Sie sind auf Seite 1von 52

Dr. Retno Pudji Rahayu,drg,M.

Kes
Depart. Patologi Mulut dan Maksilofasial
FKG Unair
Oral Biolog
Faculty of
 Mucosal surface is major portal of entry for
pathogens
 At least 90% of infectious microorganisms use
the mucosae
as portals of entry
Examples include sexually transmitted infections
caused by HIV,Chlamydia, Neisseria, HSV;
gastrointestinal infection caused by
Helicobacter pylori and Vibrio cholerae;
respiratory infections caused by RSV and
influenza;
 Mucosal surfaces can generally be divided
into a
- Type I mucosal surfaces (such as those in
the gut and the lungs)
Epitel : simple columnar epithelium
Major antibody isotype : sIgA
Mucosa associated Lymphoid Tissue
Mucus source : sel Goblet dan kelnjar pada
Crypta
- Type II mucosal surfaces (such as those in
the vagina eyes and , eyes and mouth)
Epitel : Stratified squamous epithelium
Major antibody isotype : IgG
Bukan merupakan Mucosa associated
Lymphoid Tissue
Mucus source : sel Epitel
 a single layer of epithelial cells
 a layer of connective tissue (the lamina
propria) and a thin muscle layer
 The outside of the mucosa is lined with
mucus
 Mucus- made up of high molecular mass
glycoproteins
 Protecting the mucus membranes against
colonization and invasion by pathogens
 Preventing uptake of foreign proteins
 Preventing the harmful immune responses to
these antigens if they do reach the body interior
 While systemic immunity normally functions in
sterile environment and responds strongly to
foreign invaders, MALT must economically select
nature of the response in order to avoid tissue
damage and immunological exhaustion
 The first step in the induction of the mucosal immune
response is the transport of antigens across the
epithelial barrier
 Besides acting as a physical barrier mucosal epithelia
provides the immune system with a continuous influx
of information about the external environment
 Epithelial barrier varies from one tract to the other
 single layer covers the intestinal mucosa, the
airway tract varies from pseudostratified to
simple epithelium and oral cavity, pharynx urethra
and vagina have
a multilayered squamous epithelial lining
Suatu bentuk imunitas kekebalan tubuh yang
bekerja di permukaan mukosa untuk
mencegah terbentuknya koloni bakterial
dengan komponen utama antibodi IgA.

mengikat patogen sehingga patogen tidak


bisa menempel pada reseptor yang ada pada
permukaan sel epitel mukosa.
 Luas lapisan mukosa lebih besar daripada
lapisan kulit 400 M2 dan selalu terpapar oleh
antigen dari lingkungan luar yang dapat
masuk kedalam tubuh (melalui makanan,
minuman, dan udara).

Tubuh memiliki sistem mukosa yang unik


untuk mencegah terjadinya kolonisasi
patogen tersebut.
Sistem imun mukosa terdiri dari :
 komponen jaringan, tipe sel, dan molekul
efektor solubel yang bertanggung jawab
dalam perlindungan host terhadap infeksi
permukaan mukosa membran.
 80% diaktifasi oleh sel B
 Bagian dari sistem imun sistemik.
 Sistem imun mukosal di rongga mulut
merupakan bagian dari mucosa-associated
lymphoid tissue (MALT)
◊ Sel epitelial
◊ Lamina propria
◊ Limfosit B dan T
◊ Sel plasma
◊ Sel fagosit : makrofag, DC
 sistem imun di mukosa yang terdiri atas
jaringan limfoid : berhubungan dengan
mukosa (rongga mulut, saluran pernafasan,
saluran gastrointestinal)
 Secara morfofungsi, jaringan mukosa terdiri
atas jar limfoid
 ]ar limfoid terorganisasi berisi folikel
mukosal, yaitu GALT(Gut Associated
Lymphoid Tissues) di sal gastrointestinal dan
BALT (Bronchus Associated Lymphoid
Tissues) di sal pernapasan.
 GALT (gut-assoc. lymphoid tissue)
 BALT (bronchus-assoc. lymphoid tissue)
 NALT (nasal-assoc. lymphoid tissue)
 MALT (mucosa-associated lymphoid tissue )
 Berbagai temuan morfo fungsi mukosa yang
menunjukkan keberadaan sistem lokal semakin
memperkuat adanya imun mukosal.
 Respon imun lokal lebih mencerminkan perubahan
biologik yang terjadi di daerah yang mengalami
jejas
 Sistim imun mukosal lokal pada berbagai mukosa
dalam tubuh dapat saling berkomunikasi lewat
bantuan limfosit yg berpindah dari satu lokasi ke
lokasi lain  membentuk Common Mucosal
Immune System (CMIS).
 CMISrespons antibodi dapat distimulasi
pada membran mukosal yg terkena antigen
pada lokasi yang jauh.

