Sie sind auf Seite 1von 109

DIGESTI & ABSORPSI MAKANAN

REFERENCES:
1. Stanley E Manahan. 2003. Toxicological Chemistry &
Biochemistry. 3ed. Lewis Publishers. A CRC Press Company
Boca Raton London. NY. Washington. DC.
2. Murray R, Granner DK, Mayes PA, Rodwell VW. 2003.
Harper’s Illustrated Biochemistry. 27ed. Lange Medical
Books/McGraw-Hill. Med Publ Div.
3. Colleen Smith. 2nd ed. Marks Basic Medical Biochemistry A
Clinicall approach.
4. Hery Winarsi. Antioksidan Alami…. Kanisius.
DIGESTI
Digesti (Pencernaan makanan), yi proses hidrolisis
nutrisi kompleks menjadi senyawa sederhana
Absorpsi adalah penyerapan dan transport produk
pencernaan melewati sel epitel intestinal
hingga mencapai sirkulasi.

Digesti meliputi 2 proses yi:


1. Mekanik: mis mengunyah
 Luas permukaan mol zat mkn >>
 Kontak enzim >>

2. Kimiawi: mis proses hidrolisis oleh enzim


FOOD

KARBOHIDRAT PROTEIN LEMAK

1,2-DG FA
GLUKOSA PEPTIDA + AA

2 MG

1 MG

MULUT

LAMBUNG

USUS HALUS
Gb. Overall
digesty
DIGESTI
Digestion is an enzymatic hydrolysis process by which
polymeric macromolecules are broken down with
the addition of water into units that can be absorbed
from the gastrointestinal tract into blood in the
circulatory system; material that cannot be absorbed
is excreted as waste, usually after it has been
subjected to the action of intestinal bacteria.
Various enzymes perform digestion by acting on materials in the digestive
tract. Carbohydrase, protease, peptidase, lipase, and nuclease enzymes
hydrolyze carbohydrates, proteins, peptides, lipids, and nucleic acids,
respectively.

1. Digestion begins in the mouth through the action of amylase enzyme,


which is secreted with saliva and hydrolyzes starch molecules to glucose
sugar.
2. The major enzyme that acts in the stomach is pepsin, a protein-
hydrolyzing enzyme secreted into the stomach as an inactive form (a
zymogen) that is activated by a low pH of 1 to 3 in the stomach, resulting
from hydrochloric acid secreted into the stomach.
3. In the small intestine, the digestion of carbohydrates and proteins is
finished, the digestion of fats is initiated, and the absorption of hydrolysis
product nutrients occurs. The first part of the small intestine, the
duodenum, is where most digestion occurs, whereas nutrient absorption
occurs in the lower jejunum and ileum.
The small intestine produces a number of enzymes, including aminopeptidase,
which converts peptides to other peptides and amino acids; nuclease; and
lactase, which converts lactose (milk sugar) to glactose and glucose.
.
FAKTOR2 YANG MEMBANTU DIGESTI

Pengolahan mkn
 makanan menjadi lunak
 selulosa pecah (kerja enzim ringan)
hidrolisis parsial
protein terkoagulasi
muncul bau yg m’rangsang getah

 Buah/sayuran yg telah masak: pati  gula

Pengunyahan
 perluas permukaan mol
 kontak enzim
Sekresi cairan digestivun
Sekresi Saliva 1200-1500ml/d pH 6,38-6,85

Sekresi getah lambung 1200-2000 ml/d 1

Sekresi pankreas 800-1200ml/d 8,0-8,3

Empedu 1000 ml/d 7,8

Sekresi usus halus 1000-3000 ml/d 7,0-8,5

Sekresi kelj Brunner 200 ml/d 8,0-8,9

Sekresi usus besar 200 ml/d 7,5-8,0


DIGESTI DI MULUT
- Merupakan awal
proses digesti
- Kurang memiliki arti,
krn hanya singgah
sebentar
- Peranan saliva
penting.
Lactose  Glucose +
Saliva
 adl cairan yg disekresikan oleh:
a. Kelj. Parotis ( antara pipi & rahang bawah)
b. Kelj submaksilaris (dibawah rahang atas)
c. Kelj. Sublingualis (dibawah lidah)
 Kualitas+kuantitas bervariasi tgt jenis makanan
 Sekresi saliva dipengaruhi oleh:
a). Reflex (pikiran, bau, melihat makanan)
b). Rangsangan mekanik dalam mulut (makanan)
c). Rangsangan kimia (mis bumbu masak, gula)
Saliva (continued)
Komposisi Saliva:
a. Air , 99.3-99.7% 30% anorganik: Cl-, HCO3-, Na+, K+, Ca++,
Mg++, PO3-, SO4--, CNS-, NO3-
b. Senyawa padatan
70% organik: ptialin, musin, protein, kolesterol,
fosfatida, as.laktat, kholin, fenol, urea, glukosa,
c. BD: 1,002-1,012 IgA, E (fosfatase, lipase, karb.anhidrase)

d. pH 6,38-6,85 (tergantung [HCO3-]/[H2CO3]


e. Produksi: 1200-1500 ml/d

• Saat makanan dikunyah di mulut,  campur saliva (alfa amilase 


merubah tepung  disakarida maltosa+polimer glukosa kecil lain)

