Sie sind auf Seite 1von 7

Hidayah, et al, Pengaruh Metode Biblioterapi terhadap Pengetahuan Remaja ...

Pengaruh Metode Biblioterapi terhadap Pengetahuan Remaja


tentang Hygiene Menstruasi di SMP Negeri 2 Mayang
Kabupaten Jember
(The Effect of Bibliotherapy Method toward knowledge of
Adolescents at SMP Negeri 2 Mayang Jember District)
Irma Yanti Hidayah, Ratna Sari Hardiani, Mulia Hakam
Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Jember
Jl. Kalimantan No. 37 Kampus Tegal Boto Jember Telp./Fax. (0331) 323450
email: irmayanti_1993@yahoo.com

Abstract
Adolescent is one of the period human development that is very important. In this case so many
instances life and change that will matter with a teenager will determine the quality of life in
adulthood. Reproductive health problems happened in adolescents largely caused by infection
that can happen because a lack of maintenance adolescent to instrument reproduction. Hygiene
menstruation is the hygiene individuals with a crucial role in behavior health a woman hygiene a
particularly when menstrual reproduction. The purpose of this research is analyst influence
method of bibliotherapy toward knowledge of adolescents about hygiene menstruation at SMP
Negeri 2 Mayang Districts of Jember. Design used is quasi experimental with nonequivalent
control group design. The sampling method used is cluster sampling with sample students as
many as thirty students. The analyzed used Mann Whitney. Pre test results showed 76,7%
sufficient knowledge at twenty three students and 3,4 % (one students) good knowledge. The
post test on fifteen students intervention’s group 80% (twelve students) good knowledge and
20% (three students) sufficient knowledge, while in the control group because not given method
bibliotherapy 100 % sufficient knowledge. The researcher suggest the school to do bibliotherapy
method to increase knowledge about hygiene menstruation students.

Keywords: bibliotherapy, hygiene menstruation, adolescent

Abstrak
Masa remaja merupakan salah satu periode dari perkembangan manusia yang sangat
penting. Pada masa ini banyak sekali kejadian hidup dan perubahan yang akan terjadi pada
diri seorang remaja yang akan menentukan kualitas hidupnya di masa dewasa. Masalah
kesehatan reproduksi yang terjadi pada remaja sebagian besar disebabkan oleh infeksi yang
dapat terjadi karena kurangnya perawatan remaja terhadap alat reproduksi. Hygiene
menstruasi adalah komponen hygiene perorangan yang memegang peranan penting dalam
perilaku kesehatan seorang perempuan khususnya kebersihan alat reproduksinya saat
menstruasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu Menganalisa pengaruh metode biblioterapi
terhadap pengetahuan remaja tentang hygiene menstruasi di SMP Negeri 2 Mayang
Kabupaten Jember. Desain yang digunakan adalah Quasi Experimental dengan rancangan
nonequivalent control group design. Teknik sampling menggunakan cluster sampling dengan
jumlah sampel penelitian sebanyak 30 siswa. Analisis yang digunakan yaitu uji Mann Whitney.
Hasil pre test didapatkan 76,7% memiliki pengetahuan cukup yakni 23 siswa dan 3,4% (1
siswa) berpengetahuan baik. Hasil post test pada 15 siswa kelompok intervensi yaitu 80% (12)
siswa berpengetahuan baik dan 20% (3 siswa) berpengetahuan cukup, sedangkan pada
kelompok kontrol karena tidak diberikan metode biblioterapi sehingga 100% pengetahuan
cukup. Peneliti berharap pihak sekolah juga menerapkan metode biblioterapi ini untuk
meningkatkan pengetahuan tentang hygiene menstruasi siswa.

Kata Kunci: biblioterapi, hygiene menstruasi, remaja

e-Jurnal Pustaka Kesehatan, vol.4 (no.2), Mei, 2016 300


Hidayah, et al, Pengaruh Metode Biblioterapi terhadap Pengetahuan Remaja ...

