You are on page 1of 29

IMBALAN KERJA

kelompok 9:

Rohmat Hidayat (5552160070)


Fidini Elrikatryani (5552160071)
Chaerunisa (5552160073)
Jenis – jenis Imbalan Kerja

Imbalan Kerja Jangka Pendek

Pesangon

Imbalan Pasca Kerja

Imbalan Kerja Jangka Panjang Lainnya


Imbalan Kerja Jangka Pendek


Imbalan kerja jangka pendek adalah imbalan kerja
yang diharapkan akan diselesaikan seluruhnya
sebelum 12 bulan setelah akhir periode pelaporan saat
pekerja memberi jasa. Imbalan kerja jangka pendek
pada umumnya mencakup gaji, upah, iuran jaminan
sosial, cuti berimbalan, bagi laba dan bonus, atau
imbalan lainnya seperti rumah dan kendaraan dinas
Perlakuan Akuntansi

Perlakuan akuntansi atas imbalan kerja jangka pendek relatif


sederhana karena tidak memerlukan perhitungan aktuaria dan tidak
didiskontokan. Seluruh nilai imbalan yang menjadi hak karyawan diakui
sebagai beban, kecuali jika imbalam tersebut termasuk dalam biaya
produksi persediaan atau perolehan aset tetap, maka harus
dikapitalisasi sesuai ketentuan pada PSAK 14 (Revisi 2008) Persediaan
dan PSAK 16 (Revisi 2011) Aset Tetap. Jika terdapat imbalan yang
terutang maka akan diakui sebagai liabilitas.
Perlakuan akuntansi khusus diterapkan pada cuti berimbalan
dan bagi laba dan bonus. Cuti berimbalan adalah hak cuti yang
memberi kompensasi berupa imbalan.

1. Imbalan yang akan diterima pada saat pekerja memberikan jasa


yang menambah hak cuti berimbalan di masa depan, jika cuti boleh
diakumulasi; dan
2. Imbalan yang diterima pada saat cuti terjadi, jika cuti tidak boleh
diakumulasi.
Sementara pada bagi laba dan bonus, perusahaan harus
mengakui beban sebesar prakiraan pembayaran bagi laba dan
bonus, apabila:

1. Terdapat kewajiban hukum atau kewajiban konstruktif atas


pembayaran beban tersebut sebagai akibat dari peristiwa
masa lalu: dan
2. Kewajiban tersebut dapat diestimasi secara andal.

Kewajiban konstruktif dapat timbul berdasarkan Kebiasaan


yang dilakukan perusahaan di masa lalu. Jika perusahaan tidak
mempunyai alternatif realistis lainnya kecuali melakukan
pembayaran, maka bagi laba dan bonus diakui sebagai
liabilitas sebesar jumlah yang belum dibayar
Pesangon

Pesangon adalah imbalan yang terutang akibat PKK, baik


yang berasal dari keputusan karyawan atas tawaran
perusahaan (sukarela). Pembayaran pesangon haruslah
dalam bentuk tunai, kecuali karyawan menyetujui
pembayaran dalam bentuk nontunai.
Perlakuan Akuntansi

Perusahaan mengakui pesangon sebagai liabilitas dan beban pada


tanggal yang lebih awal diantara:

1. Ketika penawaran atas imbalan tesebut tidak dapat ditarik kembli,


dan
2. Ketika biaya-biaya terkait restrukturisasi telah diakui oleh PSAK 57
(Revisi 2009) Provisi, Liabilitas kotinjensi, dan Aset Kontinjensi.

Perusahaan dikataka tidak dapat lagi menarik pesangon yang


ditawarkan secara sukarela pada waktu yang lebih awal antara:

1. Ketika pekerja menerima tawaran; dan


2. Ketika pembatasan (misalnya: persyaratan hukum, peraturan atau
kontraktual atau pembatasan lainnya) atas kemampuan entitas
untuk menarik tawaran berlaku.
Imbalan Pasca Kerja


Imbalan pascakerja adalah imbalan kerja yang
disediakan perusahaan (selain pesangon) dan
akan diberikan kepada pekerja setelah
menyelesaikan masa kerjanya. Pesangon
bukan merupakan imbalan pascakerja karena
karyawan berhenti sebelum masa kerja
normalnya.
Karakteristik

Program imbalan pascakerja terdiri atas 2 (dua)
jenis, bergantung pada karakteristiknya yaitu
sebagai berikut:

1. Program Iuran Pasti


2. Program Imbalan Pasti
Imbalan Kerja Jangka
Panjang Lainnya

Definisi

◍ Imbalan kerja jangka panjang


lainnya adalah imbalan kerja (selain
imbalan pasca kerja dan pesangon)
yang jatuh tempo lebih dari 12 bulan
setelah akhir periode pelaporan saat
pekerja memberikan jasanya.
Imbalan Kerja Jangka Panjang
Lainnya
Perlakuan Akuntansi

◍ Untuk imbalan kerja jangka panjang lainnya, perusahaan


menghitung total nilai neto dari jumlah berikut :

Biaya jasa Biaya bunga neto


atas liabilitas (aset) Pengukuran
imbalan pasti neto kembali dari
liabilitas (aset)
imbalan pasti neto

Nilai neto tersebut diakui di dalam laba rugi (kecuali jika terdapat
SAK lain yang mensyaratkan atau mengizinkan jumlah tersebut
dalam biaya perolehan aset.
Imbalan Pasca Kerja

