Sie sind auf Seite 1von 6

PENENTUAN MUATAN ELEMENTER ELEKTRON DENGAN PERCOBAAN

TETES MINYAK MILIKAN

Selvi Hinayah Rusdi1), Ahmad Resky2), Nurdianti3), Suci Ramadhani4)


Aeman Hakim

Laboratorium Fisika Modern Universitas Negeri Makassar


e-mail:1nayaselvi@gmail.com, 2 ahmadresky02@gmail.com, 3nurdiantisy20@gmail.com, 4 suciramadhani13@gmail.com

Abstract. An oil-dropping experiment is one method of determining the electron charge of a substance. This experiment
aims to prove the quantization of the electrical charge and determine the magnitude of the electron particleelementary
charge. The reason why oil was used in this experiment is because of its very suitable characteristics. The oil is not like
water that is easy to evaporate and it is not like glycerine which has a large density so it is difficult to move. In this
experiment the oil is sprayed into a chamber that has been in the electric voltage. In the observation of oil will rise due to the
electric force and down when the voltage is turn off because of weight. In this experiment the up and down movement of oil
droplets to achieve the two previous goals. As for the tools used are a set of Millikan equipment, power supply, three pairs of
cables, two timers After conducting the experiment it was found that there was a quantization of electrical charge which can
be seen from the number of electrons then the large elementary charge of the electron particle is e = 1, 755857986×
10-19 C.

KEYWORDS: charge of partakel elementer, Electric field, droplet of oil.

Abstrak. Pada percobaan tetes minyak milikan bertujuan untuk membuktikan apakah muatan elementer e = 1,6022 x 10 -19
yang telah didapatkan oleh Robert Andrews Milikan, mengapa digunakan minyak karena minyak lah zat yang paling tepat
tidak seperti air yang mudah menguap ataupun gliserin yang massa jenisnya lebih besar sehingga sulit untuk bergerak.
Dalam percobaan ini minyak disemprotkan ke dalam chamber yang sudah diberikan beda potensial sebesar 293 V yang
kemudian di dalamnya terdapat medan listrik yang akan mengangkat minyak ke atas ketika minyak naik maka kita mengukur
waktu naiknya setelah itu potensial dimatikan sehingga minyak jatuh dan diukur pula waktu jatuhnya, setelah medapatkan
datanya data tersebut dianalisis sehingga di dapatkan muat elementer yang paling medekati teori yakni e = 1, 755857986×
10-19 C.

KEY WORDS:Medan listrik, muatan elemter partakel, tetesan minyak milikan.

