You are on page 1of 29

INTRUMEN KEUANGAN, KAS DAN PIUTANG

NAMA KELOMPOK
ABDUL HARIS (01117048)
NURUL KHASANA (01117049)
M.ROMY AZADIN (01117050)
ANDREAN EKA PUTRA (01117055)
ONY ARYA PUTRA.W
MUHAMMAD AL MA’RUF
INSTRUMEN KEUANGAN, KAS DAN PIUTANG
1. PENGERTIAN INSTRUMEN KEUANGAN
Pengertian Instrumen Keuangan adalah suatu kontrak yang menambah nilai asset atau
liabilitas keuangan, terdiri dari kas dan piutang.
Bentuk Instrumen Keuangan Aset Keuangan

Terdiri Atas :
a. Kas.
b. Instrument entitas yang diterbitkan entitas lain
c. Hak Kontraktual:
1) Untuk menerima kas atau asset keuangan lainnya dari entitas lain.
2) Untuk mempertukarkan asset keuangan dengan entitas lain dengan kondisi
berpotensi untung.
d. Kontrak yang akan atau mungkin diselesaikan engan menggunakan
instrument ekuitas yang diterbitkan oleh entitas dan merupakan :
1) Non derivatif dimana entitas harus atau mungkin diwajibkan untuk
menerima sejumlah yang bervariasi dari instrument yang diterbitkan
entitas.
2) Derivatif yang akan atau mungkin diselesaikan selain dengan
mempertukarkan kas dalam jumlah tertentu atau asset keuangan lain
dengan jumlah tertentu dengan instrument ekuitas yang diterbitkan entitas.
Liabilitas Kontraktual

.
1. LIABILITAS KONTRAKTUAL
a. Unuk menyerahkan kas atau asset keuangan lain kepada entitas lain.
b. Untuk mempertukarkan asset keuangan dengan entitas lain dengan kondisi berpotensi tidak
menguntungkan entitas.

Instrumen Ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas
asset suatu entitas setelah dikurangi dengan seluruh liabilitasnya.
Konsep PengakuanKeuangan
dan Pengukuran Instrumen

Pengukuran Aset atau Liabilitas keuangan dapat dibedakan menjadi 2, yaitu :


a. Untuk asset dan liabilitas keuangan yang pengukuran setelah pengakuan awal
menggunakan nilai wajar, biaya transaksinya diklasifikasikan sebagai beban periode
berjalan.
b. Untuk asset dan liabilitas keuangan yang pengukuran setelah pengakuan awal tidak
menggunakan nilai wajar, biaya transaksinya dikapitalisasi menambah nilai aseet atau
liabilitas keuangan Asset keuangan mengalamin penurunan nilai jika nilai tercatat asset
lebih tinggi dibandingkan nilai yang dapat diperoleh kembali
Klasifikasi Aset Keuangan
• a. Aset Keuangan Diukur Dengan Nilai Wajar Melalui Laba Rugi Asset keuangan
diukur dengan nilai wajar melalui laba rugi (fair value to profit and loss atau
FVPL) adalah asset keuangan yang dimaksudkan untuk tujuan dijual dan dibeli
kembali dalam waktu dekat (surat berharga diperdagangkan)
• b. Investasi Dipegang Hingga Jatuh Tempo Investasi dipegang hingga jatuh tempo
adalah asset nonkeuangan nonderivatif dengan pembayaran tetap atau telah
ditentukan dan jatuh temponya telah ditetapkan secara entitas mempunyai intensi
positif dan kemampuan untuk memiliki asset keuangan tersebut hingga jatuh
tempo.
• c. Pinjaman yang Diberikan atau Piutang (loans or receivable – LR) Adalah aset
keuangan nonderivatif dengan pembayaran yang telah ditentukan dan tidak
mempunyai kuotasi pasar aktif, kecuali yang termasuk dalam tiga kategori aset
keuangan yang lain.
• d. Aset Keuangan Tersedia untuk Dijual (available to sale – AFS) Adalah aset
keuangan nonderivatif yang ditetapkan tersedia untuk dijual atau tidak
diklasifikasikan sebagai FVPL, HTM, dan LR.
• Kas adalah keuangan yang digunakan untuk kegiatan operasional
perusahaan. Kas termasuk instrumen keuangan dalam klasifikasi aset
keuangan. kas merupakan alat pembayaran yang siap dan bebas digunakan
untuk membiayai kegiatan entitas. Kas tediri dari uang kartal yag disimpan
entitas, uang tersimpan dalam rekening bank, dan setara kas. kas yang
dicadangkan dengan penggunaan khusus tidak boleh dikategorikan sebagai
kas, tetapi diklasifikasikan sebagai cadangan
Beberapa bentuk pengendalian terhadap kas adalah :
a. Terdapat pemisahan tugas antara pihak yang melakukan otoritas dengan
pembayaran, pihak yang melakuan pengelolaan kas dan pencacatan, pihak
pengguna dan pihak pembayar.
b. Penggunaan lemari besi untuk menyimpan kas atau di ruang tertutup dengan
akses terbatas
c. Penerimaan dan pengeluaran kas menggunakan rekening yang berbeda
d. Pengeluaran uang dilakukan melalui bank dan menggunakan cek sehinggan
terdapat pengendalian pencacatan oleh pihak lain
e. Penerimaan kas dilakukan melalui bank, untuk keamanan dan pengendalian
pencatatan
f. Penggunaan sistem imprest kas kecil untuk memenuhi kebutuhan kas dalam
jumlah kecil.
g. Rekonsiliasi antara pencatatan perusahaan dengan rekening koran bank
Sistem Imprest Kas Kecil
SISTEM IMPREST KAS KECIL

