Sie sind auf Seite 1von 20

Metoda

Pengukuran
(Meter Analog)
Zubair Aman Daulay
FST UINSU
Alat Ukur ANALOG
 PRINSIP UMUM
besaran fisika defleksi jarum
yang diukur penunjuk

X  FMP   

20 30
10
X = Besaran fisika yang diukur
0
F(MP) = Gaya atau (Torka)
a = sudut defleksi
Alat Ukur ANALOG
 PRINSIP UMUM

Meter Analog :
 Tabung Pitot
 Altimeter, Airspeedmeter
Tabung Bourdon
 Pressure Gage
 Pressure Thermometer
 dsb
 Permanent Magnet Moving Coil (PMMC)
 Ammeter
 Voltmeter
 Ohmmeter
 dsb
Contoh : Altimeter
Untuk mengukur ketinggian terbang Pesawat Terbang

1. Link 9. Slotted cam 17. Top mechanism gear train


2. Calibration Arm 10. Milibar counter
3. Spring loaded balance weight 18. Output wheel
11. Baroscale adjustment knob 19. Cam gear
4. Rocking shaft
12. Trace disc 20. Spigot
5. Handstaff
6. Mechanism adaptor plate 13. Third ponter 21. Hair spring
7. Cam follower pin 14. Long pointer 22. Intermediate pinion and gear wheel
8. Cam follower 15. Intermediate pointer 23. Temperature compensating U bracket
16. Dial 24. Diaphragm unit
Contoh : Airspeed Indicator
1. Pitot connector
Untuk mengukur kecepatan relatif
pesawat terbang terhadap udara 2. Pitot union
3. Capsule Capiller
4. Capsule Plate
5. Locknut

6. Pointer movement assembly


7. Frame casting
8. Rocking shaft assembly
9. Capsule assembly
10.Static connector
Permanent Magnet Moving Coil (PMMC)

 Gerak d’Arsonval
 Gerakan dasar kumparan
putar maknet permanen
Permanent Magnet Moving Coil (PMMC)
Berdasarkan hukum elektromagnetik :

T  B  A I  N
T = Torsi (N-m)
B = Kerapatan fluksi (Wb/m2)
A = Luas efektif kumparan (m2)
I = Arus dalam kumparan (A)
N = Jumlah lilitan kumparan
Galvanometer
arus I defleksi a
PMMC

Penggunaan :
 DC PMMC Ammeter & Voltmeter
 AC PMMC Ammeter & Voltmeter (menggunakan penyearah)
 Ohmmeter
Sensitivitas Galvanometer
Terdapat 3 definisi sensitivitas
 Sensitivitas Arus (Current Sensitivity) : SI
 Perbandingan defleksi galvanometer terhadap arus yang menghasilkan
defleksi tersebut d mm
SI 
I A

 Sensitivitas Tegangan (Voltage Sensitivity) : SV


 Perbandingan defleksi galvanometer terhadap tegangan
d mm
SV 
V mV

 Sensitivitas Mega-Ohm (Mega-Ohm Sensitivity) : SR


 Tahanan dalam yang dihubungkan secara seri dengan galvanometer
agar menghasilkan defleksi sebesar satu bagian skala bila tegangan
1 V dimasukkan ke rangkaian tersebut.
d mm
SR   SI
I A
Contoh PMMC
R1
IG  IT
R1  R3  RG

1). R3= 450 W: defleksi =150 mm


2). R3 = 950 W: defleksi = 75 mm

I G1  2  I G 2
Pada saat R3 = 450 W, defleksi RG  40 
galvanometer adalah 150 mm
dan saat R3 = 950 W, defleksi RT  2500 
berkurang menjadi 75 mm. I T  0,6 mA
Tentukan
 Tahanan Galvanometer Untuk R3 = 450 W I G1  1,2 A
 Sensitivitas Arus
150 mm
SI   125 mm/ A
1,2 A
PMMC Ammeter DC
Rangkaian dasar Ammeter DC

Rm = tahanan dalam PMMC


Rs = tahanan shunt
Im = Arus defleksi skala penuh alat
ukur
Is = Arus shunt

Vshunt  VPMMC I = Arus skala penuh ampermeter


termasuk arus shunt

I s  Rs  I m  Rm

I m  Rm
Rs  Untuk suatu arus skala penuh (full scale current),
I  Im tahanan shunt yang diperlukan dapat dihitung
Contoh Ammeter DC