• Aktivitas amilase saliva non aktif pada pH 4,0


• Transit Makanan di mulut singkat & tidak lebih 5% yg dihidrolisis 
masuk lambung
Saliva (continued)
 Poli- dan di-sakarida dikonversi menjadi
monosakarida oleh alfa amilase pada ikatan 1-
4 glikosidik, berakhir dengan pH asam yang
mendenaturasinya
 Musin saliva mrpk glikoprotein yang licin,
penting untuk lubrikasi (pelumas).
 Alfa amilase disebut endoglikosidase, bekerja
pd ikatan internal, tempat menyebar.
Sebaliknya disebut eksoglikosidase jika
bekerja secara berurutan dari ujung - akhir
KH
Saliva (continued)

Fungsi Saliva:
1. Membasahi/membersihkan mulut
2. Menjaga pH konstan (buffer)
3. Melicinkan makanan, shg mudah ditelan (musin)
4. Melarutkan bhn yg merangsang alat pencecap
5. Amilum+glikogen ptialin maltosa + dekstrin
(krg penting, krn singgah sebentar)
6. Ekskresi obat2an ttt (morfin, etanol, dll).
7. Antibakteri (thiocyanat, laktoferin, lisozim)
Enzyme
Product
Amylase: Starch Glucose
Glycogen Maltose
Dextrin

Lipase lingual:
> Secreted by von Ebner’s glands of tongue
 Involved in first phase of fat digestion
 Hydrolyzes medium- to long-chain triglycerides
 Important in digestion of milk fat in new-born
 Unlike other mammalian lipases, it is highly hydrophobic
DIGESTI DI LAMBUNG
 Lambung bukan organ penting
untuk absorpsi

 Air dan senyawa larut lipid mulai Ayam rica-rica


diserap (mis etanol dan asam
lemak rantai pendek + sedang)
(C2-12).

 Yang penting: Getah lambung


Komposisi Getah Lambung:

• air : 97-99%
Organik: Musin, pepsin, renin, lipase
• sisanya

Anorganik: H+, Cl-, Na+, K+, PO4-3


• wujud: cairan encer, kuning pucat, pH 1
• Sekresi 1200-2000 ml/hari

Yang memproduksi getah lambung yi:


• Sel utama/chief/peptic : pepsinogen, lipase, pepsin
• Sel parietal/ border: HCl, KCl dan faktor intrinsik
• Sel kerucut/mukosa: bikarbonat dan musin
• KH: Di lambung selama 1 jam, sebelum bercampur dengan asam
lambung, dicerna sekitar 30-40 menit
 Diet serat, umumnya tersusun dari polisakarida, tidak dapat dicerna
oleh enzim intestinal manusia

• Setelah kimus (isi lambung) dikosongkan dari lambung 15-30 menit


semua tepung telah dicerna di duodenum oleh amilase pankreas 
maltosa+polimer glukosa yang sangat kecil

• Protein : Mulai dalam lambung→pepsin aktif pada pH 2-3 →hidrolisis


ikatan peptide→10-20%total protein→ proteosa + pepton +
polipeptida
• Musin merupakan lubrikan yang melindungi mukosa dari
injuri
• HCl, mengkonversi pepsinogen  pepsin (aktif), dan

sebagai bakterisida
• Lipase: Triasilgliserol  di + mono-asilgliserol
• Bbrp hasil hidrolisis lemak berperan untuk emulsifikasi lipid
pada lambung
• Lemak dicerna dilambung oleh lipase lingual dari kelenjar
lingual yang ditelan bersama saliva (hanya <10%, sehingga
kurang penting).
FAKTOR2 YG MEMPENGARUHI SEKRESINYA getah Lambung:

Tahap sefalik (tahap psikis): reflex krn rasa, bau, melihat mkn enak, or
memikirkan sesuatu (stress).