Pendahuluan Alat reproduksi yang lembab dan


basah, maka keasaman akan meningkat yang
Hygiene menstruasi adalah komponen memudahkan pertumbuhan jamur [3].
hygiene perorangan yang memegang peranan Perempuan yang memiliki riwayat ISR
penting dalam perilaku kesehatan seorang mempunyai dampak buruk untuk masa
perempuan khususnya kebersihan alat depannya seperti: kemandulan, kanker leher
reproduksinya saat menstruasi. Perawatan pada rahim, dan kehamilan di luar kandungan [7].
alat reproduksi sangat penting karena beresiko Beberapa cara untuk menambah
terhadap adanya infeksi [1]. informasi tentang kesehatan reproduksi remaja
Angka kejadian infeksi saluran reproduksi yaitu dengan pendidikan di sekolah, bertukar
(ISR) tertinggi di dunia adalah pada usia remaja cerita dengan teman, bercerita kepada orang
(35%-42%) dan dewasa remaja (27%-33%). tua, serta melalui bahan bacaan untuk
Prevalensi ISR pada remaja di dunia tahun 2006 membantu seseorang dalam menambah
yaitu: kandidiasis (25%-50%), vaginosis bekterial informasi. Penggunaan buku dalam proses
(20%-40%), dan trikomoniasis (5%-15%). terapeutik dan supportif disebut biblioterapi [8].
Diantara negara-negara di Asia Tenggara, wanita Oleh karena itu, biblioterapi menjadi salah satu
Indonesia lebih rentan mengalami ISR yang solusi efektif untuk menyampaikan health
dipicu iklim Indonesia yang panas dan lembab education pada remaja perempuan.
[2]. Jumlah kasus ISR di Jawa Timur seperti Metode biblioterapi dapat digunakan
kandidiasis dan servisitis yang terjadi pada untuk membentuk konsep diri yang positif,
remaja putri sebanyak 86,5% ditemukan di memotifasi remaja, serta melihat berbagai
Surabaya dan Malang. Penyebab tertinggi dari pilihan dalam menyelesaikan masalah [9].
kasus tersebut adalah jamur candida albican Cerita dalam biblioterapi dapat memberikan
sebanyak 77% yang berkembangbiak dengan dampak efektif karena biblioterapi memiliki isi
kelembapan tinggi seperti pada saat menstruasi cerita yang spesifik, sesuai dengan tingkat
[3]. karakteristik subyek, memiliki kandungan nilai
Menurut Dinas Kesehatan menyatakan belajar yang tinggi sehingga mampu menjadi
bahwa pada Bulan Januari hingga Maret tercatat salah satu bentuk intervensi yang memiliki
masalah kesehatan reproduksi remaja di Jember kekuatan mengubah.
yang terbanyak adalah gangguan menstruasi
yaitu 70,1% dengan jumlah 128 kasus [4].
Berdasarkan studi pendahuluan yang telah Metode Penelitian
peneliti lakukan di SMP Negeri 2 Mayang Desain penelitian adalah penelitian
didapatkan bahwa 8 dari 10 responden quasi eksperimental dengan rancangan
mengatakan tidak tahu cara menjaga kebersihan nonequivalent control group design. Populasi
saat menstruasi, 6 diantaranya merasa nyeri pada penelitian ini adalah seluruh siswi
saat menstruasi dan tidak tahu cara perempuan kelas VII di SMPN 2 Mayang
menanganinya, 4 diantaranya pernah mengalami Kabupaten Jember. Teknik sampling
keputihan dan terasa gatal di genetalia luar, 8 menggunakan cluster sampling dengan jumlah
diantara mereka tidak tahu frekuensi penggantian sampel penelitian sebanyak 30 siswa. Analisis
pembalut yang benar, hal tersebut disebabkan yang digunakan yaitu uji Mann Whitney.
karena sedikitnya informasi ataupun pelajaran Pengambilan data dalam penelitian ini
disekolah tentang hygiene menstruasi. dilaksanakan di SMPN 2 Mayang Kabupaten
Hasil penelitian Ariyani tentang aspek Jember pada tanggal 12 Desember 2015
biopsikososial hygiene menstruasi siswi SMP di selama 90 menit. Data penelitian diambil
Jakarta tahun 2009 bahwa remaja putri yang menggunakan kuesioner dengan cara
memiliki perilaku menjaga kebersihan genetalia mengumpulkan perwakilan kelas sebanyak 6
saat menstruasi yang baik hanya 17,4% [5]. Hal siswi per kelas dengan jumlah total 30 siswi.
tersebut bisa terjadi karena tingkat pengetahuan Pengisian kuesioner dilakukan didampingi
yang kurang yang disebabkan oleh beberapa hal peneliti dengan memperhatikan etika
diantaranya, yaitu penyampaian informasi yang penelitian, meliputi prinsip manfaat, prinsip
kurang tepat atau kurang lengkap, sumber menghargai hak asasi manusia dan prinsip
informasi yang salah, dan penyampaian informasi keadilan.
yang berlebihan sehingga menimbulkan sikap
diskriminan dikalangan remaja tentang
menstruasi [6].

e-Jurnal Pustaka Kesehatan, vol.4 (no.2), Mei, 2016 301


Hidayah, et al, Pengaruh Metode Biblioterapi terhadap Pengetahuan Remaja ...

