkait.
Dua hal penting dalam konsep keberlanjutan ini yaitu kebutuhan dan generasi
mendatang sehingga berkelanjutan perlu memperhatikan :
• Konsep kebutuhan, Menciptakan kondisi yang menjaga terpenuhinya
kebutuhan hidup yang memadai bagi seluruh masyarakat.
• Konsep keterbatasan, Menjaga kapasitas lingkungan untuk memenuhi
kebutuhan saat ini dan saat yang akan datang.

Terdapat empat syarat yang harus dipenuhi bagi suatu proses pembangunan
yang berkelanjutan:

a. Menempatkan suatu kegiatan dan proyek pembangunan pada lokasi yang secara
ekologis benar.
b.Pemanfaatan sumberdaya terbarukan (renewable resources ) tidak boleh
melebihi potensi lestarinya
c. Pembuangan limbah industri dan rumah tangga tidak boleh melebihi kapasitas
asimilasi pencemaran
d. Perubahan fungsi ekologis tidak boleh melebihi kapasitas daya dukung
lingkungan.
Sustainable building tidak terlepas dari konsep sustainable development yaitu bahwa
setiap pembangunan suatu konstruksi bangunan maka perlu perhatikan 3 pilar :
Konsep
Pengertian DRR (Disaster Risk Reduction)
Disaster risk reduction adalah pengurangan resiko bencana
yang disebabkan oleh bahaya alam seperti gempa bumi, banjir,
kekeringan, badai, longsor, erupsi, Tsunami, Dll.

Konsep disaster risk reduction (pengurangan resiko bencana)


• Perencanaan bencana
kegiatan mengantisipasi bencana alam
• Peringatan dini
Serangkaian kegiatan pemberian peringatan sesegera mungkin kepada
masyarakat tentang kemungkinan terjadinya bencana pada suatu tempat oleh
lembaga yang berwenang
• Kesiapan
Serangkaian kegiatan untuk mengantisipasi risiko bencana melalui
pengorganisasian dan perencanaan yang efektif dan efisien.
• Mitigasi pengurangan dan pencegahan
Serangkaian upaya mengurangi risiko bencana, melalui pembangunan fisik,
penyadaran, dan peningkatan kemampuan menghadapi risiko bencana
Hubungan antara asritektur berkelanjutan dengan disaster
risk reduction (pengurangan resiko bencana)

Dalam merancang sebuah bangunan ada sebuah keharusan bagi arsitektur


untuk mengingat kondisi bumi yang semakin menurun dengan adanya degradasi
kualitas atmosfer bumi yang memberi dampak pada pemanasan global. Semakin
banyak arsitek dan konsultan arsitektur yang menggunakan prinsip desain yang
berkelanjutan, semakin banyak pula bangunan yang tanggap lingkungan dan
meminimalkan dampak lingkungan akibat pembangunan.
Contoh bangunan anti bencana dapat mengapung di atas air tanpa masalah karena
seluruh permukaannya kedap air, diproses dengan
bahan khusus kedap air yang diterapkan ke
pelabuhan, kolam renang atau atap untuk
pemeriksaan air.
※ Bahan urethane yang tahan air digunakan untuk
Tokyo Dome.

Soccer ball-shaped house strong with disaster