Tahap gastrik (hormonal), sekresi krn:


• rangsangan makanan di lambung
• adanya bhn kimia dari mkn yg terlarut, dpt merangsang sekresi
hormon gastrin (m.pilorus)  aliran darah  merangsang
sekresi g.lambung.

Tahap intestinal (hormonal). Makanan dlm duodenum merangsang


• sekresi g.lambung & setelah melewati duodenum sekresinya
menurun.
Sekresi asam lambung
(HCl)
 Plasma mrpk sumber ion Cl-,
dipompa mll transport aktif ke
dalam lumen melalui sel
mukosa lambung

 Sekresi H+ ke lumen juga


melalui transport aktif oleh
H+K+ATPase pada membran
plasma sel parietal

 Cl- masuk, HCO3- keluar, H+


masuk, K+ masuk

 Bersamaan dengan sekresi ion,


air bergerak dari plasma ke
lumen sehingga getah lambung
isotonik dengan plasma
Fungsi HCl Lambung:

1. Pepsinogen  pepsin (aktif)


2. Antiseptik (mengurangi pr pembusukan di
lambung)
3. Denaturasi protein, shg mudah dicerna
enzim
4. Merangsang sekresi prosekretin
5. Prosekretin  sekretin (aktif)
Enzim yg bekerja di getah
lambung:
1. Pepsin H+
• Diproduksi sel utama (Chief cells) dl bentuk pepsinogen  pepsin
• Endopeptidase, mampu mencerna protein proteosa, pepton, aa
• Pepsin: protein  fragmen peptide + AA
• Disimpan sebagai pepsinogen
• Pepsinogen  pepsin, terjadi secara autokatalitik pada pH asam
• Memotong ikatan pada AA aromatik spt Phe, Tyr atau AA dengan dua
gugus karboksilat (Asp)
• pH optimum pepsin 1,0-2,0
• Getah lambung juga mengandung lipase, pH optimum 4,0
2. Rennin/Khimosin
• Disekresi sbg Prorenin H+ Renin
• Getah lambung juga membantu menggumpalkan susu
• Hanya terdapat pada lambung bayi
• Kasein + Ca++  paracasein (enz: rennin)
• Paracasein  pepton (pepsin)

3. Lipase
• Diproduksi sel mukosa lambung (mgd musin)
• Protektif thd mukosa lambung
• Bufer HCl lambung
• Musin (yg larut) utk transpor vit B12.
• The liver and the pancreas are
not part of the digestive tract as
such, but they provide
enzymes and secretions
required for digestion to occur
in the small intestine.

• The pancreas secretes


amylase, lipase, and nuclease
enzymes, as well as several
enzymes involved in breaking
down proteins and peptides.
• As discussed below with
digestion of fats, the liver
secretes a substance called
Bile that is stored in the
gallbladder and then secreted
into the duodenum when
needed for digestion of fats.
DIGESTI DI USUS HALUS
Pencernaan di usus halus dilakukan oleh E dari:

a). Getah pancreas


b). Getah empedu
• bersifat alkali, dpt menetralkan keasaman khimus
c). Getah usus halus • dpt membantu aktivitas E dari g.pancreas & us-ha
Cairan/getah tsb disekresi
sec hormonal, melalui
rangsangan adanya HCL,
Kantong Lambung
empedu lemak, protein, KH, dll, shg
disekresikan hormon pada
mukosa duodenum +
jejunum, kmd lewat darah,
diangkut ke hati, kd
empedu & pancreas untuk
merangsang sekresinya
getah.

Gambar: Siklus Enterohepatik


5 jenis hormon yg berperan

 Sekretin, merangsang pancreas utk sekresikan getah


cair yg mgd bikarbonat >> & E <<
 Pankreosimin, merangsang pankreas sekresikan
getah kental (E >>, bikarbonat <<)
 Hepatokrinin, merangsang hepar sekresikan getah
empedu encer (garam<<)
 Kolesistokinin, merangsang kontraksi k.empedu
keluarkan isinya
Enterokrinin, merangsang kelenjar2 usus utk
keluarkan getah.
Getah Pancreas
- Sekresinya dirangsang o/ hormon Sekretin & Pankreosimin
- Berupa cairan encer jernih, tidak berwarna, bau kuat, alkalis,
sodium bikarbonat
- pH 7,5-8,0

Komposisi G. Pancreas

a). Air 98,5% 70% anorganik: HCO3-, Na+, K+, Cl-,


Ca++, Zn++, HPO4-, SO--
b). Bahan padatan

30% organik: tripsinogen, chimotripsinogen,


elastase, phospolipase, prokarboksipeptidase,
lipase pankreas, amilase pankreas,
ribonuklease, deoksiribonuklease, albumin,
globulin
c). BD 1,008

d). Sekresi 800-1200ml/hari


Enzim yang berperan dalam getah pancreas:

