Sie sind auf Seite 1von 23

Sinusitis

Ifa Hafifah, Ns. M.Kep.


Departemen Keperawatan Kritis
Program Studi Ilmu Keperawatan,
Fakultas Kedokteran Universitas Lambung
Mangkurat
Office: +625114772745
Mobile: +6285753170130
Anatomy
Anatomy
• Lateral View of Sinuses
Where are the sinuses?

• Four pairs of paranasal sinuses


– Frontal-above eyes in forehead bone
– Maxillary-in cheekbones, under eyes
– Ethmoid-between eyes and nose
– Sphenoid-in center of skull, behind nose and eyes
What are the sinuses?

• Sinuses have small orifices (ostia) which open


into recesses (meati) of the nasal cavities.
• Meati are covered by turbinates (conchae).
• Turbinates consist of bony shelves surrounded
by erectile soft tissue.
• There are 3 turbinates and 3 meati in each
nasal cavity (superior, middle, and inferior).
Considerations for Pediatrics

• At birth, the ethmoid, sphenoid and maxillary


sinuses are tiny and cause problems in infants
and toddlers.
• Frontal sinuses develop between 4-7 years of
age, causing problems in school aged children
and adolescents.
Definisi
• Sinusitis adalah Peradangan atau inflamasi di
area sinus

Maxillary and ethmoid sinuses are most frequently involved


Klasifikasi
• Berdasarkan waktu terjadinya
– Sinusitis Akut
– Sinusitis Kronik
Sinusitis Akut
Etiologi
• Infeksi traktus respiratorius seperti
streptococcus pneumoniae, haemophilus
influenzae, staphylococcus aureus.
• Infeksi gigi
Patofisiologi

Infeksi
Virus dan Terjadi
traktus
bakteri infeksi di
respiratorius
berkembang sinus
atas

Kongesti nsal
disebabkan Obstruksi
inflamasi, edema, rongga sinus
transudasi cairan
Manifestasi Klinis
• Nyeri dan tekanan di atas area sinus
• Sekresi nasal yang purulen
Pemeriksaan Penunjang
• Rontgen sinus
• CT Scan
• Pemeriksaan darah
Penatalaksanaan
Farmakologi
• Mengontrol infeksi contoh amoksisilin, sulfametoksazol, dll
• Memulihkan kondisi mukosa nasal contoh dekongestan oral atau
topikal(afrin dan otrivin), nebulizasi
• Menghilangkan nyeri

Keperawatan
• Pendidikan kesehatan metode untuk meningkatkan drainase,
meningkatkan masukan cairan, memberi kompres hangat,
mengajarkan tanda-tanda infeksi dini sinus, menghindari kontak
dengan orang yang mengalami infeksi saluran nafas atas, hindari
alergen, lakukan pola hidup sehat.
Komplikasi
• Abses subperiosteal
• Trombosis sinus kavernosus
• Meningitis
• Abses otak
• Osteomielitis
Tanda Gejala: demam, sakit kepala hebat, kaku
kuduk
Sinusitis KRONIK
Etiologi
• Obstruksi hidung kronik akibat edema
membran mukosa hidung
Tanda dan Gejala
• Batuk
• Sakit kepala kronis di daerah periorbital
• Nyeri wajah
• Keletihan
Penatalaksanaan
• Sama dengan penatalaksanaan sinusitis akut
• Pembedahan seperti eksisi atau kauterisasi
polip, perbaikan penyimpangan septum,
menginsisi serta mendrainase sinus.
• Pindah tempat tinggal ke daerah iklim yang
kering
• Asuhan
Keperawatan
• Pengkajian Keperawatan
• Diagnosa Keperawatan
Masalah Keperawatan:
– Bersihan jalan napas tidak efektif
– Nyeri akut
– Nyeri kronik
– Keletihan
– Defisit pengetahuan
– Hipertermia
– Resiko Infeksi
– Resiko Alergi
• Intervensi Keperawatan
• Implementasi Keperawatan
• Evaluasi Keperawatan
Referensi
• Brunner, L dan suddarth, D, 2002. Buku Ajar Keperawatan
Medikal Bedah. Jakarta : EGC
• Boynton, R., Dunn, E., Stephens, G., & Pulcini, J. (2003)
Manual of ambulatory pediatrics (5th ed.). Philadelphia:
Lippincott Williams & Wilkins.
• Burns, C., Dunn, A., Brady, M., Starr, N., & Blosser, C. (2004).
Pediatric primary care: A handbook for nurse practitioners
(3rd ed.). St. Louis, Missouri: Saunders.
• Boynton, R., Dunn, E., Stephens, G., & Pulcini, J. (2003)
Manual of ambulatory pediatrics (5th ed.). Philadelphia:
Lippincott Williams & Wilkins.
• Burns, C., Dunn, A., Brady, M., Starr, N., & Blosser, C. (2004).
Pediatric primary care: A handbook for nurse practitioners
(3rd ed.). St. Louis, Missouri: Saunders.