• Sistem Imprest Kas Kecil kas kecil xxx


Kas di bank xxx
adalahmekanisme kas kecil dimana
dana dipertahankan tetap. Pada awalnya
dibentuk dana kas kecil dalam jumlah
tertentu.
• Fluctuating system, dalam sistem ini
tidak ditetapkan sejumlah tertentu
sehingga saldonya bervariasi dari awktu
ke waktu.
SISTEM IMPERST KAS KECIL

Fluctuating system, dalam sistem ini tidak ditetapkan sejumlah


tertentu sehingga saldonya bervariasi dari awktu ke waktu. Penggantian
tidak didasarkan pada jumlah terpakai tetapi sering kali ditetapkan
sejumlah tertentu Dalam rangka pengendalian, sistem imprest lebih baik,
karena jumlah dana kas kecilnya bisa dikontrol dan tidak akan terjadi
penumpukan dana kecil dalam unit pembayar.
• Rekonsiliasi bank dapat diartikan sebagai proses penyesuaian catatan kas yang ada
di suatu perusahaan dengan pencatatan di bank. Bank diharuskan mengirimkan
laporan rekening koran yang berisikan informasi mengenai seluruh transaksi baik
pengambilan dari ATM atau tunai ataupun penyetoran uang dengan berapapun
jumlahnya oleh nasabah ataupun perusahaan yang melakukannya selama waktu atau
periode tertentu.
• Tujuan Rekonsiliasi bank Memastikan kesesuaian antara pencatatan di bank dan
perusahaan
1. Dapat mencegah terjadinya penyelewengan dana pada kedua belah pihak
2. Mencegah kecurangan-kecurangan yang mungkin dilakukan pihak tertentu seperti
adanya transaksi fiktif yang tidak pernah dilakukan pihak perusahaan maupun bank
3.Memastikan bahwa pembayaran telah di proses dan kas telah disetorkan ke bank
4. Mengoreksi jika terjadi kesalahan pencatatan
5.Mengetahui jumlah penerimaan dan pengeluaran yang belum tercatat oleh perusahaan
Contoh Rekonsiliasi Bank
1. Setoran dalam Perjalanan
2. Jasa Giro
3. Cek Beredar
4. Cek Kosong
5. Piutang Wessel
BENTUK REKONSILIASI BANK
Secara umum penyebab perbedaan saldo dalam rekening bank dengan
saldo kas menurut pencatatan entoitas ialah :