Hasil Penelitian kelompok intervensi sebagian besar


Hasil penelitian ditampilkan dalam bentuk pendidikannya SD yaitu 66.7%, dan sebagian
narasi dan tabel. Data hasil penelitian dibedakan kecil pendidikannya SMP yaitu 33.3%, pada
menjadi dua, yaitu data umum dan data khusus. kelompok kontrol sebagian besar
Data umum berisi tentang hasil analisis univariat berpendidikan SD 53.3% dan sebagian kecil
dari karakteristik siswa yaitu usia, usia menarche, pendidikan SMA 20%. Distribusi pekerjaan ibu
pendidikan ibu, dan pekerjaan ibu. Data khusus pada kelompok Intervensi sebagian besar IRT
tediri dari variabel penelitian yaitu pengetahuan yaitu 60% dan sebagian kecil sebagi petani
remaja sebelum diberikan metode biblioterapi, (6.7%) sedangkan pada kelompok kontrol
pengetahuan remaja setelah diberikan metode sebagian besar sebagai IRT (93.3%) dan
biblioterapi, perbedaan pengetahuan antara sebagian kecil sebagai wiraswasta (6.7%).
kelompok intervensi dan kelompok kontrol.
Pengetahuan Remaja
Tabel 2. Distribusi frekuensi pengetahuan siswa
Karakteristik Remaja sebelum diberikan metode biblioterapi di
Tabel 1. Distribusi frekuensi karakteristik siswa di SMP Negeri 2 Mayang (n=30)
Pengetahuan Kelompok Kelompok
SMP Negeri 2 Mayang Kabupaten
Tentang Hygiene Intervensi Kontrol
Jember (n=30) Menstruasi f (%) f (%)
a. Kurang 5 33.3 1 6.7
Karakteristik Siswa Kelompok Kelompok
Intervensi Kontrol b. Cukup 9 60.0 14 93.3
c.Baik 1 6.7 - -
f (%) f (%)
Jumlah 15 100.0 15 100
Usia Siswa
a. 12th 7 46.7 4 26.7 Tabel 2 menunjukkan bahwa
b. 13th 8 53.3 11 73.3 pengetahuan 15 siswa kelompok intervensi
Total 15 100.0 15 100.0 tentang hygiene menstruasi pada siswa SMP
Usia Menstruasi Negeri 2 Mayang Kabupaten Jember sebelum
Pertama diberikan metode biblioterapi tentang hygiene
a. Belum Menstruasi 4 26.7 3 20.0 menstruasi sebagian besar memiliki
b. 11th 4 26.7 2 13.3 pengetahuan cukup yaitu 9 siswa (60%) dan
c. 12th 6 40.0 9 60.0 sebagian kecil pengetahuan baik yaitu 1 siswa
d. 13th 1 6.7 1 6.7
(6.7%), pengetahuan 15 siswa kelompok
Total 15 100.0 15 100.0
kontrol tentang hygiene menstruasi sebagian
Pendidikan Ibu
a. SD 10 66.7 8 53.3 besar berpengetahuan cukup 14 siswa yaitu
b. SMP 5 33.3 4 26.7 93.3% dan berpengetahuan kurang 1 siswa
c. SMA - - 3 20.0 (6.7%)
Total 15 100.0 15 100.0
Pekerjaan Ibu Tabel 3. Distribusi Frekuensi Pengetahuan
a. IRT 9 60.0 14 93.3 siswa setelah diberikan metode
b. Wiraswasta 2 13.3 - - biblioterapi di SMP Negeri 2 Mayang
c. Buruh 3 20.0 1 6.7 (n=30)
d. Petani 1 6.7 - - Pengeahuan Kelompok Kelompok
Total 15 100.0 15 100.0 Tentang Hygiene Intervensi Kontrol
Menstruasi f (%) f (%)
a. Kurang - - - -
Berdasarkan tabel distribusi usia pada b. Cukup 3 20.0 15 100.0
penelitian ini sebagian besar berusia 13 tahun c. Baik 12 80.0 - -
yaitu 53,3% dari kelompok intervensi dan Jumlah 15 100.0 15 100.0
kelompok kontrol 73,3%. Distribusi usia Tabel 3. menunjukkan bahwa
menstruasi pertama pada kelompok intervensi pengetahuan tentang hygiene menstruasi 30
yaitu sebagian besar pada usia 12 tahun dengan siswa (kelompok intervensi dan kelompok
persentase 40% dan yang belum mengalami kontrol) di SMP Negeri 2 Mayang Kabupaten
menstruasi 26,7%, sedangkan pada kelompok Jember setelah diberikan metode biblioterapi
kontrol sebagian besar juga mengalami pada kelompok intervensi sebagian besar
menstruasi pertama pada usia 12 tahun dengan pengetahuannya meningkat baik yaitu
persentase 60% dan belum mengalami sebanyak 80% dan sisanya berpengetahuan
menstruasi 20%. Distribusi pendidikan ibu pada cukup, hasil post test pada kelompok kontrol