A. PENDAHULUAN Kemudian pada tahun 1909, Robert Millikan dari


Elektron ditemukan oleh Joseph John Thomson Universitas Chicago, berhasil menentukan besarnya
pada tahun 1897.Penemuan elektron diawali dengan muatan 1 elektron sebesar 1,6 × 10-19 C. Dengan
ditemukannya tabung katode oleh William demikian, maka harga massa 1 elektron dapat
Crookes.Kemudian J.J. Thomson meneliti lebih ditentukan dari harga perbandingan muatan dengan
lanjut tentang sinar katode ini dan dapat dipastikan massa elektron (e/m). Nilai e/m = 1,76×108 C/g,
bahwa sinar katode ini merupakan partikel, sebab maka massa 1 elektron = 9,11× 10-28 g.
dapat memutar baling-baling yang diletakkan di Setelah penemuan elektron, maka model atom
antara katode dan anode.Adapun sifat sinar katode Dalton tidak dapat diterima lagi. Menurut J.J.
antara lain: (1) merambat tegak lurus dari Thomson, atom merupakan partikel yang bersifat
permukaan katode menuju anode, (2) merupakan netral. Karena elektron bermuatan negatif maka
radiasi partikel sehingga terbukti dapat memutar harus ada partikel lain yang dapat menetralkan
baling-baling, (3) bermuatan listrik negatif sehingga muatan negatif tersebut yaitu partikel yang
dibelokkan ke kutub listrik positif, dan (4) dapat bermuatan positif. Dari penemuannya tersebut, J.J.
memendarkan berbagai jenis zat termasuk gelas. Thomson mengemukakan teori atomnya yang
Dari hasil percobaan tersebut, J.J. Thomson dikenal dengan teori atom Thomson, dimana atom
menyatakan bahwa sinar katode merupakan partikel merupakan bola pejal yang bermuatan positif dan di
penyusun atom yang bermuatan negatif dan dalamnya tersebar elektron yang bermuatan negatif.
selanjutnya disebut Elektron. J.J. Thomson berhasil Karena tersebarnya elektron-elektron di dalam atom
menentukan perbandingan antara muatan dengan bagaikan kismis, sehingga disebut juga model atom
massa elektron (e/m) sebesar 1,76 × 108 C/g. roti kismis.
Pada tahun 1907 Robert Andrews Milikan dan akan melayang karena adanya gaya keseimbangan.
L. Begeman memulai penelitiannya bersama dengan Pada keadaan ini gaya gravitasi sama dengan
Begemaan, Milikan membuat perangkat yang sama elektrostatik sehingga muatan dapat diketahui
dengan kamar kabut Wilson. Tetapi dengan sebuah besarnya. Secara umum muatan nya dapat diperoleh
baterai yang berdaya tinggi yang dimilikinya saat melalui :
itu, Milikan dapat menghasilkan medan listrik yang Flistrik  W
jauh lebih besar dibandingkan dengan percobaan
sebelumnya. Medan listrik yang besar ini sangat qE  mg
membantu dalam mengamati tetesan air tunggal, mg
bukan dalam bentuk kabut tetesan.Pada tahun 1909, q
E
milikan akhirnya mempublikasikan hasil (1)
pengukuran muatan fundamental yang didasarkan
Milikan mengamati bahwa hasil dari muatan
atas pengamatan tetesan air bermuatan listrik yang diperoleh selalu kelipatan dari
ini.Walaupun milikan mengklaim telah
1,602×10-19C, sehingga dari percobaan tetes minyak
mengeliminasi setiap kesalahan yang mungkin Milikan diperoleh harga muatan yang dimiliki oleh
akibat evaporasi dengan mengamati tetesan yang
partikel kecil electron [3].
berada dalam kesetimbangan dengan gas
Jadi bilangan tersebut disebut e = 1,602×10-
sekelilingnya, belakangan diketahui bahwa tetesan 19
C. Dari hasil harga muatan elektron (e) maka
seperti itu tidak dapat diperoleh secara reliable.Dari
secara akurat dan telah menunjukkan bahwa sifat
sinilah muncul ide untuk mengganti air dengan
muatan diskrit yang artinya elektron ada di dalam
minyak.Milikan selanjutnya bekerja bersama
bentuk paket – paket yang disebut kuanta [2].
Harvey Fletcher, seorang mahasiswa pascasarjana
Dalam percobaan ini elektron dapat bergerak
bimbingannya yang lain, dalam eksperimen tetesan
ke atas dan ke bawah. Gaya – gaya ke atas dengan
minyak ini.Tetesan minyak dihasilkan dengan
medan listrik yang terjadi pada percobaan ini adalah
menggunakan atomizer, sebuah alat yang
:
dikenalkan oleh J.Y. Lee dua tahun sebelumnya di
laboratorium Ryerson untuk studi gerak Brownian.  Gaya berat karena setiap benda yang
Dalam makalah milikan menyebutkan bahwa ia mempunyai massa pasti mengalami yang berat
telah mempelajari tetes minyak ini antara bulan dimana
Desember dan Mei sebanyak satu hingga dua ribu W  mg (2)
tetesan minyak yang memiliki muatan 1 dan 150,  Gaya stokes merupakan gaya ke atas, semua
dengan berbagai jenis zat, seperti minyak, raksa, berada jauh baik di dalam air yang akan
dan gliserin dan dalam setiap kasus ditemukan mengalami gaya ke atas sehingga terjadi
bahwa muatan dari setiap tetesan sebenarnya penghambatan sampai kecepatan menjadi
merupakan sebuah perkalian dari nilai muatan konstan [3].
terkecil yang diketahui muatan tersebut berasal dari Fs  6Vr (3)
udara yang ditangkap oleh tetesan. Dan muatan  Gaya listrik pada plat konduktor diberi beda
terkecil ini merupakan muatan elementer potensial (V) [3].
electron.Dengan demikian tujuan dari percobaan
Fl  qE (4)
yang akan dilakukan adalah untuk menentukan
besar muatan elementer partikel electron.