1) Penerimaan yang dilakukan oleh bank namun belum diketahui oleh


entitas
2) Penerimaan yang dilakukan oleh entitas namun belum disetorkan atau
sudah disetorkan namun belum terlihat pada rekening koran bank.
3) Pengeluaran yang dilakukan oleh bank namun belum diketahui oleh
entitas
4) Pengeluaran yang dilakukan oleh entitas namun belum diamboil oleh
pemegang cek.
5) Kesalahan mencatat dapat terjadi baik oleh bank maupun entitas
BENTUK PIUTANG
a. Perusahan pembiayaan selain bank, mengklafikasikan
piutang menurut jenis pembiayaan konsumen, piutang pembiayaan
sewa, dan piutang pembiayaan kartu kredit.
b. Piutang yang didasarkan pada faktur dari transaksi penjualan,
disebut piutang dagang. Piutang dagang dalam penyajikan
diklasifikasikan sebagai piutang dari pihak berelasi dan piutang dari
pihak ketiga.
c. Piutang yang tidak terkait dengan penjualan atau pendaptan disebut
piutang lainnya. Jumlah piutang lainnya biasanya tidak signifikan
dibandingkan dengan jumlah piutang dagang atau piutang usaha.
d. Kredit yang disalurkan oleh bank juga merupakan bentuk piutang 2.
WESEL TAGIH
• Wesel Tagih Wesel tagih (promissory notes atau notes
receivable) merupakan klaim perusahaan kepada pihak
ketiga yang didukung janji tertulis yang tidak bersyarat
untuk membayar dalam jangka waktu tertentu
• Penerbit wesel disebut wesel bayar (notes payable) karena
penerbit berjanji untuk membayar, sedangkan penerima
wesel disebut wesel tagih (notes receivable) karena
penerima memiliki hak klaim untuk menagih.
• Wesel tagih diterbitkan untuk membayar penjualan, piutang
jatuh tempo, dan memperoleh pinjaman
Piutang dan Pinjaman yang Diberikan
Piutang merupakan klaim suatu perusahaan
pada pihak lain. Kategori piutang dipengaruhi
oleh jenis usaha entitas.
Beberapa bentuk Piutang
• Perusahan pembiayaan selain bank, mengklafikasikan piutang menurut
jenis pembiayaan konsumen, piutang pembiayaan sewa, dan piutang
pembiayaan kartu kredit.
• Piutang yang didasarkan pada faktur dari transaksi penjualan, disebut
piutang dagang. Piutang dagang dalam penyajikan diklasifikasikan sebagai
piutang dari pihak berelasi dan piutang dari pihak ketiga.
• Piutang yang tidak terkait dengan penjualan atau pendaptan disebut
piutang lainnya. Jumlah piutang lainnya biasanya tidak signifikan
dibandingkan dengan jumlah piutang dagang atau piutang usaha.
• Kredit yang disalurkan oleh bank juga merupakan bentuk piutang
Pengakuan Awal
Piutang diakui dalam laporan posisi keuangan jika entitas tersebut menjadi
bagian dalam kontrak piutang. Sesuai dengan PSAK 55, piutang diakui oleh
entitas sebesar nilai wajar. Nilai wajar merupakan harga perolehan atau nilai
pertukaran antara kedua belah pihak pada tanggal transaksi. Jika piutang
tersebut tidak berbunga, maka akan dihitung dengan menggunakan tingkat
suku bunga pasar pada saat pendapatan diterima. Referensi yang digunakan
untuk menentukan tingkat suku bunga pasar adalah bunga yang berlaku
untuk piutang serupa di pasar. Dalam praktiknya, sering digunakan tingkat
suku bunga risk free ditambah risk premium. Untuk piutang yang memiliki
nilai wajar, entitas dapat menggunakan nilai wajar pada saat pengukuran awal
dan melakukan pengukuran secara konsisten dengan menggunakan nilai
wajar. Sebaliknya, jika entitas tidak memilih menggunakan nilai wajar pada
pengukuran awal, maka pada pengakuan selanjutnya tidak boleh memilih
menggunakan nilai wajar
• Biaya Transaksi ---> Standar mengatur untuk aset keuntungan yang tidak
diukur dengan nilai wajar (termasuk piutang), pengukuran awal sebesar
nilai wajar ditambah dengan biaya transaksi. Biaya transaksi adalah biaya
yang dikeluarkan untuk memperoleh keuntungan piutang.
• Diskon Penjualan ---> Potongan penjualan dalam bentuk hargamaupun
kuantitas akan mempengaruhi pencatatan pendapatan, namun tidak
mempegauhi pencatatan piutang. Piutang akan dicatat sebesar nilai setela
dikuangai dison penjualan. Nilai setelah diskon adalah harga wajar dari