e-Jurnal Pustaka Kesehatan, vol.4 (no.2), Mei, 2016 302


Hidayah, et al, Pengaruh Metode Biblioterapi terhadap Pengetahuan Remaja ...

yang tidak diberikan metode biblioterapi tentang Pembahasan


hygiene menstruasi seluruhnya berpengetahuan Karakteristik Siswa SMP Negeri 2 Mayang
cukup. Kabupaten Jember
Berdasarkan tabel karakteristik usia
Tabel 4. Hasil Uji Wilcoxon Signed Rank Test siswa menyatakan bahwa pada pada kelompok
variabel pengetahuan tentang hygiene intervensi sebagian besar berusia 13 tahun
menstruasi (n:30) yaitu sebanyak 8 siswa dan 7 siswa berusia 12
Metode Pengetahuan Siswa Total p tahun, pada kelompok kontrol sebagian besar
Bibliotera Tentang Hygiene valu berusia 13 tahun yaitu sebanyak 11 siswa dan
pi Menstruasi e yang berusia 12 tahun 4 siswa. Usia 10 -14
tentang Kurang Cukup Baik tahun merupakan remaja tahap awal, pada
Hygiene f (%) f (%) f (%) n (%) 0.001 masa ini remaja mulai berpikir konkret [10].
Menstrua
si
Pada masa remaja terjadi perubahan fisik dan
Kelompok perkembangan psikologis pada remaja yang
Intervensi meliputi perkembangan psikososial, emosi, dan
Pretest 5 33. 9 60. 1 6.7 1 10 perkembangan kecerdasan [11]. Tahapan
3 0 5 0.0 perkembangan kognitif menurut Piaget pada
Posttest - - 3 20. 1 80. 1 10 usia 11 tahun hingga dewasa merupakan
0 2 0 5 0.0 operasi mental tingkat tinggi dan remaja sudah
Kelompok 0.317 dapat berhubungan dengan peristiwa hipotesis
Kontrol atau abstrak [12]. Usia merupakan salah satu
Pretest 1 6.7 1 93. - - 1 10 faktor yang mempengaruhi praktik hygiene
4 3 5 0.0 menstruasi dan remaja memiliki peran penting
Posttest - - 1 10 - - 1 10
dan berpartisipasi dalam kesehatan yang
5 0.0 5 0.0
berkaitan dengan perawatan diri khususnya
pada kesehatan reproduksi.
Tabel 5. Hasil Uji Mann Whitney variabel Berdasarkan tabel karakteristik usia
pengetahuan tentang hygiene menstruasi pertama sebagian besar mereka
menstruasi (n:30) mengalami menstruasi pada usia 12 tahun
Metode Pengetahuan Siswa Tentang Total p yakni 6 siswa pada kelompok intervensi 9
Bibliote Hygiene Menstruasi valu
siswa pada kelompok kontrol dan ada yang
rapi Kuran Cukup Baik e
tentang hingga saat ini belum mengalami menstruasi
g yaitu 4 siswa dikelompok intervensi dan 3
Hygien f % f % f % n % 0,00
e siswa dikelompok kontrol. Menstruasi pertama
0
Menstr biasanya terjadi pada rentang usia 10 sampai
uasi 16 tahun atau pada masa awal remaja
Kelompo ditengah usia pubertas sebelum memasuki
k masa reproduksi [13]. Pengalaman menstruasi
Interve merupakan salah satu faktor yang
nsi
mempengaruhi pengetahuan, penyebab
Pretest 5 33. 9 60 1 6. 15 10
seseorang berperilaku salah satunya
3 7 0
Posttest - - 3 20 12 80 15 10 disebabkan karena adanya pemikiran dan
0 perasaan dalam diri seseorang yang terbentuk
Kelompo dari pengetahuan yang dapat diperoleh dari
k pengalaman pribadi seperti pengalaman saat
Kontrol menstruasi.
Pretest 1 6.7 1 93 - - 15 10 Berdasarkan tabel karakteristik
4 .3 0 pendidikan ibu dan pekerjaan ibu didapatkan
Postte - - 1 10 - - 15 10 sebagian besar pendidikan SD dan sebagian
st 5 0 0 besar pekerjaan sebagai ibu rumah tangga.
Pendidikan dan pekerjaan ibu juga
mempengaruhi tingkat pengetahuan siswa
yakni faktor lingkungan, lingkungan disebut
juga sebagai sumber-sumber belajar karena
dengan lingkungan tersebut memungkinkan
kita berubah dari tidak tahu menjadi tahu, dari

