Sie sind auf Seite 1von 6

Nominalisierung ist die Bildung eines Substantivs auch einer anderen Wortart, vor

allem aus Verben und Adjektiven.


Nominalisierung atau Nominalisasi dalam Bahasa Indonesia adalah pembentukan kata
benda yang berasal dari kata kerja atau kata sifat. Nominalisierung dalam Bahasa Jerman
terdiri dari beberapa proses, yaitu :
1.      Nominalisierung von Verben
a.       Aus den Infinitiven der Verben
b.      Mit Hilfe von Suffixen
c.       Aus Partizipen
2.      Nominalisierung von Adjektiven
a.       Aus Stamm + e
b.      Mit Hilfe von Suffixen
3.      Konfix
Sedangkan nominalisasi dalam Bahasa Indonesia terdiri dari beberapa proses, yaitu :
1.      Nominalisasi dengan Sufiks –an
2.      Nominalisasi dengan Konfiks ke-an
3.      Nominalisasi dengan Konfiks per-an

Nominalisierung dalam Bahasa Jerman


1.     Nominalisierung von Verben
a.      Aus den Infinitiven von Verben
yaitu pembentukan kata benda yang berasal dari kata kerja, dengan mengubah huruf depan
menjadi huruf kapital. Semua kata kerja dapat dibentuk menjadi kata benda dari kata kerja
bentuk infinitive dan memiliki artikel neutral (das).
Verb Nomen
Festlegen das Festlegen
Essen das Essen
Eingreifen das Eingreifen
Lessen das Lesen
Tanzen das Tanzen

b.      Mit Hilfe von Suffixen


Yaitu pembentukan kata banda dari kata kerja dengan ditambahkan akhiran –ung, -e, -
(stamm), -nis, -ion, anz, dan -enz.
Verb Nomen Suffix
Verändern die Veränderung -ung
Freuen die Freude -e
Versuchen die Versuch -(stamm)
sich ereignen das Ereignis -nis
Reagieren die Reaktion -ion
Tolerieren die Toleranz -anz
Tendieren die Tendenz -enz

c.       Aus Partizipen


yaitu pembentukan kata benda dari suatu kata kerja yang dilakukan oleh seseorang atau
memerlukan partizipan dalam pembentukan kata bendanya.

Partizip Nominalpartizip Bedeutung

helfend der/die Helfende eine Person, die hilft

studierend der/die Studienrende eine Person, die studiert

interviewt der/die Interviewte eine Person, die interviewt wird


eine Person, die bei einer Firma
angestellt der/die Angestellte
arbeitet (angestellt ist)

2.     Nominalisierung von Adjektiven


a.      Aus Stamm + e
Semua kata sifat dapat membentuk kata benda. Cara pembentukan kata benda dari
kata sifat yaitu dengan ditambahkan imbuhan -e.

Adjektiv Nomen

Neu das Neue

Fremd das Fremde

b.      Mit Hilfe von Suffixen


Yaitu pembentukan kata benda dari kata sifat dengan ditambahkan akhiran –heit,
-keit, dan -igkeit.

Adjektiven Nomen Suffix

frei Freiheit -heit

wahr Wahrheit -heit

freundlich Freundlichkeit -keit

unabhängig Unabhängigkeit -keit

gerecht Gereichtigkeit -igkeit

lebendig Lebendigkeit -igkeit

         Einsilbige (kurze) Adjektive werden mit -heit nominalisiert. Ebenso mit -heit werden manche
Partizipien II nominalisiert: verlogen – Verlogenheit.

         Komplexe Adjektive, die schon die Suffixe - ig, -lich, -sam, - bar haben, werden mit –keit
nominalsiert.

         Komplexe Adjektive mit den Suffixen -los, -haft werden mit -igkeit nominalisiert.

