You are on page 1of 21

KELOMPOK 2

1. MAILIKI LOIS WOLOR ( 201611022 )


2. M. FURQAN ( 201611040 )
3. ANTONIUS ( 201611032 )
Pengertian

Hal ini telah dilakukan dengan pemanfaatan kondisi lingkungan


Arsitektur hijau adalah konsep arsitektur yang dengan bukaan yang optimal. Saat ini jarang ditemukan contoh
bangunan yang menggunakan pendekatan green architecture. Untuk
berusaha meminimalkan pengaruh buruk terhadap itu mungkin perlu melihat balik kepada arsitektur vernakular yang
lingkungan alam maupun manusia dan menghasilkan banyak mendukung pendekatan green architecture. Namun perlu
tempat hidup yang lebih baik dan lebih sehat, yang disadari bahwa mendesain bangunan dengan pendekatan green
architecture bukan berarti kembali kepada tradisi tersebut. Hanya
dilakukan dengan cara memanfaatkan sumber energi sikap terhadap pemilihan material dan sumbernya saja dari
dan sumber daya alam secara efisien dan optimal pendekatan arsitektur vernakular yang perlu diakomodasi di masa
depan.
Green architecture dipercaya sebagai Dalam arsitektur ada banyak jalan
desain yang baik dan bertanggung jawab, sehingga bangunan dapat dikatakan
dan diharapkan digunakan di masa kini “green” dan merespon terhadap masalah
Konsep arsitektur ini lebih bertanggung
dan masa yang akan datang. Dalam jangka pertumbuhan lingkungan. Penyediaan
jawab terhadap lingkungan, memiliki
panjang, biaya lingkungan sama dengan energi yang tidak memadai di negara
tingkat keselarasan yang tinggi antara
biaya sosial, manfaat lingkungan sama tropis (salah satunya penghentian arus
strukturnya dengan lingkungan, dan
juga dengan manfaat sosial. Persoalan listrik secara periodik) dan meningkatnya
penggunaan sistem utilitas yang sangat
energi dan lingkungan merupakan harga tinggi di seluruh dunia merupakan
baik.
kepentingan profesional bagi arsitek yang tuntutan akan bangunan yang sesuai
sasarannya adalah untuk meningkatkan dengan iklim, tanpa penyejuk udara
kualitas hidup. mekanis.
Hemat energi /
Conserving energy :
Pengoperasian bangunan
harus meminimalkan
penggunaan bahan bakar
atau energi listrik ( sebisa
mungkin
memaksimalkan energi
alam sekitar lokasi
Hemat energi / Conserving bangunan ).
energy : Pengoperasian
bangunan harus
meminimalkan
penggunaan bahan bakar
atau energi listrik ( sebisa
mungkin memaksimalkan
energi alam sekitar lokasi
bangunan ).

Prinsip-
Prinsip- prinsip
prinsip
Green Green
Architecture
Architecture
Minimizing new resources : Minimizing new resources :
Memperhatikan
Memperhatikan kondisi
mendesain dengan
mengoptimalkan mendesain dengan
kondisiclimateiklim
iklim / Working with
: Mendesain/ Working kebutuhan sumberdaya
alam yang baru, agar mengoptimalkan kebutuhan
bagunan harus sumberdaya tersebut tidak
with
berdasarkan climate
iklim yang
berlaku di lokasi tapak kita,
: habis dan dapat digunakan
di masa mendatang/
sumberdaya alam yang baru,
Mendesain bagunan
dan sumber energi yang
ada.
Penggunaan material
bangunan yang tidak
agar sumberdaya tersebut
harus berdasarkan berbahaya bagi ekosistem
dan sumber daya alam
tidak habis dan dapat digunakan
iklim yang berlaku di di masa mendatang/
lokasi tapak kita, dan Penggunaan material bangunan
sumber energi yang yang tidak berbahaya bagi
ada. ekosistem dan sumber daya
alam
Tidak berdampak negatif bagi
kesehatan dan kenyamanan penghuni
bangunan tersebut / Respect for site
: Bangunan yang akan dibangun,
nantinya jangan sampai merusak
kondisi tapak aslinya, sehingga jika
nanti bangunan itu sudah tidak
terpakai, tapak aslinya masih ada dan
tidak berubah.( tidak merusak
lingkungan yang ada ).