e-Jurnal Pustaka Kesehatan, vol.4 (no.2), Mei, 2016 303


Hidayah, et al, Pengaruh Metode Biblioterapi terhadap Pengetahuan Remaja ...

tidak mengerti menjadi mengerti [14]. Salah satu Pengetahuan Remaja Tentang Hygiene
faktor yang mempengaruhi praktik hygiene Menstruasi Setelah Diberikan Metode
menstruasi yaitu sumber informasi, Ibu atau Biblioterapi Pada Kelompok Intervensi dan
orang tua merupakan sumber informasi yang Kelompok Kontrol
dapat memberikan pengaruh terhadap perilaku Pendidikan kesehatan merupakan suatu
hygiene menstruasi masing-masing individu. kegiatan dalam rangka upaya promotif dan
preventif dengan melakukan penyebaran
Pengetahuan Remaja Tentang Hygiene informasi dan meningkatkan motivasi
Menstruasi Sebelum Diberikan Metode seseorang untuk berperilaku sehat [17].
Biblioterapi Pada Kelompok Intervensi dan Pendidikan kesehatan yang telah dilakukan di
Kelompok Kontrol SMP Negeri 2 Mayang Kabupaten Jember
Menurut Bloom dalam Stanhope dan mampu meningkatkan pengetahuan siswa
Lancaster menjelaskan bahwa ranah yang tercantum pada tabel 3. Hasil yang
pengetahuan terdiri dari ranah kognitif, afektif dan didapatkan oleh peneliti yaitu 12 siswa
psikomotor [15]. Pengetahuan tentang hygiene berpengetahuan baik dan 3 siswa
menstruasi pada siswa SMP Negeri 2 Mayang berpengetahuan cukup setelah diberikan
sebelum diberikan metode biblioterapi tentang metode biblioterapi pada kelompok intervensi,
hygiene menstruasi dapat diketahui pada tabel 2 siswa yang masih berpengetahuan cukup
sebagian besar memiliki pengetahuan cukup kemungkinan kurang berkonsentrasi saat
yakni 23 siswa dan 1 siswa berpengetahuan baik diberikan metode biblioterapi atau saat
dimungkinkan karena siswa belum pernah mengerjakan kuesioner karena selain siswa
mendapatkan informasi ataupun pelajaran baru menyelesaikan ujian akhir semester,
mengenai menstruasi maupun hygiene mereka menunggu nilai hasil ujiannya serta
menstruasi. bersamaan dengan kegiatan class meeting
Usia siswa yang sebagian besar masih sehingga suasana di luar kelas ramai. Pada
berusia 13 tahun (19 siswa) yang merupakan kelompok kontrol meskipun tidak diberikan
tahap awal remaja dan mulai berpikir konkret dan metode biblioterapi terdapat satu siswa yang
abstrak, sebagian besar siswa mengalami mengalami peningkatan dari hasil pre test,
menstruasi pada usia 12 tahun yaitu 15 siswa setelah diberikan pre test kelompok kontrol di
bahkan ada beberapa siswa yang belum ajak ke ruang yang lain untuk menunggu
mengalami menstruasi hingga saat ini sehingga kelompok intervensi selesai diberi metode
pengalamannya pun juga terbatas, hasil pre test biblioterapi setelah itu baru kelompok
pada siswa yang belum mengalami menstruasi intervensi dan kelompok kontrol diberikan post
juga lebih rendah dari hasil siswa yang sudah test bersama, dari 15 siswa kelompok kontrol
mengalami menstruasi, hal ini karena dipengaruhi hanya 1 siswa yang mengalami peningkatan
oleh pengalaman siswa. Dilihat dari tingkat dari pengetahuan kurang menjadi pengetahuan
pendidikan ibu dan pekerjaan ibu siswa yaitu cukup, hal itu dimungkinkan karena siswa
sebagian besar pendidikan ibu adalah SD dan tersebut bertanya kepada temannya saat
sebagian besar pekerjaan ibu adalah ibu rumah kelompok siswa di pisahkan ke ruang yang
tangga, karena ibu merupakan salah satu sumber lain.
informasi dan pekerjaan ibu juga mempengaruhi Pengetahuan siswa yang masih cukup
pengetahuan dan pengalaman ibu sehingga akan tentang hygiene menstruasi diketahui dari
mempengaruhi juga kepada pengetahuan dan indikator yang diukur yakni tahu, paham,
perilaku remajanya. aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi.
Pengetahuan merupakan salah satu faktor Pengetahuan siswa yang masih kurang yaitu
yang dapat mempengaruhi praktik hygiene pada indikator evaluasi. Pengetahuan siswa
menstruasi, pengetahuan tentang pentingnya yang cukup dikarenakan kurangnya
hygiene dan praktiknya bagi kesehatan individu konsentrasi saat membaca bahan bacaan yang
dapat dijaga dengan baik bila seseorang memiliki diberikan oleh peneliti dan kurang
tingkat pengetahuan yang baik [16]. Faktor-faktor berkonsentrasi saat sesi diskusi, karena pada
yang mempengaruhi praktik hygiene menstruasi sesi diskusi beberapa siswa mencoba
diantaranya yaitu umur, usia menarche, menjelaskan satu per satu isi dari bahan
pengetahuan, sikap, sumber informasi, sarana bacaan yang diberikan hingga lengkap. Apabila
kebersihan dan kesehatan. saat itu siswa tidak dapat berkonsentrasi maka
informasi atau pengetahuan siswa yang
diterima pun tidak maksimal seperti teman-