 CMIS  terdiri dari MALT (Mucosa Associated


Lymphoid Tissue) yang berbeda tergantung
lokasi mukosa (GALT, BALT, NALT)
 Jaringan limfoid terorganisasi :
1. Sel M atau FAE ((Follicle Associated Epithelial)
- sel epitel pipih, sedikit berbulu getar
- mempunyai lapisan glycocalyc tipis.
- Tidak mengekspresikan MHC kelas II
2. Area Dome :
- dibawah epitel penutup mukosa,
- kaya sel mengekspresikan MHC kelas II
(mkrofag, sel dendritik, sel B) -
mampu menampilkan epitop antigen
untuk dikenali sel T
 3. Folikel :
- dibawah area Dome berisi germinal
centre dominasi sel B.
- Terjadi proliferasi dan maturasi sel B
- tidak dijumpai sel plasma.
- 40 % menampilkan IgA
Jar limfoid tersebar di mukosa, terdiri atas :
 Intraepithelial lymphocyte (IEL) :
- pada kead normal, jumlah IEL relatif sedikit
(6- 40/100 epitel)
- jumlah tsb akan meningkat pd reaksi
inflamasi.
 Penelitian pada tikus menunjukkan, IEL
merupakan limfosit efektor khusus, yg
mempunyai aktifitas sebagai sel NK (natural
killer), limfosit sitotoksik, mensekresi interferon
(IFN-γ)
 Lamina Propria Lymphocyte (LPL) terdiri atas
limfosit B dan T.
 limfosit B banyak didominasi oleh IgA.
 Limfosit T di lamina propria terdiri atas
limfosit CD4+ dan CD8+ dalam keadaan
aktif.
 Lamina propria juga mengandung Sel NK,
dan sel mast
 Mukus merupakan cairan yang membasahi dan
proteksi permukaan mukosa sebagian besar
terdiri dari glikoprotein disebut mucin (produksi
sel Goblet pada lap mukosa usus kecil)
 Fungsi mucin terutama untuk menjerat mikroba
dan benda asing lainnya  sebagian dgn
bantuan sIgA

ditransfer ke lamina propria yang


mengandung sel2 imunokompeten (dendritik
makrofag, limfosit didominasi CD4+, eosinofil dan
mastosit.
Sistem Imun Rongga Mulut
 Rongga mulut dijumpai MALTs yang meliputi
buccal mucosa, salivary glands, Waldeyer’s
ring (terdiri dari palatine tonsils and
adenoids), and pharyngeal lymphoid tissues.
 Pada sistem imun mukosal meliputi :
 1. innate immunity
 2. adaptive immunity
 Major isotipe: sIgA dimer
 Sel yang memproduksi antibodi dan sel T
efektor :
MALT
Tempat induksi dan efektor limfoid terpisah
Enteric bacterial flora: stimulus utama
perkembangan sistem imun mukosa
 Antigen pada lumen transportasi ke NALT
melalui sel “M”

Sel dendrit memproses antigen

jaringan limfoid

CD4+ T sel B di GC IgA

 Th2 memproduksi IL-5 dan IL-6 menginduksi


plasmablas sel plasma

 sIgA dimer transitosis ke mukosa epitel nasal dan


intestin
Melalui Sel M di mukosa (FAE (Follicle
Associated Epithelial)

Ditangkap APC (sel dendritik (DC), sel


limfosit B dan makrofag)

sel T CD4+ dan CD8+.


 Sel T CD4 teraktivasi dan berdiferensiasi :
 sel Th1 yang berfungsi untuk mengaktifkan
makrofag
 sel T h2 yang berfungsi untuk mengaktifkan
sel B
berdiferensiasi menjadi sel plasma

antibodi IgA.
secretory component
SIgA keluar dari sel epitel
 Secara histologi pada usus tersusun atas sel sel
epitel (cripta) yang memiliki vili-vili untuk menyerap
makanan
 diantara sel epitel terdapat dome area, yang dilapisi
epitel disebut follicle asossiated epithelium(FAE),
 Sebelah bawah dari FAE ada :
- sentrum germinativum yang didalamnya
banyak terdapat sel B
- area parafolikuler banyak terdapat sel T,
dendritik dan makrofag.
 Pada FAE terdapat sel M (mikrofold/membranus sell)
sebagai tempat masuknya antigen, memiliki vili
yang pendek sedikit dan jarang.
 Sistem imun mukosal merupakan bagian dr
sistem imun sistemik.
 Sistem imun mukosal menerima imunogen
melalui sel epitel spesifik, yaitu sel M
(microfold) atau FAE (Follicle Associated
Epithelial).
 imunogen akan masuk ke sel M melalui
pinositosis atau endositosis,
 Imunogen dilepas ke area sub epitelial Area
Dome di bawah epitel penutup mukosa

 Area Dome di bawah epitel penutup mukosa,
mengekspresikan MHC kelas II ( makrofag, sel
dendritik, dan limfosit B)
 mampu menampilkan epitop antigen untuk dikenali
limfosit T.
 Folikel berisi germinal center (GC), merupakan
daerah yg didominasi limfosit B.
- GC terjadi proliferasi dan maturasi sel B.
- Di GC tidak dijumpai sel plasma yang
memproduksi IgA.
 Daerah sekitar folikel dan interfolikel, banyak dijumpai
limfosit T.
 limfosit yang berada di sekitar folikel dan interfolikel,
terutama merup limfosit T supresor / sitotoksik (CD8+)
Melalui Crypt
Antigen masuk ke dalam lumen melalui crypt

ditangkap oleh sel dendritik,

Sel dendritik menuju ke limfonodi


mesentrik melalui aferen limfatika

bertemu dengan sel T CD4 Naive

memulai respon imun adaptif antibodi


SIgA.
Imunogen

 Berikatan dengan permukaan sel B

 Masuk ke sel M (endositosis)