B. TEORI SINGKAT
Tetesan yang mengalami gaya ke atas berupa
gaya stokes, gaya Archimedes, dan gaya gerak ke
bawah. Jika kedua plat diberi tegangan, maka
partikel (tetesan minyak) akan bergerak. Partikel
yang bergerak ke atas disebut partikel elekton (+)
dan partikel bergerak ke bawah disebut proton(-)
[1]. Gambar 1 Gaya – gaya pada tetes minyak milikan
Medan listrik yang dihasilkan dari kedua plat Pada gaya ke atas terpenuhi kesetimbangan
akan menarik muatan listrik dari tetesan minyak gaya
bagain atas, dan jika beda tegangan diatur agar bisa Fg  Fs
mengimbangi pada tetes minyak maka partikel – Mg  kvf
partikel minyak yang mengandung muatan tersebut
(5)
Dimana m massa mimyak dimuati yang Untuk penentuan nilai muatan q yang lebih
kemudian diletakkan diantara dua plat konduktor akurat, harus diperhitungkan bahwa gesekan Stokes
yang berbeda tegangan sebesar ΔV maka tetes mempunyai factor koreksi untuk jari-jari r yang
minyak dapat bergerak ke atas [3]. sangat kecil.Persamaan terkoreksi untuk gaya
Penentuan besar muatan elementer partikel gesekan Stokes tergantung pada tekanan udara p,
electron dilakukan dengan metode jatuh naik, yaitu yang dapat dituliskan sebagai,
menghitung waktu yang dibutuhkan oleh tetesan 6Rv
minyak untuk bergerak ke atas akibat adanya gaya F
b
elektrostatik dan ke bawah akibat gaya berat yang 1
dimiliki tetesan. Kecepatan naik dan kecepatan R p
turun tetes minyak millikan berpengaruh terhadap
penentuan nilai muatan tetes. Analisis data (8)
dilakukan dengan menghitung kecepatan tetes
minyak saat naik dan turun, jari-jari tetes minyak dengan b = 80 μm·hPa (konstan) [4].
dengan dan tanpa faktor koreksi serta muatan tetes Jika dimisalkan A = b/p, diperoleh,
minyak dengan dan tanpa faktor koreksi. Penentuan
besar elementer elektron dilakukan dengan A2 A
mengambil nilai muatan yang hampir sama dengan R  ( R02  )
teori atau nilai muatan yang paling dekat dengan 4 2
teori selebihnya muatan yang lain merupakan
kelipatan dari muatan elementer tadi [3]. (9)