1. Tripsin & khimotripsin


Protein proteosa, pepton, polipeptida, aa.
• Disekresi dlm bentuk : tripsinogen dan chimotripsinogen,
diaktifkan oleh enzim mukosa duodenum enterokinase/
enteropeptidase yang membelah secara hidrolitik pada terminal
hexapeptide.
• Tripsin bekerja pada ikatan peptida dimana gugus karboksil
berhubungan dengan arginin/lisin
• Chimotripsin  ikatan peptide yang dibentuk oleh AA aromatik
• Daya proteolitik: endopeptidase pd pH optimum 8,0
• Protein, proteosa, pepton (dari lambung  polipeptida, peptida)
• Kalsium membantu mengaktivasi dan mempercepat kerja tripsin
Beberapa Zymogens (proenzim)
 Pepsinogen + HCl  Pepsin
(low pH; i.e. = 2.0 optimum; no activity > pH 5.0)
 Trypsinogen + Enterokinase  Trypsin
(intest. mucosa)
 Chymotrypsinogen + Trypsin  Chymotrypsin
 Procarboxypeptidases A & B + Trypsin  Carboxypeptidase
2. Karboksipeptidase, mrpk eksopeptidase, dg sasarannya AA
terminal yang mengandung ggs karboksil.

 Bekerja pada ikt peptida di ujung karboksil


 Hasil: peptida + AA bebas

3. Ribonuklease+deoksiribonuklease
 Asam nukleat  polinukleotide

4. Amilase pancreas (disebut juga amilopepsin)


 Amilum  maltosa
 Glikogen  glukosa

 Aktivator : ion Cl
 Aktivitasnya = amilase saliva, beda pH, lebih basa
 Kerja: ikatan 1-4 glikosidik
 Hasil : maltosa, maltotriosa, dextrin+ sedikit glukosa
5. Lipase pancreas (disebut juga steapsin)
• Activator: garam empedu
• Lemak netral  asam lemak bebas + 2-monogliserida
• Garam logam berat menghambat aktifitasnya
• Aktivitas E ini akan meningkat, bila:
•TG lbh mudah
 BM asam lemak meningkat dicerna dp DG
 Derajat ketidak jenuhan bertambah •Gliserida dg as lemak
pendek lbh lama
 Jumlah asam lemak dalam mol gliserida bertambah dicerna.

6. Kolesterol ester hidrolase  kolesterol ester


Kholesterol ester  Kholesterol + as lemak
7. Ribonuklease (RN-ase) dan Deoxiribonuklease (DN-ase)
Asam nukleat  Nukleosida
8. Fosfolipase A2  Menghidrolisis ikt ester posisi 2 dari
gliserofosfolipid (empedu, diet) menjadi lisofosfolipid.
Enzyme Getah pancreas Product

1. Amylase:
Starch
Glucose
Glycogen
Maltose
Dextrin
2. Lipase: Glycerol
Lipids
Fatty acids
Monoglycerides

Peptides
3. Trypsin: Protein
Amino acids
4. Chymotrypsin Protein Peptides
Amino Acids
5. Carboxypeptiase* Protein
Peptides +
Amino acids
6. Buffers Neutralize stomach acids
Getah Usus Halus
• Disekresi oleh kelj Brunner & Lieberkuhn (dalam mukosa usus)
• Sekresi diatur oleh H enterokrinin.
• Sekresi mukoid melindungi mukosa duodenum
• Mensekresi sukus enterikus, vol 1000-3000ml/hari, pH 7,0-8,5
• Senyawa organik: aminopeptidase, dipeptidase, enteropeptidase,
lipase, fosfatase, esterase, sukrase, invertase, maltase, laktase,
nuklease, nukleotidase.

Komposisi:
Air : 98-99%
 seny padatan : 1-2% (enzim, musin, garam anorganik)
Enzim2dalam getah usus halus

1. Aminopeptidase
Eksopeptidase, menghidrolisis ikt peptida pada AA terminal.
Hasil : peptida +AA bebas
2. Dipeptidase, menghidrolisis dipeptida  peptida + AA bebas.
3. Prolinase, menghidrolisis ikatan peptida dengan terminal prolin
4. Disakaridase dan Oligosakaridase
Memecah 1-4 alfa glikosidik
5. Isomaltase
Memecah ikatan 1-6 alfa glikosidik
6. Laktase
Memecah 1-4 beta glikosidik
7. Trihalase memecah 1-1 alfa glikosidik
8. Invertase, memecah 1-2 beta glikosidik
Enzyme Usus halus Product

