You are on page 1of 18

KELOMPOK 3

Asep Yulianto
Dikdik Heri Heryanto
Ilham Wahyuddin Sadzali
Vivin Kristiani Mpilia
Susi Wijayanti
Dengue merupakan penyakit yang disebabkan
oleh Virus Dengue yang ditransmisikan oleh
nyamuk sebagai vektornya dengan karekteristik
penyakit diantaranya seperti demam, sakit
kepala, nyeri otot dan sendi, adanya rash atau
petechiae.
 Istilahhaemorrhagic fever di Asia Tenggara
pertama kali digunakan di Filipina pada
tahun 1953. Setelah tahun 1958 penyakit ini
dilaporkan berjangkit dalam bentuk epidemi
di beberapa negara lain di Asia Tenggara. Di
Indonesia DBD pertama kali dicurigai di
Surabaya pada tahun 1968, tetapi konfirmasi
virulogis baru diperoleh tahun 1970. Di
Jakarta kasus pertama dilaporkan pada tahun
1969. Kemudian DBD dilaporkan berturut-
turut dilaporkan di Bandung (1972),
Yogyakarta (1972).
 VirusDengue termasuk grup B arthropord
borne virus (Arbovirus) dan sekarang dikenal
sebagai genus Flavivirus, famili Flaviviridae
yang mempunyai 4 jenis serotipe yaitu DEN-
1, DEN-2, DEN-3, dan DEN-4. Keempat
serotipe virus ini mempunyai hubungan yang
erat secara antigenik. Infeksi dengan salah
satu serotipe akan menimbulkan antibodi
seumur hidup terhadap serotipe yang
bersangkutan tetapi tidak ada perlindungan
terhadap serotipe lain.
 Hostnatural dari Virus Dengue adalah
manusia, primata dan nyamuk. Spesies
predominan yang berperan dalam transmisi
penyakit adalah Aedes aegypti dan Aedes
albopictus. Nyamuk betina menggigit
sepanjang hari dimana aktivitas puncaknya
pada pagi dan siang hari.
 Perkembangan hidup nyamuk ini memerlukan
waktu sekitar 10-12 hari dari telur hingga
dewasa.
 Manifestasiklinis dari infeksi Virus Dengue
bervariasi mulai dari yang asimptomatis,
demam ringan flu like syndrome (demam
dengue) sampai yang berat seperti dengue
shock syndrome.
 Masa inkubasi dari demam dengue setelah
gigitan nyamuk bervariasi antara 3 sampai 14
hari, rata-rata 4 sampai 7 hari. Demam
biasanya timbul mendadak, disertai gejala-
gejala yang tidak spesifik seperti sakit kepala
frontal, sakit didaerah retroorbital, myalgia
dan atralgia, nausea dan vomiting, serta
adanya bercak-bercak pada kulit.
 Demam ini bertahan selama 5 sampai 6 hari.
Pada beberapa penderita dapat dilihat
bentuk kurva suhu yang menyerupai pelana
kuda atau bersifat bifasik, tetapi pada
beberapa penelitian selanjutnya bentuk
kurva ini tidak ditemukan pada semua pasien
sehingga dianggap tidak patognomonik.
 Demam berdarah dengue ditandai dengan 4
manifestasi klinis, yaitu : Demam tinggi,
perdarahan terutama perdarahan kulit,
hepatomegali, kegagalan sirkulasi.
 Fenomena patofisiologi utama yang
menentukan derajat penyakit dan
membedakan demam berdarah dengue dari
demam dengue adalah peningkatan
permeabilitas dinding pembuluh darah,
menurunnya volume plasma, trombositopenia
dan diatesis hemoragik.
 untuk menentukan berat-ringannya derajat
penyakit demam berdarah dengue, WHO
membaginya dalam 4 derajat :
 Derajat I
 Derajat II
 Derajat III
 Derajat IV
 Ada dua cara yang dilakukan dalam
pemeriksaan laboratorium :
1. Isolasi virus
2. Pemeriksaan serologis
 Dengue shock syndrome (DSS) merupakan
demam berdarah dengue yang ditandai
dengan kegagalan sirkulasi termasuk tekanan
nadi yang rendah (<=20 mmHg) dan tanda-
tanda syok lainnya. Demam berdarah dengue
yang disertai syok ini dapat terjadi tiba-tiba,
biasanya setelah demam turun, yaitu antara
hari ke-3 dan ke-7 sakit.
 Pasienseringkali mengeluh nyeri di daerah
perut sesaat sebelum syok. Nyeri perut hebat
seringkali mendahului perdarahan
gastrointestinal. Pada pemeriksaan
laboratorium ditemukan trombositopenia dan
hemokonsentrasi. Jumlah trombosit <>3
ditemukan diantara hari sakit ke-3 sampai
ke-7.
 Virus Dengue masuk ke dalam tubuh melalui
gigitan nyamuk dan infeksi pertama kali
mungkin memberi gejala sebagai demam
dengue.
 Infeksi virus yang berulang atau re-infeksi ini
akan menyebabkan suatu reaksi anamnestik
antibodi, sehingga menimbulkan kompleks
antigen-antibodi (kompleks virus-antibodi)
dengan konsentrasi tinggi.

 Syok merupakan keadaan kegawatan. Cairan
pengganti adalah pengobatan utama, yang
berguna untuk memperbaiki kekurangan
volume plasma. Penggantian Volume Plasma
Segera Seperti diketahui cairan tubuh dibagi
menjadi 3 kompartemen utama yaitu, 2/3
bagian cairan intraselular, 1/3 bagian cairan
ekstraselular. Cairan ekstraselular ini dibagi
lagi menjadi cairan intrtravaskular (25%) dan
interstitial (75%).