e-Jurnal Pustaka Kesehatan, vol.4 (no.2), Mei, 2016 304


Hidayah, et al, Pengaruh Metode Biblioterapi terhadap Pengetahuan Remaja ...

temannya yang antusias untuk membaca dan Saran yang bisa direkomendasikan yaitu
mengutarakan pendapat saat sesi diskusi. pengetahuan siswa yang meningkat tentang
hygiene menstruasi diharapkan dapat
Pengaruh Metode Biblioterapi terhadap menerapkan hygiene menstruasi setiap harinya
Pengetahuan Remaja Tentang Hygiene untuk bisa menjadikan hygiene menstruasi
Menstruasi Pada Kelompok Intervensi dan sebagai kebiasaan dan siswa bisa menyalurkan
Kelompok Kontrol informasi manfaat menjaga hygiene menstruasi
Hasil akhir dari penelitian ini dapat kepada teman-teman dan keluarganya.
diketahui dari tabel yang menyatakan bahwa hasil
dari uji dengan menggunakan uji beda Mann Daftar Pustaka
Whitney yang menghasilkan p value (0,000), hasil
tersebut menunjukkan bahwa p value < α (0,05). [1] Ester M, Yulianti D, Parulian I. Buku ajar
Hasil tersebut menyatakan bahwa ada pengaruh fundamental keperawatan: konsep,
metode biblioterapi terhadap pengetahuan remaja proses dan praktik edisi 4. Jakarta. EGC;
tentang hygiene menstruasi. 2005.
Pengetahuan siswa kelas VII SMP Negeri [2] Puspitaningrum D. Praktik perawatan
2 Mayang sebelum diberikan metode biblioterapi organ genetalia eksternal pada anak
tentang hygiene menstruasi pada kelompok usia 10-11 tahun yang mengalami
intervensi sebagian besar memiliki pengetahuan menarche dini di SD Kota Semarang.
cukup sebanyak 9 siswa, berpengetahuan kurang Jurnal Kebidanan Universitas
5 siswa, dan 1 siswa berpengetahuan baik. Muhammadiyah Semarang; 2010.
Pengetahuan siswa SMP Negeri 2 Mayang [3] Kasdu D. Solusi problem wanita
kelompok intervensi sesudah diberikan metode dewasa. Jakarta. Puspa Sehat; 2008.
biblioterapi sebagian besar berpengetahuan baik [4] Rizka I. Pengaruh peer education
yakni sebanyak 12 siswa dan yang terhadap sikap manajeman higiene
berpengetahuan cukup 3 siswa. Kelompok kontrol menstruasi pada santriwati remaja di
karena tidak mendapatkan metode biblioterapi Pondok Pesantren Al-Qodiri. Jember;
sehingga pengetahuan seluruhnya adalah cukup. 2013.
Biblioterapi merupakan suatu upaya [5] Kissanti. Buku pintar wanita; kesehatan
mengatasi masalah melalui media buku. dan kecantikan. Jakarta. Araska Printika;
Penggunaan terapi pustaka sebagai salah satu 2008.
alternatif terapi dalam menangani berbagai [6] Sarwono S. Sosiologi kesehatan,