1. Maltase Maltose Glucose


2. Lactase Lactose Glucose+ Galactose
3. Sucrase Sucrose Glucose+ Fructose
4. Aminopeptidase Protein Peptides + AA
5. Dipeptidase Peptides Amino acids
6. Nucleases Nucleoproteins Purines +
Pyrimidines+
Phosphoric acid+
Pentoses
Getah Empedu
Disekresi oleh
a). sel-sel hati (secara kontinu), kmd disimpan di dalam kantong
empedu. Warna kuning agak encer. BD 1,01. pH 7,1-7,3.
b). Mukosa kantong empedu & salurannya
- disini jg diproduksi musin
- warna coklat kehijauan, kental
- BD 1,04. pH 6,9-7,7.
Jika ada rangsangan (mis makanan), kt empedu akan mengosongkan
isinya, mensekresikan getah empedu (bersamaan g.pancreas), masuk
ke duodenum.
Sekresi: 500-1100 ml/d.
 Hormon yang merangsang sekresi g. empedu adl
hepatokrinin (m.duodenum).
 Bahan yg merangsang sekresi g. empedu disbt
kholagogue (mis lemak, daging, garam empedu).
 Komposisi g. empedu:
• Kolesterol
• Garam/asam empedu
• Pigmen empedu.
a. Kolesterol, disintesa di hepar, sebagian diubah menjadi asam
empedu.
Empedu (Tak tgt diet)
 Kadar Kolesterol dalam :
Darah (tgt diet)

 Saat digesti, sebag asam empedu dalam usus direabsorpsi (di bag
ileum), setelah melewati vena porta kembali ke hepar lagi, kmd di
resekresikan kembali, oleh sebab itu peredaran getah empedu
dsbt: siklus entero hepatik (See Gambar ).

b. Garam empedu
 Garam Na/K dari asam glykocholat & asam taurocholat, dibentuk
dari konjugasi glisin dan taurin dengan asam cholat derivat dari
kolesterol

c. Pigmen empedu: pemecahan dari Hb


 Pigmen utama: bilirubin + biliverdin
 Selama disimpan, mukosa kt empedu mengubah komposisi
empedu menjadi pekat terutama karena absorpsi air dan ion
anorganik+ penambahan mukus
Fungsi garam empedu

1). Emulsifikasi
Membantu digesti & absorpsi lipid+vitamin
larut lemak
2). Penetralisir asam, karena pH nya basa
3). Ekskresi Obat-obatan, toksin, pigmen
empedu, bahan anorganik (Cu, Zn, Hg)
• Enterosit di vili brush border usus halus mengandung laktase,
sukrase, maltase, dan alfa dextrinase, merubah disakarida 
monosakarida
• Monosakarida diserap ke darah portal
• Glukosa, galaktosa dan fruktosa yang terbentuk dari enzim
pencernaan diabsorpsi oleh sel epitel usus halus, melalui transport
aktif yang tergantung Na+, kemudian difusi terfasilitasi

• Transport yang terfasilitasi diperantarai oleh GLUT (protein glucose


transporter)
 Protein (berupa proteosa + pepton + polipeptida) masuk ke usus
halus dicerna oleh tripsin, kimotripsin, karboksipeptidase dan
proelastase  polipeptide + asam
amino
• Pada mikrovili usus halus, enterosit mengeluarkan peptidase
(aminopolipeptidase +dipeptidase) merubah polipeptida  asam
amino+ sedikit dipeptida

• Pada sitosol enterosit, dipeptida  asam amino oleh peptidase


spesifik

• Asam amino tunggal  ditransport ke darah


• Lemak: Di usus halus, diemulsifikasi oleh garam empedu + lesitin
(dari getah empedu)

• Lipase pankreas menyerang gelembung lemak (hanya pada


permukaan)  asam lemak bebas + 2-monogliserida

• Ester kolesterol dihidrolisis oleh ester kolesterol hidrolase

• Fosfolipid dihidrolisis oleh fosfolipase A2


ABSORPSI MAKANAN

Absorpsi adalah proses penyerapan dan Transport produk pencernaan


melewati sel epitel intestinal hingga mencapai sirkulasi.
Absorpsi terjadi sepenuhnya didalam sel epitel usus halus.