prolehan piutang tersebut. Pendapatan akan diakui sebesar nilai setelah
potongan/diskon. Diskon penjuaan yang dikaitkan dengan pembayaran
dapatdicatat dengan 2 metode yaitu metode piutang neto(net method) &
metode piutang bruto (gross method)
Pengukuran Setelah Perolehan
• Piutang termasuk kategori aset keuangan pinjaman yang dibeikan dan
piutang. Menurut PSAK 55 (revisi 2011), LR dikur berdasarkan biaya
perolehan yang diamortisasi dengan menggunakan suku bunga efektif.
Setiap Tanggal pelaporan entitas mengevaluasi apakah terdapat bukti
objektif bahwa piutang mengalami penurunan nilai. Jika terjadi penurunan
nilai maka entitas harus melakukan penurunan nilai sesuai dengan
ketentuan penurunan nilai untuk aset keuangan yang diukur pada biaya
perolehan diamortisasi
• Untuk bentuk pinjaman yang diberikan, penukra setelah tanggal
perolehan membutuhkan peritungan amortisasi diskon dan preium setiap
tanggal pelaporan. Amortisai ersebut akan menyesuaikan nilai tercatat
piutang, sehingga nilai piutang akan menunjukan biaya perolehan yang
diamortisasi. Dalam praktiknya, bentuk pinjaman dengan bunga banyak
diberikan oleh entitas perbankan atau lembaga keuangan. Untuk pinjaman
bukan dari lembaga keuangan bentuk ini diberikan dalam bentuk wesel
tagih dalam jangka panjang.
Penurunan Nilai
• Piutang pada setiap tanggal pelaporan harus
dievaluasi apakah terdapat bukti objektif
mengalami penurunan nilai. Jika terdapat bukti
objektif maka akan diakui kerugian penurunan
nilai. Bukti objektif terjadi akibat dari satu atau
lebih peristiwa setelah pengakuan awal yang
mrugikan dan berdampak pada arus kas dimasa
depan. Peristiwa yang menyebabkan penurunan
nilai meliputi data dan informasi yan dapat
diobservasi yang menjadi perhatian pemegang
aset
Contoh Peristiwa Yang Menyebabkan
Penurunan Nilai
• Piutang tidak dilunasi saat jatuh tempo
• Bunga dan pokok tertunggak dalam beberapa kali termin pembayaran.
• Pihak pemberi kelonggaran memberikan kelonggaran akibat kesulitan
keuangan yang dialami pihak peminjam, dalam bentuk perpanjangan
jangka waktu pelunasan atau penurunan tingkat suku bunga
• Peminjam diyatakan pailit oleh pengadilan.
• Memburuknya kondisi ekonomi yang menyebabkan kemampuan
membayar pihak peminjam akan menurun.
Penghitungan Penurunan Nilai
• Average charge-off method, mendasarkan jumlah penurunan nilai berdasarkan data historis
rata-rata tingkat kerugian pinjaman beberapa tahun sebelumnya. Untuk masing- masing
tahun, diperoleh data saldo piutang, jumlah piutang yang harus dihapuskan, serta jumlah
piutang yang telah dihapuskan namun dapat ditagih. Dihitung jumlah pinjaman neto yang
dihapuskan yaitu pinjaman neto yang dihapuskan dikurangi pinjaman neto yang telah
dihapuska namun dapat ditagih (recovery). Rata-rata kerugian pinjaman tiap tahun dihitung
dari pinjaman neto yang dihapuskan dibagi rata-rata pinjaman untuk masing- masing tahun.
Rata-rata kerugian pinjaman dihitung berdasarkan data 5 tahun. Presentase tersebut akan
digunakan untuk menilai kerugian pinjaman secara kolektif.
• Metode rool rate menghitung probabilitas piutang pada periode saat ini akan tetapi menjadi
periode berikutnya. Presentase roll rate ini dihitung dalam jangka waktu 1 tahun, untuk
kemudian dihitung nilai rata-ratanya.(Nilai roll rate per tahun digunakan untuk menentukan
nilai piutang tidak tertagih untuk masing-masing umur piutang. Caranya dengan mengalikan
presentase tertagih pada periode tersebut dan setelahnya)
Jurnal Penurunan Nilai
1. Metode penghapusan langsung (direct write off method), dimana
piutang yang diturunkan nilainya langsung dihapuskan tanpa dibuat akun
cadangan penurunan nilai. Metode ini memiliki pengendalian yang
kurang baik. Entitas sulit memonitor jumlah piutang yang telah
diturunkan sebelumya.
2. Metode pencadangan (allowance method), dimana metode ini lebih
tepat digunakan dalam mencatat penurunan nilai. Nilai cadangan
penurunan nilai pada akhir periode merupakan rekonsiliasi dari cadangan