sehingga diperoleh muatan q sebagai,


Rumus penentuan muatan electron dan metode
q0
jatuh naik q 1,5
Lebih lanjut tentang percobaan ini, pada tahun  A
1910, R. A. Millikan berhasil menunjukkan 1  
kuantisasi jumlah terkecil muatan listrik dengan  r
menggunakan minyak yang dikenal dengan metode atau
tetesan. Dia mengamati tetesan minyak yang q
qc 
dipengaruhi medan listrik pada pelat vertikal 3
 0,07776 m  2
kapasitor dengan jarak pelat d, dan menentukan 1  
muatan tetesan q dengan jari-jari tetesan R dan  R 
medan listrik E = U/d. Dalam eksperimennya, dia (10)
menemukan bahwa muatan q sebagai kelipatan Berikut ini disajikan beberapa data (nilai
integral dari e muatan elementer, yaitu q = n.e[3]. konstanta) yang mungkin anda butuhkan pada saat
Sebuah tetesan minyak berjari-jari R dengan menganalisis hasil percobaan anda, terkait dengan
kerapatan minyak 𝜌m, bergerak jatuh dengan alat dan bahan yang anda gunakan dalam praktikum
kecepatan vf memenuhi hukum Stokes di dalam [4].
medium yang memiliki koefisien viskositas η. Jika  Kerapatan minyak  m =874 kgm-3
gaya gravitasi pada medium tersebut sebesar g,
maka persamaan jari-jari tetes minyak dapat  Koefisien viskositas, η=1,81 x 10-5
dituliskan yakni, Ns/m2
 Jarak plat, d= 6 x 10-3 m
9v f  Percepatan gravitasi, g = 9,8 ms-2
R
2 m g
Metode untuk Menentukan Muatan q
(6)
Ada dua macam cara atau metode untuk
Tetesan minyak yang bergerak dalam pengaruh
menentukan muatan q, yaitu metode ambang dan
medan listrik E kemudian bergerak berlawanan arah
metode jatuh-naik. Metode ambang dilakukan
(ke atas) sehingga tetes minyak yang bermuatan
dengan cara mengatur medan listrik sehingga gaya
listrik negatif dapat ditentukan besar muatan
berat tetesan minyak tepat diimbangi oleh gaya
listriknya dengan menggunakan persamaan berikut,
listrik sedangkan metode jatuh-naik dilakukan
vf 3 8d dengan mengukur v1 dan v2 dalam pengaruh
q  (v f  v r )  2
tegangan U. Metode jatuh-naik menghasilkan nilai
U 2 m g pengukuran yang lebih tepat dibandingkan metode
(7)
ambang karena dalam metode jatuh-naik kecepatan membandingkan beberapa muatan tetesan minyak
v2 benar-benar diukur [3]. yang berbeda, makakita dapat menebak muatan per
Sebelum melakukan pengamatan pada tetesan elektrondengan menentukan terlebih dahulu jumlah
minyak, dipastikan bahwa eyepiece pada electron yang ada pada setiap tetesan minyak.
micrometer berada pada posisi yang benar sehingga
skalanya dapat dilihat dengan jelas.Selain itu, saklar Pelajari seluruh komponen alat seperti pada
U dan t berada dalam keadaan off. Pengamatan gamber 2. Seluruh komponen tersebut telah
diawali dengan cara memijat atomizer hingga terpasang dengan benar sehingga tidak perlu
terlihat tetesan-tetesan minyak yang bergerak turun melakukan pengaturan
akibat adanya gaya gravitasi. Kemudian
menyalakan saklar U agar tetesan-tetesan minyak
tadi bergerak naik akibat adanya gaya elektrostatis
yang disebabkan oleh pemberian tegangan (200-300
V). Setelah itu menandai satu skala sebagai titik