ABSORPSI GLUKOSA:
Glukosa ditransport melalui sel intestinal dengan cara:
a). diffusi terfasilitasi
b). transport terfasilitasi tergantung Na+
(Sumber: Murray et al., 2000)
 Tidak terikat Na+
 Terletak pada sisi sel serosa
 Glukosa + Fru bergerak melalui transporter
terfasilitasi dari konsentrasi tinggi ke dalam sel
konsentrasi rendah tanpa perlu energi (difusi)
 Juga terdapat pada permukaan sisi lumen sel
absorpsi
 Berada dalam sel yang berbeda-beda
 Terdiri dari protein isoform dari gen yang
berbeda
 Macam Transporter:
 GLUT 1
 GLUT 2
 GLUT 3
 GLUT 4
 GLUT 5
 Sel epitel ginjal yang mereabsorpsi glukosa
ke darah mempunyai transporter glukosa
tergantung Na+ yang sama dengan sel epitel
intestinal
Absorpsi Fruktosa
 Fruktosa diserap lebih lambat
daripada glukosa or galaktosa
 Dibantu lewat difusi dengan
bantuan GLUT 5
 Pengangkutan aktif glukosa
dihambat oleh :
 Ouabain (glikosida jantung)
inhibitor pompa Na+
 Florhizin  inhibitor proses
reabsorpsi glukosa dalam tubulus
renalis
Peran
insulin
 Insulin merangsang ambilan membran sel
terhadap transporter glukosa yang terletak
dalam membran vesikel di dalam sel
 Peningkatan sejumlah transporter glukosa
pada permukaan membran menyebabkan
glukosa lebih banyak masuk ke dalam sel
 Efek paling besar pada sel otot dan adiposa
 Jika insulin tidak masuk, transporter glukosa
berkurang, glukosa tidak bisa masuk sel
Serat makanan/fiber
 Ada 5 kategori : selulosa,
hemiselulosa & lignin (Serat
( tidak
larut ), Pektin, Gum & Hidrokoloid
(Serat larut)

 Manusia tidak mempunyai enzim


yang mencerna serat makanan

 Oleh bakteri dirubah menjadi CO2,


H2O, H2, CH4, dan asam lemak
rantai pendek

 Serat tipe tertentu seperti pectin


dapat menurunkan kadar kolesterol
dengan berikatan pada asam
empedu

 Pectin juga menurunkan laju


absorpsi gula sederhana dan
mencegah peningkatan glukosa
darah setelah makan pada DM 
bisa untuk diet DM
Intoleransi laktosa
 Dapat terjadi karena :
 Primer, Defisiensi produksi laktase
 Sekunder, akibat injuri mukosa intestinal
 Laktosa yang tidak diabsorpsi dikonversi
oleh bakteri kolon menjadi asam laktat, CH4,
H2
 Efek osmotik dari laktosa dan asam laktat
mengakibatkan diare
Absorpsi Lipid
 FA pendek sampai sedang tidak perlu
garam empedu
 Diabsorpsi langsung oleh epitel
intestinal langsung ke darah portal
 Ditransport ke liver dengan berikatan
pada albumin serum
 FA + 2MAG dipacking dalam misel
 Lipid lain, kolesterol dan vit larut
lemak juga ikut

 Misel ditransport ke mikrovili permukaan


sel epitel intestinal lalu diabsorpsi

 Dalam epitel intestinal, FA+2MAG


bergabung kembali di dalam RES
(retikulum endoplasma halus) untuk
membentuk TG (Trigliserid)

 TG bergabung dengan apoprotein,


fosfolipid, kolesterol, dan lipid lain
membentuk kilomikron
Kilomikron
 Dengan proses eksositosis
(keluarnya dari sel), kilomikron
disekresi oleh sel epitel
intestinal ke dalam sistm
limfatik dan masuk ke darah
melalui duktus torasikus

 Kilomikron nascent (yg baru


terbentuk) ketika menerima
protein dari HDL di dalam
limfatik dan darah  menjadi
kilomikron matur

 HDL mentransfer protein jenis


apoprotein E dan apo CII

 Apo CII ini sebagai aktivator Gambar: Kilomikron & Lipoprotein


lipoprotein lipase (LPL)

 LPL dihasilkan oleh sel adiposa,


sel otot dan sel kelenjar mamae
Kilomikron
Kilomikron (Continued)
 LPL melepas FA dari TG
 FA diikat albumin dibawa ke jar
adiposa u/ disimpan
 Dibawa ke jar otot u/
dioksidasi menjadi energi