3.     Konfix
Yaitu afix yang terdiri dari dua unsur, yaitu didepan dan dibelakang bentuk kata
dasar.
Un + abhängig + keit = Unabhängigkeit
Un + möghlich + keit = Unmöghlichkeit

  
Nominalisasi dalam Bahasa Indonesia
1.     Nominalisasi dengan Sufiks –an
Sufiks –an dapat membentuk nomina dengan makna sebagai berikut.
1)      Apa yang dikerjakan seseorang
Contoh : anggapan
2)      Barang yang (adjektif)
contoh : manisan, asinan
3)      Tempat orang (verba)
contoh : parkiran
4)      Kumpulan dari suatu benda
contoh : lautan, dataran, sayuran

2.     Nominalisasi dengan Konfiks ke-an


Konfiks ke-an dapat membentuk nomina langsung dari kata dasar. Makna yang
terbentuk yaitu :
1)      Hasil dari (verba)
contoh : kemenangan, kedatangan
2)      Dalam keadaan suatu hal
contoh : kebimbangan, keberanian
3)      Tempat
contoh : kementerian, kepustakaan
4)      Keabstrakan
contoh : kebangsaan, kerakyatan

3.     Nominalisasi dengan Konfiks per-an


Konfiks per-an dapat membentuk nomina langsung dari kata dasar. Makna yang
terbentuk yaitu :
1)      Hasil dari (verba)
contoh : pertanyaan, permintaan
2)      Melakukan suatu hal
contoh : perlawanan, pergerakan
3)      Hal yang berhubungan dengan suatu hal
contoh : perkapalan, perkantoran

Perbedaan pembentukan kata benda dalam Bahasa Jerman dan Bahasa Indonesia yaitu :
dalam Bahasa Jerman pembentukan kata benda menggunakan bentuk infinitif, penambahan
sufiks, dan konfiks sedangkan dalam Bahasa Indonesia hanya menggunakan sufiks dan
konfiks saja.
Materi Nominalisasi Bahasa Indonesia - Nominalisasi adalah salah satu kaidah
kebahasaan dalam teks cerita.Nominalisasi dapat diartikan sebagai suatu proses
pembentukan nomina dari kelas kata yang lain dengan menggunakan afiks tertentu,
kerap terjadi pada bahasa yang digunakan untuk menjelaskan isi penceritaan
ulang.Dalam pembentukan nomina, afiksasi yang terjadi antara lain adalah sebagai
berikut.

A. Sufiks (akhiran)
(-an, -at, -si, -ika, -in, -ir, -ur, -ris, -us, -isme, -is, -isasi, -isida, -ita, -or, dan -tas)

Contoh kalimat :

1. Buku bacaan yang dipegang anak itu milik Rika.


2. Aku sangat menyukai asinan yang dibuat ibu.
3. Maman S. Mahayana adalah seorang kritikus sastra yang terkenal.
4. Anggaran yang digunakan negara terlalu banyak.
5. Sosialisasi Anti Narkoba diselenggarakan di seluruh sekolah.

B. Prefiks (imbuhan)
(ke-, pe-, dan se-)

Contoh kalimat :

1. Andi terpilih sebagai ketua kelompok kami.


2. Pedagang kaki lima memenuhi trotoar sepanjang Jalan Diponegoro.
3. Saya sekelas dengan Sadewa.
4. Bapak setiap pagi minum segelas air hangat.
5. Pecandu narkoba itu ditangkap saat terjaring razia.

C. Konfiks (imbuhan gabung)


(ke-an, pe-an, dan per-an)

Contoh kalimat :

1. Pengaturan jam kerja telah ditetapkan dalam undang-undang.


2. Pertunjukan sirkus itu berhasil menarik banyak pengunjung.
3. Kekayaan Haji Ahmad sudah tak terhitung jumlahnya.
4. Bantuan Kemanusiaan itu datang terlambat.

D. Infiks (sisipan)
(-el- dan -er-)

Contoh kalimat :

1. Rafa dan Vania sedang asyik bermain gelembung sabun.


2. Telunjuk ibu tergores pisau saat mengiris bawang.
3. Seruling itu terbuat dari bambu.
4. Telapak tangan anak itu kotor saat bermain lumpur.
5. Siswi di sekolah itu diwajibkan memakai kerudung.
E. Kombinasi afiks 
(pemer-, keber-an, kese-an, keter-an, pember-an, pemer-an, penye-an, perse-an,
dan perseke-an)

Contoh kalimat :

1. Keberhasilan tidak bisa doraih tanpa usaha yang keras.


2. Keterlibatan Ranto dalam kasus korupsi membuat ia kehilangan
kepercayaan.
3. Daerah kumuh perlu dipugar untuk penyerasian dengan daerah sekitarnya.
4. Garuda Pancasila merupakan salah satu alat pemersatu bangsa.

Sekian postingan saya tentang Materi Nominalisasi Bahasa Indonesia.Semoga


Bermanfaat.