acuan (titik nol) .setelah tetesan minyak terletak
pada tanda skala yang dipilih , saklar U dimatikan
dan saklar t dinaikkan sehingga waktu pada timer
box akan berjalan dan mencatat waktu yang
dibutuhkan oleh tetesan minyak untuk bergerak
turun sebanyak 20 skala. Waktu ini dicatat sebagai
t1.Setelah tetesan berada pada sakala 20, saklar U
dinaikkan dan secara otomatis timer boxakan Gambar 2.Rangkaian percobaan tetes minyak
berjalan dan mencatat waktu yang dibutuhkan oleh
milikan
tetesan untuk bergerak naik.Waktu ini dicatat
sebagai t2.Ulangi pengukuran untuk tetesan minyak
yang lainnya (ambil 5 tetesan minyak) [3]. Adapun metode eksperimen yang digunakan
Pembuktian bahwa muatan selalu kelipatan disebut metode jatuh/naik.
bilangan bulat dari besar muatan𝒒 = 𝒏 ∙ 𝒆 pertama atur lensa okuler secara vertical dan
Dari percobaan tetes minyak, Millikan atur eyepiece sampai anda dapat melihat dengan
menemukan bahwa muatan tetes minyak (q) selalu jelas skala micrometer kemudian atur scalar U dan t
merupakan kelipatan bilangan bulat dari –1,6 × 10–
di posis kebawah atau off. Atur tegangan dari power
19
C, yakni:𝑞 = 𝑛 ∙ 𝑒, dengan n = 1, 2, 3, …, i [3]
Hal ini disebabkan satu tetes minyak dapat supply secara perlahan di kisaran 400 V. gunakan
menangkap elektron sebanyak kelipatan dari penyemprot untuk menyemprotkan tetesan minyak
bilangan bulat. Oleh karena itu, disimpulkan bahwa kedalam chamber dan perhatikan minyak yang naik
muatan sebuah elektron sama dengan –1,6 × 10–19 hingga melewati 2 skali dari titik nol kemudian
C. Dengan mengetahui besar muatan elektron, hentikan tegangan sehingga tetes minyak turun.
harga massa elektron dapat dihitung dengan cara Setelah minyak melewati skala kedua dari titik nol
memasukkan harga muatan tersebut ke dalam
nyalakan timer dengan dengan menggaktifkan
persamaan angka banding [3].
e  1,7  1011 Ckg 1
tombol saklar t. stelah waktu jatuh terhitung dan
m (11)
melewati titik nol nyalakan kembali sumber
tegangan agar minyak naik sampai 2 skala dari titik
Untuk menyatakan muatan partikel subatom,
nol.
muatan proton sama dengan +1, elektron ditetapkan
sama dengan –1, sedangkan neutron tidak Lakukan kegiatan tersebut hingga mendapat
bermuatan (netral). Muatan elektron dan proton empat data selain itu lakukan pengukuran berulang
sesungguhnya adalah –1,60×10–19C dan +1,60 × 10– hingga 4 kali.
19
C [3] Catat waktu jatuh, waktu naik, dan tengangan
U dalam table hasil pengamatan.
C. METODE EKSPERIMEN D. Hasil dan Pembahaan
Praktikum percobaan ini bertujuan untuk Hasil pengamatan:
mengetahui nilai muatan electron.Metodenya adalah
dengan mengatomisasi minyak dan menghitung Voltage : |293± 1| V
besar muatannya.Dengan mengambil dan Distance in electric field : |1.00 ± 0.05| 𝑚𝑚
Distance without electric field : |1.00 ± 0.05| 𝑚𝑚
R0 6,50
5,799 9,141 6,204 6,22
(m) 8
Table 1.pengukuran waktu tempuh dan jarak tetesan ×
10-7
minyak milikan dengan tengangan dan tanpa R 6,132
5,425 8,7623 5,829 5,8451
tegangan. (m) 7