 Gliserol dilepaskan dari TG oleh


LPL, bisa dipakai u/ sintesis TG
di hepar

 Bagian kilomikron yang masih di


dalam darah setelah kerja
disebut kilomikron remnant

 Kilomikron remnant ini berikatan


pada reseptor di sel hepatosit
dan masuk dengan proses
endositosis

 Kilomikron remnant dicerna oleh


enzim lisozim menghasilkan FA,
AA, gliserol, kolesterol, fosfat dll
yang dapat digunakan oleh sel
Asam amino
 Diabsorpsi melalui:
 Transport tergantung Na+
 Difusi terfasilitasi
 Transport terikat pada γ-glutamyl cycle
DETOKSIFIKASI
PENDAHULUAN
Detoksikasi merupakan perubahan biokimia (metabolisme)
senyawa asing (toksik) (=dikenal xenobiotik) menjadi
senyawa larut air, so mudah diekskresi mel urin, feses,
getah empedu.
 Yang termasuk xenobiotik: obat-obatan, food aditif,
polutan, dll
 Yang termasuk seny toksik ada 3 kelompok, yi:
a. Komp organik sintetik: air, water, food pollutant, Food additive kimia,
drugs, pesticides, solvents, PAH (polycyclic aromatic hydrocarbons),
cosmetics.
b. Senyawa toksin alami: mycotoxins, mycrobial toxins, plant toxins,
animal toxins.
c. Komp kimia anorganik: NO2 (g), SO2 (g), Be, Cd, Hg, Pb.
Zat Xenobiotik
 Asal kata Yunani xenos = asing
 Xenobiotik artinya senyawa asing bagi tubuh.
 Seny xenobiotik bersifat lipofilik, so masuk tubuh dg cara penetrasi
membran lipid, diangkut o/ lipoprotein masuk ke darah.
 Hati: organ tubuh utama untuk proses detoksikasi

Metabolisme xenobiotik terdiri atas 2 fase :


a). Fase-1: untuk senyawa2 reaktive polar, cocok sebagai substrat
enzim fase-2. Enzim fase-2 membawanya mel konjugasi dg bbg
substrat endogenus spt gula, AA, etc, so membntk produk larut air
dan mudah diekskresi. Proses ini biasanya disebut “sequence
detoksikasi”, berupa intermediate reactive, yg mungkin malah lebih
aktif dp semula.
Intermediate reactive lebih sering tbt pada fase- 1 monooksigenasi
krn produk bersifat elektrofilik yang cocok dg komponen nukleofilik.
Yang termasuk reaksi fase-1:
a. Monooksigenasi mikrosomal
b. Oksidasi sitosolik & mitokondrial
c. Kooksidasi dalam reaksi prostaglandin
sintetase.
d. Reduksi
e. Hidrolisis
f. Hidrasi epoksida.
b). Fase- 2 : Produk2 metabolisme fase-2 dan xenobiotik
lainnya mengandung gugus fungsional spt
hidroksil, amino, carboxyl, epoxide, halogen.
Gugus2 ini kemudian akan berkonjugasi dengan
metabolit endogenus.
Beberapa kemungkinan terjadi pada produk konjugasi:
- Lebih polar
- Kurang toksik
- Lebih siap diekskresi.
Reaksi konjugasi ini merupakan aktivasi oleh beberapa
intermediate berenergi tinggi, yg dikelompokkan
dalam 2 tipe, yaitu tipe I dan II.
Tipe I, sebagai agen konjugasi (sulfat, glikosida) diaktivasi
dg substrat menghasilkan produk konjugasi.
Tipe II, diaktivasi, kmd berkombinasi dg AA ttt,
menghasilkan produk konjugasi.
Tujuan fase-fase tsb
1. u/ meningkatkan kelarutannya dlm air (polaritas)
mudah diekskresi
2. Yg. sgt hidrofobik  tertahan di jar adiposa
3. Pd kasus ttt justru senyawa inaktif  aktif (dsbt
prodrug atau prokarsinogen)
• Fase 1 : mengubah senyawa aktif  lebih aktif
atau < aktif sblm konjugasi
• Fase 2: (Konjugasi), aktif  inaktif atau <
aktif  diekskresikan melalui urin atau
getah empedu
• Istilah detoksifikasi kurang tepat
Sitokrom P 450

 Reaksi utama fase 1 : hidroksilasi


 Enzim-enzim : monooksigenase dan sitokrom
P450
 Reaksi :
RH + O2 + NADPH + H+  R-OH + H2 O +
NADP
 RH berupa obat-obatan, zat-zat karsinogen,
polutan, snyw endogen mis steroid
 Mekanisme reaksi sangat kompleks
 Sit P450 tereduksi Sit P450 teroksidasi