Program
Iuran Pasti

◍ Definisi

◍ PSAK 24 (Revisi 2010) menyatakan bahwa


program iuran pasti adalah suatu program
imbalan pascakerja dimana pemberi kerja
membayar iuran sebesar jumlah yang
sudah ditetapkan kepada Dana Pensiun,
namun jumlah imbalan yang akan
dibayarkan tidak ditentukan karena
tergantung dari ketersediaan aset program.
Imbalan Pasca Kerja
Program
Iuran
Pasti

◍ Perlakuan Akuntansi

Jika perusahaan telah membayar seluruh iuran yang jatuh


tempo untuk bulan tersebut/ atau bulan jatuh tempo:
Beban xxx
Kas xxx
Jika perusahaan belum membayar atau baru membayar
sebagian dari iuran yang telah jatuh tempo:
Beban xxx
Kas xxx
Liabilitas xxx
Imbalan Pasca Kerja
Program
Imbalan
Pasti

Definisi

PSAK 24 (Revisi 2010) menyatakan bahwa program


imbalan pasti adalah suatu program imbalan pascakerja
dimana pemberi kerja wajib membayar sesuai dengan
imbalan yang disepakati bagi pekerja saat selesai masa
kerja nanti.
Imbalan Pasca Kerja
Program
Imbalan
Pasti

Karakteristik

 Memiliki kewajiban hukum dan konstruktif yang disebut


Kewajiban Imbalan Pasti yang memerlukan asumsi
demografis dan asumsi keuangan.
 Untuk memenuhi kewajiban tersebut, perusahaan
menyisihkan dana yang dibayarkan melalui iuran secara
periodik kepada Dana Pensiun yang diakumulasikan
dan diinvestasikan sebagai Aset Program.
 Menanggung risiko atas perubahan nilai Kewajiban
Imbalan Pasti yaitu :
1. Risiko Aktuarial
2. Risiko Investasi
Imbalan Pasca Kerja
Program


Imbalan
Pasti

Perlakuan Akuntansi

Untuk memahami perlakuan akuntasinya, perlu


dipahami lebih dulu dua komponen utama dari
program imbalan pasti, yaitu Kewajiban
Imbalan Pasti dan Aset Program.
Imbalan Pasca Kerja

Program
Imbalan
Pasti

Kewajiban Imbalan Pasti

Kewajiban Imbalan Pasti merupakan imbalan


yang akan dibayarkan dimasa depan atas jasa
pekerja periode berjalan dan periode-periode
berlalu. Kewajiban masa depan tersebut diukur
pada tanggal pelaporan sebesar nilai kini
menggunakan tingkat diskonto, yang selanjutnya
disebut dengan Nilai Kini Kewajiban Imbalan
Pasti (NKKIP).
Imbalan Pasca Kerja
Program
Imbalan
Pasti

Faktor –faktor yang mempengaruhi Nilai Kini Kewajiban


Imbalan Pasti

• Biaya Jasa
◍ 1. Biaya jasa kini
◍ 2. Biaya jasa lalu
◍ 3. Keuntungan atau kerugian atas penyelesaian
• Biaya Bunga
• Pengukuran kembali yang mencakup keuntungan dan
kerugian aktuarial
Imbalan Pasca Kerja
Program
Imbalan
Pasti

Aset Program

Aset Program adalah dana yang disediakan


untuk membayar Kewajiban Imbalan Pasti. Aset
program tersebut dikelola secara terpisah di
Dana Pensiun. Aset Program diukur pada
tanggal pelaporan sebesar nilai wajar yang
disebut dengan Nilai Wajar Aset Program
(NWAP).
Imbalan Pasca Kerja
Program
Imbalan
Pasti

Faktor –faktor yang mempengaruhi Nilai Wajar Aset Program :

Pendapatan Bunga

Iuran atau
Penarikan

Pengukuran
Kembali
Program
Imbalan
Pasti

Nilai Liabilitas dan Beban yang Diakui

◍ Nilai liabilitas diakui sejumlah nilai defisit atau surplus


atas aset terhadap nilai kewajiban pada program
imbalan pasti

◍ Jumlah yang diakui:


◌ Nilai kini kewajiban imbalan pasti
◌ Dikurangi: nilai wajar aset program

◍ Jika surplus: aset yang diakui adalah nilai terendah


antara nilai surplus atau batas atas aset
Program
Imbalan
Pasti


Nilai beban yang diakui

◍ Biaya jasa, yang mencakup biaya jasa kini,


biaya jasa lalu, dan keuntungan atau kerugian
atas penyelesaian
◍ Ditambah (dikurang): beban (pendapatan
bunga bersih)
Contoh kertas kerja
Jurnal

Beban 81.530.000
Kas 30.000.000
Liabilitas 2.980.500
Penghasilan Komprehensif Lain 48.550.000
Penyajian dan Pengungkapan

Imbalan jangka pendek,


pesangon, dan program iuran
pasti: disajikan seperti biasa

Program imbalan pasti:

◌ Saling hapus: jika perusahaan memiliki lebih dari


satu program imbalan pasti, maka aset pada suatu
program dapat disalinghapuskan dengan liabilitas
pada program lain
◌ Klasifikasi aset dan liabilitas: tidak ada ketentuan,
biasanya dikategorikan sebagai jangka panjang
◌ Komponen keuangan dari beban imbalan pasti:
tidak ada ketentuan, disatukan menjadi satu
kelompok beban
Penyajian Pada Laporan Posisi Keuangan
Pengungkapan Pada Catatan atas Laporan Keuangan
(lanjutan)
Thank you