Menetapkan seluruh
prinsip – prinsip Merespon keadaan
green architecture tapak dari bangunan /
secara keseluruhan / Respect for user :
Dalam merancang
Holism : Ketentuan
bangunan harus
diatas tidak baku, memperhatikan semua
artinya dapat kita pengguna bangunan dan
pergunakan sesuai memenuhi semua
kebutuhan bangunan kebutuhannya.
kita.
Sifat – sifat bangunan berkonsep
green architecture

A.Sustainable ( Berkelanjutan ).
Yang berarti bangunan green architecture tetap bertahan dan berfungsi seiring
zaman, konsisten terhadap konsepnya yang menyatu dengan alam tanpa
adanya perubahan – perubuhan yang signifikan tanpa merusak alam sekitar.

B. Earthfriendly ( Ramah lingkungan ).


Suatu bangunan belum bisa dianggap sebagai bangunan berkonsep green
architecture apabila bangunan tersebut tidak bersifat ramah lingkungan.
Maksud tidak bersifat ramah terhadap lingkungan disini tidak hanya dalam
perusakkan terhadap lingkungan. Tetapi juga menyangkut masalah pemakaian
energi.Oleh karena itu bangunan berkonsep green architecture mempunyai sifat
ramah terhadap lingkungan sekitar, energi dan aspek – aspek pendukung
lainnya.
Bangunan berkonsep green architecture
mempunyai satu sifat yang tidak kalah pentingnya
dengan sifat – sifat lainnya. Sifat ini adalah “High
performance building”. Mengapa pada bangunan
C. High performance green architecture harus mempunyai sifat ini?
building. Salah satu fungsinya ialah untuk meminimaliskan
penggunaan energi dengan memenfaatkan energi
yang berasal dari alam (Energy of nature) dan
dengan dipadukan dengan teknologi tinggi (High
technology performance). Contohnya :