q0 3,873
Waktu tempuh tetesan minyak (s) 2,6194 8,1126 3,9301 2,8096
Tetesan (C) × 6
minyak Tanpa medan listrik Dalam medan 10-
19
turun, t1 (s) listrik naik, t2 (s) q
2,147 7,148 3,26 3,716 2,33
|29,09 ± 0.01| |30,21 ± 0.01| (C)
|26,78 ± 0.01| |31,58 ± 0.01|
1
|30,25 ± 0.01| |38,47 ± 0.01| N 1 4 2 2 1
|29,88 ± 0.01| |43,02 ± 0.01|
Rata-rata |29,00 ± 0.01| |35,84 ± 0.01| ×
|12,10 ± 0.01| |26,95 ± 0.01| q/n 10- 2,147 1,787 1,63 1,858 2,33
19
|10,18 ± 0.01| |25,92 ± 0.01|
2
|11,46 ± 0.01| |26,14 ± 0.01| Pembahasan
|12,94 ± 0.01| |29,47 ± 0.01|
Dalam percobaan ini, penentuan nilai muatan
Rata-rata |11,67 ± 0.01| |27,12 ± 0.01|
dasar elektron dilakukan dengan menggunakan
|14,24 ± 0.01| |17,47 ± 0.01| metode jatuh/naik yaitu dengan mengukur waktu
|17,64 ± 0.01| |19,63 ± 0.01| yang dibutuhkan oleh tetesan minyak untuk bergerak
3
|40,12 ± 0.01| |15,53 ± 0.01| ke atas dan ke bawah. Pergerakan tetesan minyak ke
|24,34 ± 0.01| |30,68 ± 0.01| atas dipengaruhi oleh gaya elektrostatik, sedangkan
Rata-rata |25,33 ± 0.01| |20,82 ± 0.01| pergerakan minyak turun turun dipengarui gaya
|22,67 ± 0.01| |25,98 ± 0.01| gravitasi dan Stokes. Jika nilai muatan dasar
|21,35 ± 0.01| |23,36 ± 0.01| elektron 1.6022 x 10-19C maka dengan melihat
4
|25,99 ± 0.01| |27,31 ± 0.01| muatan masing-masing tetesan dapat diperkirakan
|22,09 ± 0.01| |26,53 ± 0.01|
jumlah muatan negatif untuk setiap butir
Rata-rata |23,02 ± 0.01| |25,79 ± 0.01|
minyak.Berdasarkan analisis data hasil eksperimen
|23,15 ± 0.01| |34,67 ± 0.01|
|25,21 ± 0.01| |32,38 ± 0.01| yang diperoleh pada tetesan pertama, minyak
5 tersebut mengandung satu elektron, sedangkan
|25,53 ± 0.01| |31,44 ± 0.01|
|26,93 ± 0.01| |33,95 ± 0.01| tetesan kedua, ketiga, keempat, dan kelima
Rata-rata |25,20 ± 0.01| |33,11 ± 0.01| mengandung buah electron berturut-turut yaitu 4, 2,
2, dan 1. Hal ini menunjukkan rentang nilai e dari
hasil eksperimen yaitu 1, 95 × 10-19 C. Rentangnya
hampir sesuai dengan nilai teoritis muatan dasar
elektron ini (1.6022 × 10-19 C).. Secara umum,
percobaan ini berhasil membuktikan bahwa nilai
elektron muatan elementer sebesar 1.6022 × 10-19 C.
Analisis Data
Penentuan ini didasarkan ketika tetesan minyak
TABEL 2.Table hasil analisis data
diberi perbedaan potensial, untuk butiran minyak
Charge 1 2 3 4 5
dengan elektron maka tetesan minyak akan bergerak
8,5 4,3
3,448 ke arah butiran potensial positif.
689 3,9471 431 3,96
× 27
v1 (m/s) 8 1 746
10-
5 3,6 3,8 3,02 E. KESIMPULAN
2,789 4,801
873 767 023 Dari percobaan yang telah dilakukan dapat
78 34
v2 (m/s) 2 2 disimpulkan bahwa:
1. Besar muatan elementer partikel electron [3]Rosana, Dadan,dkk. 2003. Konsep Dasar Fisika
adalah 1, 755857986× 10-19 C. Modern. Yogyakarta: Jurusan Fisika FMIPA
Universitas Negeri Malang.
[4]Subaer, dkk. 2018. Penuntun Praktikum
DAFTAR PUSTAKA
Eksperimen Fisika 1 Unit Laboratorium
[1]Jomla.2009.http://www.fisikaasyik.com/pdf.listri Fisika Modern Jurusan Fisika FMIPA UNM
k. 29 Agustus 2017
[2]Dede Djuhana. 2008. Milikan. www.upscole
utoronto.ca/iyearlab/milikan.pdf.29 Agustus
2017