 Vesikel –Imunogen melintasi sel M dari


permukaan luar ke dalam

 Imunogen dilepas ke area subepitelial


Sel M
• Merupakan salah satu komponen limfoid
mukosal  banyak dijumpai pd lokasi
induksi mukosa traktus intestinal dan
respiratorius bag atas
• Peran penting dalam inisiasi respon imun
mukosal dgn membawa (transport) Ag/
imunogen ke jaringan limfoid dibawahnya
• Merupakan sel epitel dgn bentuk datar yang
dapat dilalui air dan ion tetapi tdk dpt
dilewati makromolekul (dijaring)
• Hanya terdapat pada folikel epitel yg diatur
oleh MALT
 The role of the M cells is
absorption, transport,
processing, and
presentation of
anti gens to sub-
epithelial lymphoid cells
 Antigens are released to
cells of the immune
system beneath the
epithelium where antigen
processing and
presentation and
stimulation of specific B
and T lymphocytes takes
place
• Merupakan perubahan spesifik dari FAE
(Follicle Associated Epithelial)
• Bentuknya berinvaginasi membentuk poket
intraepitelial
• Dalam poket dapat terjadi interaksi
intraepitelial limfosit (IEL) dgn Ag internal
• Pada fase pre sel M  tidak punya
kemampuan mitosis  butuh waktu 1hari
untuk menjadi matur

mampu mengenali Ag
IMUNOGLOBULIN A(IgA) Pada MUKOSA

• Dalam bentuk dimer, diikat oleh komponen


sekretori (sIgA)
• Tujuan untuk memperkuat Ig terhadap ensim
proteolitik dan mencegah perlekatan bakteri
pada permukaan mukosa
• IgA tidak mengaktifkan komplemen melalui
jalur klasik melalui sistim properdin (C3)
• Tidak dapat melalui plasenta tetapi dapat
membantu imunitas neonatus karena
konsentrasi tinggi dalam kolustrum
 Komponen sekretori mengikat IgA dimer
melalui reseptor( poly Ig receptor) dan
mempermudah transportnya melalui sel epitel
mukosa
 IgA dimer disintesis sel plasma
 komponen “s” dari epitel lokal dan
penggabungan terjadi pada sel epitel

membawa sIgA kedalam rongga lumen


 Peran rantai “J” pada IgA dimer lebih
memperkuat ikatan komponen sekretori 
konfirmasi lebih optimal

 Dalam rongga mulut  melindungi mukosa dari


invasi virus selain miliki efek opsonisasi,
bakterisidal dan bakteriolitik
• Proses homing pada mukosa merupakan
kejadian spesifik pada jaringan mukosa
dimana apabila permukaan mukosa kontak
dengan Ag akan segera diproduksi IgA
spesifik.
• Konsep : aktivitas sistem imun mukosal untuk
mukosa dan terjadi di mukosa.
• 70-90% limfosit B adalah limfosit B IgA
 Mucosal Homing dimulai oleh interaksi
antara berbagai reseptor spesifik yang
terdapat pada limfosit di Pejer’pathces dan
ligan
 Interaksi tersebut melibatkan berbagai
molekul seperti adesin, CD44 dan integrin.
MEKANISME “SWITCHING” PD MUKOSA RONGGA
MULUT
 Terjadi perubahan “marker” /petanda pada
membran sel B karena kondisi spesifik di
mukosa
 Ig/Ab yang pertama kali dibentuk oleh tubuh
sebagai respon imun terhadap Ag adalah IgM

 terjadi switching menjadi Ab kelas lain yg


dipengaruhi sinyal dari sel Th dan ikatan
dengan ligand CD40(CD154) pada
permukaan sel T dan sel B
 Pengaruh perubahan marker diawali oleh
penghapusan intervensi urutan DNA dengan
bantuan TGF-β dan selanjutnya terjadi re-
arrangement DNA pada nukleus
 Proses switching utama pada mukosa adalah
klas IgA tanpa keterlibatan “Peyer’s patches”
atau MALT yg mengandung “germinal center”
 Proses peralihan dari sel B “bearing” IgM+
menjadi IgA+ terjadi pada lamina propria di
bawah pengaruh TGF-β dari sel stromal
 Lamina propria pada mukosa memiliki fungsi
imunologi sebagai efektor dan regio induksi
 berhubungan dengan fungsi homing
 Pengalihan petanda Ig juga dipengaruhi
sitokin yang diproduksi oleh sel-T
 Th2  produksi IL-4 induksi untuk
switching IgE dan IL-5 untuk IgA dan produk
IFN γ oleh Th1untuk induksi IgG1 dan IgG3
Arigato-Gozaimasu