2.) Penggunaan material – 1). Penggunaan panel surya


material yang dapat di daur ulang, (Solar cell) untuk
penggunaan konstruksi –
memanfaatkan energi panas
konstruksi maupun bentuk fisik
dan fasad bangunan tersebut yang matahari sebagai sumber
dapat mendukung konsep green pembangkit tenaga listrik
architecture. rumahan.
 Gedung ini menggunakan
teknik-teknik kinerja konsumsi energi yang rendah (Ir Jimmy Priatman,
M Arch dalam)
 Perpustakaan Nasional Singapura dianugerahi top ranking dalam kategori
"Energy Efficiency and Conservation Best Practices Competition for
Energy Efficient Buildings: New and Existing“ pada ASEAN Energy Awards
di Singapura, 23 Augustus 2007.
 Perpustakaan Nasional Singapura dirancang sebagai state-of-the art nya
perpustakaan untuk di iklim tropis.
 Dibuka untuk umum di tahun 2005
 Terdiri dari 16 lantai dengan luas tiap lantai kira-kira 58,000 m2
terbentang antara dua blok utama yang dihubungkan dengan jembatan
gantung.
 Kira-kira 6,000-8,000 m2 dirancang sebagai 'green spaces.' Kehadiran
landskap yang teduh, telah mengurangi temperatur permukaan
bangunan. Panas diteruskan ke udara bebas, sehingga meningkatkan
kondisi termal dalam ruangan.
 Bangunan ini adalah innovative 'green' (environmentally-responsive)
tropical building dengan penerapan teknik bioclimatic design termasuk
sistem passive rendah-energi, bangunan yang respon terhadap iklim dan
konfigurasi bentuk, sistem fasad yang efektif serta penerapan landskap
bioklimatik.
 The Events Plaza, untuk 'outdoor' events seperti pameran, terletak di
lantai dasar. Dengan sistem penghawaan alami dan dapat diakses umum
setiap saat.
 Bangunan ini dibentuk sedemikian rupa agar sebagian besar ruang dalam
terlindung dari radiasi langsung sinar matahari. Faktor lain seperti sun
shading, penghawaan alami, design fasad yang responsif, pewarnaan
bangunan dan pemanfaatan ruang luar dikombinasikan sebagai strategi
kolektif untuk penghematan energi tanpa mengurangi kenyamanan.
 Hearst Tower adalah sebuah Gedung Perkantoran Hijau - Schenck
Timotius dalam http://graphics.suite101.com/
 Hearst Tower terletak di New York, di 300 West 57th Street , 959 Avenue
8, dekat Columbus Circle di Midtown Manhattan. Bangunan ini adalah
markas dari Corporation Hearst, bersama-sama dengan
Cosmopolitan, Esquire, Marie Claire, Harper's Bazaar, Good
Housekeeping, Seventeen, dan San Francisco Chronicle.
 Enam lantai pertama merupakan inisiatif pemilik, William Randolph
Hearst dan dipercayakan pada arsitek Joseph Urban. Bangunan ini selesai
1928 dengan biaya sebesar $ 2 juta dengan luas 3.700 m2. Design asli
yang terdiri dari batu telah diawetkan dalam desain baru sehingga
mampu menjadi landmark kota.
 Awalnya dibangun sebagai dasar untuk sebuah pencakar langit,
pembangunan menara itu ditunda karena depresi besar. Penambahan
menara baru selesai hampir delapan puluh tahun kemudian, dan 2.000
karyawan Hearst bekerja pada tanggal 4 Mei 2006.
 Menara yang dirancang oleh Norman Foster, dengan struktur yang
direkayasa oleh WSP Cantor Seinuk, dan dibangun oleh konstruksi
Turner- memiliki tinggi 46 lantai, setinggi 182 m dengan ruang kantor
luas 80.000 m2.
 Pola pembingkaian segitiga yang jarang digunakan (juga dikenal
sebagai diagrid) memerlukan 9.500-10.480 ton struktur baja- sekitar 20%
lebih sedikit dari frame baja konvensional. Hearst Tower adalah gedung
pencakar langit pertama di New York setelah 11 September
2001. Bangunan ini menerima 2006 Emporis Award
Skyscraper, mengutip sebagai pencakar langit terbaik di dunia selesai
tahun itu.
 Hearst Tower adalah gedung perkantoran "hijau" pertama di New York
City, dengan sejumlah pertimbangan lingkungan. Lantai atrium ditaburi
dengan kapur panas konduktif . Pipa Polietilena yang tertanam di lantai,
diisi dengan sirkulasi air untuk pendingin di musim panas dan pemanas di
musim dingin. Hujan dikumpulkan di atap disimpan dalam tangki di ruang
bawah tanah untuk digunakan dalam sistem pendingin, untuk mengairi
tanaman dan bagi patung air di lobi utama. 85% dari baja struktur
bangunan mengandung bahan daur ulang. Secara keseluruhan, bangunan
telah dirancang untuk menggunakan kurang dari 26 % energi dari
persyaratan minimum untuk kota New York, dan memperoleh penunjukan
emas dari Amerika Serikat Green Building Council 's LEED program
sertifikasi, menjadi pencakar langit pertama dengan nilai Emas .
 fitur atrium di eskalator melalui patung cerita air berjudul Icefall, adalah
air terjun yang luas dibangun dengan ribuan panel kaca, yang
mendinginkan dan melembabkan lobi.
 Secara sederhana konsep green architecture bisa diterapkan dalam
rancangan rumah sederhana sekalipun, hanya apakah ada goodwill atau
tidak untuk penerapannya. Konsep-konsep sederhana seperti rumah
hemat listrik, hemat air, dan sebagainya dapat mulai diterapkan untuk
mengantisipasi berkurangnya sumber listrik dan air di kehidupan sehari-
hari.
 Green architecture saat ini lebih menjadi suatu kebutuhan daripada
sekedar sebuah pola labelisasi style atau gaya saja, menjadi suatu
keharusan ketika buruknya kualitas lingkungan hidup terus dededungkan
saat ini. Kadang disayangkan ketika green architecture yang seharusnya
merupakan sebuah prinsip sebagai perwujudan moral seorang arsitek
telah terperangkap pada pola labelisasi style.