penurunan nilai pada awal periode, koreksi pada periode sebelumnya
(jika ada), penambahan penurunan nilai pada periode berjalan,
pengurangan karena penghapusan piutang, dan penambahan karena
recovery pelunasan piutang dari piutang yang telah dihapuskan.
Penghentian Pengakuan
• Penghentian pengakuan (derecognition) akan menyebabkan
nilai piutang dan pinjaman tidak lagi dicatat dalam laporan
keuangan. Terjadi ketika kontrak tersebut berakhir dan
dipenuhi.
• PSAK 55 secara spesifik menyebutkan, entitas menghentikan
pengakuan asset keuangan, jika dan hanya jika :
• a. Hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari asset
keuangan tersebut berakhir.
• b. Entitas mentransfer asset keuangan yang memenuhi
criteria penghentian pengakuan.
Penyajian
• Piutang dalam laporan posisi keuangan disajikan dalam kelompok
aset lancar. Perusahaan menyajikan piutang dalam beberapa
katagori, yaitu : piutang dagang, piutang usaha dan piutang lain.
Perusahaan dalam bidang industri khusus yang memiliki klasifikasi
penyajian piutang lebih detail. Pada perusahaan yang bergerak di
bidang perbankan, piutang disajikan dalam katagori kredit atau
pinjaman yang diberikan. Sedangkan, pada perusahaan pembiayaan
(multifinance), piutang disajikan sebagai piutang pembiayaan
konsumen, pembiayaan anjak piutang dan piutang leasing. Namun
ada beberapa perusahaan tidak menyajikan dalam laporan posisi
keuangan dan cukup membuat pengungkapan dalam CALK. Nilai
piutang disajikan di laporan posisi keuangan setelah dikurangi
dengan cadangan kerugian penurunan nilai.
Pengungkapan
• A. Pengungkapan kebijakan akuntansi piutang, diletakkan bersamaan dengan
pengungkapan instrumen keuangan. Kebijakan akuntansi yang terdapat dalam
kebijakan akuntansi piutang meliputi : metode pengakuan awal, metode
pengukuran setelah perolehan, metode untuk menghitung penurunan nilai,
dan penjelasan mengenai penghapusan piutang. Penjelasan piutang dalam
kebijakan akuntansi dilakukan secara bersamaan dengan instrumen keuangan
yang lain
• B. Pengungkapan rincian piutang yang menjelaskan angka dalam laporan
keuangan pokok, CALK dalam rincian laporan keuangan dan penjelasan
tentang piutang meliputi :
• 1) Jenis piutang yang dimiliki, contoh : menurut mata uang dan sifat piutang.
• 2) Rincian piutang yang dilakukan kepada pelanggan dengan jumlah signifikan.
• 3) Identifikasi piutang yang diklasifikasikan sebagai aset lancar dan aset tidak
lancar.
• 4) Penurunan nilai piutang dan penjelasan penurunan nilai yang dilakukan
secara kolektif maupun individu.
5. Piutang yang digunakan sebagai jaminan.
6. Informasi terkait dengan risiko, yang menjelaskan :
• Piutang yang telah jatuh tempo atau mengalami penurunan nilai.
• Nilai terbawa dari piutang yang mengalami penurunan nilai yang telah
dinegosiasikan.
• Analisis umur piutang atas piutang yang telah jatuh tempo.
7. Nilai wajar piutang.
8. Semua konsekuensi risiko kredit atas piutang
C. Penjelasan lain yang material dan signifikan, perbankan biasanya akan menjelaskan
secara detail kebijakan penurunan nilai yang dilakukan, baik dari cara penentuan
signifikansi maupun cara penghitungan cadangan penurunan nilai untuk piutang
secara kolektif. Secara khusus pengungkapan piutang mengikuti ketentuan dalam PSAK
50 Instrumen Keuangan : Penyajian dan PSAK 60 Intrumen Keuangan : Pengungkapan.
Analisis Piutang
• Entitas melakukan analisis piutang yang dimiliki perusahaan dengan
menekankan pada risiko tidak tertagihnya piutang. Dalam melakukan
analisis, pertama harus dicermati kebijakan akuntansi yang dilakukan
dalam mengukur serta menilai piutang dan cadangan penurunan nilai.
• Analisis piutang dilakukan dengan cara melihat perputaran piutang dan
umur piutang. Perputaran piutang dihitung dari penjualan dalam satu
periode dibagi piutang rata-rata dalam satu tahun. Piutang rata-rata
dihitung dari piutang awal ditambah piutang akhir periode dibagi dua.
Entitas dengan perputaran piutang tinggi menandakan bahwa entitas
tersebut bagus.