Sie sind auf Seite 1von 39

Spinal Cord

 Kelanjutannya dari
medulla oblongata
 Memanjang dari
brain hingga sekitar
L2
 Terhubung ke 31
pasang syaraf tulang
belakang
Meninges

 Bagian-bagian membran
brain and spinal cord

 Dura Mater- outer layer


 Arachnoid = middle
layer
 Pia mater = innermost
layer
 Subarachnoid space =
wide space between
arachnoid and pia mater
Subarachnoid space
 Wide space between arachnoid and pia mater
○ Terisi dengan CSF
○ Mensupply nutrisi pada brain & spinal cord
○ Sebagai bantalan terhadap benturan dan pukulan
○ Tempat Media Kontras di injeksi pada myelografi
Myelography
 Dilakukan untuk mendeteksi
kelainan tulang belakang,
sumsum tulang belakang, atau
struktur sekitarnya.
 Dengan cara menyuntikkan
media kontras ke dalam ruang
berisi cairan CSF / Sub
arachnoid yang ada di sekitar
saraf tulang belakang.
 Injeksi media kontras pd L2-L3
atau L3-L4 space
Myelography

 Contrast is generally
water-soluble,
nonionic, iodinated
medium

OMNIPAQUE

http://www.ismp.org/newsletters/acutecare/
articles/20031127.asp
ISOVUE
Contrast Precautions
 Verify it is the correct contrast
 Non-ionic iodinated contrast
○ Omnipaque or Isovue
 Correct concentration
○ 180 and 300 common

 Check expiration date

 Keep contrast vial in room until procedure


is complete
Myelography Indications
 Intraspinal abnormalities
 Nerve root abnormalities
 Disk prolapse (slipped disk), herniation
 Spondylosis
 Spondylolisthesis
 Spinal stenosis
 Tumors
 Metastases
Myelography Contraindications
 Central aneurysms

 Arterio-venous malformations

 lumbar puncture within one week

 Previous reaction to contrast


Room should be prepared by RT before
patient arrival
FOOT
BOARD
 Meja pemeriksaan dan
peralatan bersih & ready
 Footboard and shoulder
supports terpasang
 Check peralatan
radiography
 Image intensifier dikunci SHOULDER Hand grips
PADS
agar terhindar contact with
sterile field or spinal
needle
 Siapkan peralatan Lumbal
puncture
MYELOGRAM TRAY
Bahan lain yg perlu disiapkan
 Selimut
 Mangkuk sterile
 Lidocain
 Non-ionic iodinated contrast media
 Sarung tangan sterile
 Apron
 Macam-macam ukuran spuit spinal
needles and needles
 Botol lab Steril
 Nacl
Syringes and Spinal Needles
Syringes

Spinal
Needles
(covered)

More Spinal Needles (uncovered)


Persiapan Pasien
 Pasien sdh terpasang infus
 Check medical record pasien, hasil laborat
dan pemeriksaan lain yang pernah dilakukan
 Informed consent (persetujuan pemeriksaan)
 Menjelaskan prosedur pemeriksaan, dari LP,
posisi pasien saat pemeriksaan, sensasi
media kontras, dsb.
 Pasien diberi baju pasien
Prosedur Pemeriksaan

 Prone
 Pillow under abdomen
for flexion of spine

 Lateral flexion
 Widens interspace for
easier introduction of
needle
Prosedur Pemeriksaan
 Anestesi lokal daerah yg
akan dilakukan Lumbal
Puncture (LP) dengan
 Lidocaine and sodium
bicarbonate
 Masukkan Spinal needle
dimonitor dg fluoroscopy
hingga keluar cairan
CSF
 Tampung cairan CSF ke
dalam botol laborat yg
steril, kurang lebih 10 cc
 Injeksikan media kontras
kurang lebih 9-12 cc.
Dimonitor dg fluoroscopy
 Cabut spinal dan tutup
kain kassa bethadine
Prosedur Pemeriksaan
 Lumbar puncture
needle inserted
under fluoroscopic
guidance until fluid
appears

 CSF may be taken


for analysis
Puncture made at L2-L3 or L3-L4
space and Cisterna Magna
Spinal needle injection
Myelogram overview
Prosedur Pemeriksaan
 Ketika kontras telah
diinjeksikan, dimonitor
dg fluoroscopy
 Posisi meja pasien di
miringkan
trendelenberg dan
reverse-trendelenberg
untuk mengontrol
aliran media kontras
media selama diambil
spot films.
Proyeksi Radiografi
 AP
 Lateral
 anterior dan posterior oblique views,
(LAO, RAO, LPO dan RPO) utk
melihat pars interarticularis (neck of
Scotty dog)
 Lateral L5-S1
Proyeksi Radiografi lainnya :

 Cross table lateral


and PA
 Not routine views
Pasien masih
terpasang spinal
needle di vertebrae
jangan coba merubah
posisi pasien dengan
merotasi pasien
Spot Films

 Central ray vertical or horizontal using CR


or film screen cassettes

 Fokus gambar yang diambil pada :


 Site of blockage
 Level of distortion
 patologis
Lumbar Myelogram

PA Lateral
MYELOGRAM WITH CONTRAST
Myelography accuracy rate

When compared with surgical findings :

MRI – 96%
Myelography – 81%
CT – 57%
CT and Myelography together - 84%
Cervical
Myelogram
Set-Up for Lateral Cervical Film
Cervical Radiographs

 Overheads
 PA
 PA Oblique projections
 Cross-table lateral films
Myelography

 Jika kontras mulai bergerak ke daerah


cervical, kepala diposisikan ekstensi
untuk mencegah kontras masuk ke
sistem ventrikel
 Ekstensi satu-satunya posisi yang akan
mencegah kontras masuk ke ventrikel
Alternative Radiographs
 Lateralextension
Untuk melihat :
○ Stenosis
○ spinal instablility
○ degenerative of movement of
disk protrusion
Myelography

 Biasanya dilakukan pada pasien rawat


inap/rawat jalan
 Sekarang ini dilengkapi dengan CT myelografi
(CTM)
 Myelografi sering digantikan dg MRI Myelo
 Myelography dan CTM masih digunakan untuk
pasien dengan kontraindikasi pemeriksaan MRI
(pasien dg pace maker atau implant logam)
Patient Care Concerns
 Menjaga kepala dalam posisi ekstensi
selama pemeriksaan
 Bedrest 8-24 jam setelah prosedur
dengan kepala ditinggikan 30-45
derajad
 Pasien diberi cairan infus
Possible Post-Procedure Complications

 Pusing Kepala

 Hypotension

 Convulsions (Kejang)

 Confusion/hallucinations
Possible Complications from Myelography
 Vomiting  Spinal Headache

 Due to loss of CSF


during puncture
 Vertigo
 Increased severity
upright
 Neck Pain
 Decreased pain when
recumbent.
More Severe Complications

 Nerve root damage


 Meningitis
 Epidural abcess
 Contrast reaction (anaphylactic shock)
 CSF leak
 Hemorrhage (Perdarahan)
Treatment for Spinal Headache
 Initial treatment  Persistent headache
 If a fever occurs,
contact medics
 Tylenol
○ May be indicative of
meningitis
 Horizontal position

 Beyond 48 hrs w/o


 Forced fluids fever (24 hrs if
severe)
 Caffeine ○ Blood patch