You are on page 1of 14

ASUHAN KEPERAWATAN

PEMENUHAN KEBUTUHAN
OKSIGENASI PADA NY. Y DENGAN
ASMA DI RUANG IGD
RUMAH SAKIT Dr SOEDIRMAN
KEBUMEN
by
KELOMPOK 1 KEBUMEN
BERSIHAN JALAN NAFAS TIDAK EFEKTIF
DEFINISI
Herdman (2013) mengatakan ketidakefektifan bersihan jalan nafas
merupakan ketidakmampuan untuk membersihkan obstruksi pada
jalan nafas (mis : secret/mukus) dalam mempertahankan jalan nafas.
Bersihan Jalan Nafas tidak efektif adalah ketidakmampuan
membersihkan sekret atauobstruksi jalan nafas untuk
mempertahankan jalan nafas tetap paten (Menurut SDKI edisi I)
Bersiahan Jalan Nafas tidak efektif adalah ketidakmampuan untuk
membersihkan sekresi atau obstruksi dari saluran napas untuk
mempertahankan bersihan jalan ( Nanda 2018-2020 )
BAB II TINJAUAN KASUS

PENGKAJIAN
Data Biografi
a. Identitas pasien
Nama : Tn.M
Umur : 75 tahun
Jenis kelamin : laki - laki
Agama : Islam
Alamat : Tamanwinangun Indah Blok 2
Kebumen
No RM : 192.623
Tanggal masuk RS : 28 September 2018
Diagnosa medis : Astma Bronchiale
Primary Survey
Airway : Jalan nafas tidak efektif,sesak nafas, suara nafas ,lendir
berlebih,whezing.
Breathing : Terdengar nafas mengi, frekuensi napas meningkat,
tampak pengguanaan otot bantu pernafasan,terdapat retraksi otot-
otot interkostalis
Circulation : Akral hangat, TD : 170/100 mmhg, Nadi 100x/menit,
RR 36 x/menit
tidak ada sianosis, konjungtiva an anemis, CRT: <2 detik.
Disability : Kesadaran compos mentis, GCS : 15 (E4 V5 M6)
Exposure : Tidak ada oedema, tidak ada jejas
Secondary survey
a. Keluhan utama
Sesak nafas

b. Riwayat penyakit sekarang


Pasien baru datang Pkl. 09.00 Wib dengan keluhan sesak nafas,sekresi
mucus kental sejak tadi pagi, tidak batuk, makan dan minum sedikit, tidak
mual dan muntah, tidak bisa tidur sejak semalam,BAB dan BAK lancar, TD :
170/100 mmHg, Nadi 100 x/menit, Suhu 36,6 C, RR : 36 x/menit.

c. Riwayat penyakit dahulu


Keluarga klien mengatakan klien mempunyai riwayat Astma rutin kontrol
ke poli penyakit dalam, dari anggota keluarga tidak ada riwayat menular
maupun keturunan.
Pemeriksaan fisik
a. Kepala : Bentuk mesocepal
· Rambut : rambut beruban tapi bersih tidak kotor
· Mata : Tidak ada edema palpebra, pupil anisokor kanan 2
mm dan kiri 2 mm, ada reaksi cahaya, konjungtiva
ananemis seklera an ikterik
· Hidung : Simetris,terdapat pernapasan cuping hidung,
tidak ada polip
· Mulut : Lidah bersih, tidak terdapat sekret di mulut,
membran mukosa kering
· Telinga : Simetris, tidak ada serumen
b. Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar thyroid
c. Thorak :
I : Simetris, terdapat retraksi dinding dada,
penggunaan otot bantu nafas, fase ekspirasi memanjang.
P : Tidak ada pembesaran kelenjar pleura
P:-
A : Simetris, Suara nafas mengi,whezinG
e. Ekstremitas atas-bawah :
Tidak ada edema, kekuatan otot kedua tangan dan kaki 5
f. Kulit : Kulit teraba hangat tidak tampak kemerahan
g. Vital sign :
TD: 170/100 mmHg,
Nadi 100 kali/menit,
Suhu 36,6ºC,
RR 36 kali/menit.
DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Ketidakefektifan Bersihan jalan nafas B/D Bronkospasme
DS:pasien mengatakan sesak nafas
DO:
· RR 36x/m reguler
· Tampak pasien kesulitan mengeluarkan sputum.
· Bunyi nafas mengi,whezing
Sekeresi mucus kental dan berlebih
· TD: 170/100mmHg
· N: 100x/menit
S : 36,6ºC
2. Ketidakefektifan pola napas B/D Peningkatan kerja pernapasan
(Alveoli-Hipoksemia)
Ds : Pasien mengeluh sesak napas
Do : K/U lemah
- Terdapat retraksi otot-otot interkostalis
- Terjadi penggunaan otot bantu pernapasan (otot-otot
abdomen),
- Terjadi peningkatan frekuensi pernapasan (Takipnea)
- Fase ekspirasi memanjang
- Terjadi pernapasan cuping hidung
TTV :
TD : 170/100 mmhg
HR : 100 x/menit
RR : 36x/menit
Suhu : 36,6ºC
INTERVENSI DX 1
Berikan Posisi Semifowler
2. Beri oksigenasi
3. pantau kecepatan, irama, kedalaman
ekspirasi
4. auskultasi bunyi nafas
5. berikan tindakan nabulizer sesuai program
6. kolaborasi dengan pemberian therapy sesuai
advis dokter.
INTERVENSI DX 2
1. Berikan Posisi Semifoler
2. Beri oksigenasi
3. Pantau kecepatan, irama, kedalaman ekspirasi
4. Auskultasi bunyi nafas
5. Berikan tindakan nabulizer sesuai program
6. Kolaborasi dengan pemberian therapy sesuai advis dokter.
7. Bantu pasien latihan napas dalam dan batuk efektiF
PEMBHASAN
Asma disebut juga sebagai reactive
airway disease (RAD) adalah suatu
penyakit obstruksi pada jalan nafas
secara reversibel yang ditandai
dengan bronchospasme, inflamasi dan
peningkatan reaksi jalan nafas
terhadap berbagai stimulan.
1. Ketidakefektifan bersihan jalan
nafas b.d bronkospasme
2. Ketidakefektifan pola napas b.d Alergen, non alergen
genetik, psikologis-sumbatan-Alveoli-Hipoksemia.

Pada pasien Astma ini, kami lebih terfokus pada


penanganan bersihan jalan nafas dengan memposisikan
pasien semi fowler dan pemberian oksigenasi dengan
adekuat agar paru-paru lebih leluasa dalam melakukan
tugasnya dan hasilnya pasien lebih nyaman, apalagi
setelah pasien di beri terapi yang telah di instruksikan
oleh dokter jaga IGD yaitu Nebuleizer dan teknik
pernapasan buteyko.
MATURNUWUN...