RH + O2  ROH + H2O
 Enzim monooksigenase utama dlm R.E.
 Sgt penting, 50 % obat-obatan dimetabolisis o/ sit
P450
 Juga bekerja pd zat karsinogen & polutan
Hal-Hal Penting U/ Sitokrom P 450
 Merupakan hemoprotein,kadar tertinggi dlm
membran RE hati
 Dlm mitokondria jar adrenal
 Penting dlm biosintesis steroid
 6 senyawa cytokrom P450, masing2 senyawa
mempunyai spesifitas substrat yg luas.
 NADPH terlibat dlm mekanisme reaksi Cyt- P 450
dsbt NADH Cyt-P 450 reduktase
 Lipid mrpkn komponen Cyt- P 450, berbentuk
fosfatidil kolin, yaitu lipid utama dlm membran RE
 Sifat : dpt terinduksi
 Penting u/ mekanisme interaksi obat
Reaksi Konjugasi
 Reaksi fase 2 : derivat terkonjugasi dgn molekul2 spt as
glukoronat, sulfat, glutation  mol lebih lrt dlm air,
ekskresi mll urin atau getah empedu
 5 tipe reaksi fase 2 (konjugasi)
1). Glukoronidasi
• UDP asam Glukuronat : donor glukuronil
• Enzim glukuronil transferase : dlm RE atau sitosol
sbg katalisator
• anilin, as benzoat, meprobamat, fenol & steroid
diekskresi sbg glukoronida.
• Glukoronida dpt terikat dg. oksigen, nitrogen atau
gugus sulfur pd substratnya.
• Glukuronida : reaksi konjugasi srg terjadi.
2). Sulfatasi
• Sebagian alkohol, arilamina & fenol
• Donor sulfat : sulfat aktif
3). Glutation = GSH
• Glutation mrpkan tripeptida yg td. as glutamat, sistein &
glisin
• Zat xenobiotik elektrofilik yg potensial beracun akan
terkonjugasi dg GSH nukleofilik
• R + GSHO  R-S-G
• (R= xenobiotik elektrofilik)

Tripeptida glutation diproduksi oleh tubuh dari 3 AA,


yaitu N-acetyl-cysteine, L-glutamic acid and glycine.
GSH mrpk agen pelindung thd stress oksidasi dalam
sel yg kerjanya melalui Glutathione redox cycle.
GSH berfungsi dalam detoxification xenobiotics,
carcinogens, free radicals and peroxides;
pengaturan sistem imun; mempertahankan membran
dan struktur sel, berfungsinya protein dan enzim sel
dan turnover nya.
 Konjugasi glutation selanjutnya mengalami
metabolisme lagi sblm diekskresi.
 Gugus glutamil & glisin dr glutation 
dikeluarkan o/ enzim-enzim spesifik & ggs
asetil di+kan kpd ggs amino dlm bagian
sisteinil lainnya, snyw yg dhslkn asam
merkapturat yaitu konjugat L-asetil sistein
diekskresi melalui urin
 Glutation memiliki fungsi penting lainnya :
 Ikut dlm penguraian hidrogen peroksida (H2O2) yg

potensial beracun, yg dikatalisis o/ glutation


peroksidase (GSH-PX)
 Zat pereduksi intra sel penting utk membantu

mempertahankan ggs SH yg esensial


 Bekerjanya GSH-PX, dengan cara mengoksidasi
glutation bentuk tereduksi (GSH) menjadi
bentuk teroksidasi (GSSG).
 GSH mencegah lipid membran dan unsur-unsur
sel lainnya dari kerusakan oksidatif dengan cara
merusak molekul H2O2 dan LOOH. Dalam
aktivitasnya GSH-Px memerlukan glutation
sebagai kosubstrat dan glutation reduktase
(GR) untuk merestorasi glutation teroksidasi
menjadi bentuk tereduksi
SOD Katalase
O2*- H2O2 H2O
GSH-PX

GSH GSSG

GR

NADPH NADP+

G6PD

Gambar. Detoksikasi ROS oleh enzim antioksidan primer.


Gambar: Sistem antioksidan
4). Asetilasi
X + asetil Ko-A  asetil X + KoA
(X = senobiotik)
Enzimnya asetil transferase dlm sitosol
khususnya hati
5). Metilasi
 Enzim metiltransferase

 Sadenosilmetionin : donor metil


Akibat lebih jauh dari reaksi
 Cedera sel (sitotoksisitas)  mati
melalui pengikatan kovalen dg makromolekul sel
sasaran DNA, RNA, protein.
 Terikat dg protein, termodifikasi  mengubah sifat
antigenisitasnya  bekerja sbg hapten 
bergabung dg antibodi  merusak sel
 Reaksi spesies karsinogen aktif dg DNA 
karsinogen tidak langsung enzim epoksida hidroksilase,
memberikan efek protektif terhadap karsinogen
tertentu.
Gambar: Tahapan kanker