 Suatu alat ukur arus 1 mA dengan tahan dalam 100 W ingin diubah untuk
mengukur 0 – 100 mA. Tentukan tahanan shunt yang diperlukan

I s  I  I m  100  1  99 mA
I m  Rm 1 mA  100 
Rs    1,01 
I  Im 99 mA
Ammeter DC – multi range
 Tegangan drop pada saklar
ditambahkan dengan tegangan
drop pada shunt
 Tidak digunakan

 Ammeter DC multirange

Rancang sebuah Shunt Universal untuk


Ammeter dengan batas ukur 1A, 5A dan
10 A. Tahanan dalam PMMC 50 W dan
defleksi penuh pada 1 mA.

 Ammeter DC multirange dengan Ra = Rb = 0,005005 W


shunt universal (Ayrton) Rc = 0,04004 W
PMMC Voltmeter DC
Rangkaian dasar Voltmeter DC

Rm = tahanan dalam PMMC


Rs = tahanan pengali
Im = Arus defleksi skala penuh alat
ukur
V = Tegangan maksimum skala
penuh ampermeter

V  I m  Rs  Rm 
Untuk suatu pengukuran tegangan
yang relatif sangat besar,
diperlukan tahanan pengali di
luar”voltmeter”

V  I m  Rm V
Rs    Rm
Im Im
Voltmeter DC – multi range
 Voltmeter DC multirange 1  Voltmeter DC multirange 2
Contoh Voltmeter DC
 Suatu PMMC dengan tahanan dalam 100 W dan arus skala penuh 1
mA, akan dibuat menjadi voltmeter DC multirange 2, dengan batas
ukur 0 – 10 V; 0 – 50 V ; 0 – 250 V dan 0 – 500 V. Tentukan tahanan
pengali yang diperlukan

 R1 = 250 kW
 R2 = 200 kW
jawaban  R3 = 40 kW
 R4 = 9.900 W
Sensitivitas Voltmeter
1   Perbandingan tahanan total (RT) terhadap
S tegangan range pengukuran
I fs V
 Ohm – per – Volt rating

Ifs = Im
RT  S  V

RS   S  V   Rm
Rs = Tahanan pengali

Contoh :
 Soal pada contoh sebelum ini, gunakan metoda
sensitivitas untuk menentukan tahanan pengali
Efek Pembebanan
 Contoh :
 Voltmeter dihubungkan paralel
dengan ke-kutub tegangan yang
diukur
 voltmeter sebagai shunt bagi
rangkaian yang diukur
 Terjadi pembagian arus antara
voltmeter dan tegangan jatuh yang
diukur pada suatu rangkaian
sehingga voltmeter akan
menghasilkan pembacaan yang Terdapat 2 voltmeter untuk
lebih rendah dari seharusnya pengukuran di atas, voltmeter 1
dengan sensitivitas 1000 W/V
dan voltmeter 2 dengan 20.000
W/V
Kedua voltmeter tsb digunakan
pada range 0-50 V. Tentukan
Efek Pembebanan  Pembacaan setiap voltmeter
Pengukuran  Kesalahan pembacaan
PMMC Ohmmeter
 Ohmmeter tipe SERI  Ohmmeter tipe SHUNT

 R1 = resistor pembatas arus  R1 = resistor pembatas arus


 R2 = resistor pengatur nol  E = baterei
 E = baterei  Rm = resistansi dalam PMMC
 Rm = resistansi dalam PMMC  Rx = resistansi yang diukur
 Rx = resistansi yang diukur
PMMC Arus AC
 Rangkaian Penyearah & gelombang yang disearahkan

Contoh :
 Sebuah voltmeter AC dengan tahana PMMC 50 W & arus full scale 1 mA.
Dengan asumsi dioda penyearah ideal, tentukan tahanan pengali Rs
yangmenghasilkan defleksi penuh jika tegangan 10 Vac (rms) diberikan
Thermo - Instrument
 Instrument Termokopel

 Tegangan keluaran termokopel Ut


diukur dengan milivoltmeter berupa
nilai RMS
 Ut sebanding dengan besaran
temperatur q q0