permasalahan pada remaja perlu beberapa konsep beserta aplikasinya.
dipertimbangkan [18]. Hal ini disebabkan karena Yogyakarta. Gajah Mada University
biblioterapi dapat merangsang remaja untuk Press; 2006.
berfikir, mudah, murah, dan dapat dilakukan [7] Rahayu, Aminoto, Madkhan. Efektivitas
kapan saja serta melibatkan kemandirian dan penyuluhan peer group dengan
partisipasi remaja sendiri secara penuh sehingga penyuluhan oleh petugas kesehatan
efektivitas hasilnya cukup baik [19]. Metode terhadap tingkat pengetahuan tentang
biblioterapi sangat efektif diberikan pada usia menarche. Jurnal Ilmiah Kesehatan
remaja khususnya bagi remaja yang sulit untuk Keperawatan; 2011.
mengungkapkan masalahnya secara verbal [8] Donna LW, dkk. Buku ajar keperawatan
kepada orang lain karena takut ataupun malu, pediatrik edisi 4. Jakarta. EGC; 2003.
selain caranya yang mudah untuk dilakukan, [9] Roselina A Shukry. Bibliotherapy atool
metode ini juga murah dan bisa dilakukan kapan for primary prevention program with
saja. children and adolescents. Jurnal
Antidadah Malaysia; 2006.
[10] Bobak, Lowdermilk, Jensen. Buku ajar
Simpulan dan Saran keperawatan maternitas. Jakarta. EGC;
Berdasarkan penelitian ini terdapat 2005.
pengaruh metode biblioterapi terhadap [11] Diyan dan Asmuji. Buku ajar
pengetahuan remaja tentang hygiene menstruasi keperawatan: upaya promotif dan
di SMP Negeri 2 Mayang. Hal tersebut didukung preventif dalam menurunkan angka
dengan hasil uji statistik yaitu diperoleh nilai p kematian ibu dan bayi. Yogyakarta. Ar-
value = 0,000, maka p value < α < 0,05. Ruzz Media; 2014.

e-Jurnal Pustaka Kesehatan, vol.4 (no.2), Mei, 2016 305


Hidayah, et al, Pengaruh Metode Biblioterapi terhadap Pengetahuan Remaja ...

[12] Yusuf, Syamsu. Psikologi perkembangan dengan pemahaman mengenai


anak dan remaja. Bandung: PT.Remaja menstruasi pada remaja putri.
Rosdakarya; 2014. Semarang; 2005.
[13] Icemi dan Wahyu. Buku ajar keperawatan [17] Faisalado Candra W. Keperawatan
maternitas. Yogyakarta: Nuha Medika; komunitas dengan pendekatan praktis.
2013. Yogyakarta: Nuha Medika; 2014.
[14] Meliono, dkk. Pengetahuan dalam MPKT [18] Setyoadi dan Kushariyadi, Terapi
modul 1. Jakarta. Lembaga Penerbitan modalitas keperawatan pada klien
FEUI; 2007. psikogeriatrik. Jakarta. Salemba Medika;
[15] Stanhope M and Lancaster J. Foundations 2011.
of Nursing in the Community. USA: Mosby,
Inc; 2006.
[16] Yosefina. Hubungan pengetahuan, sikap
dan sumber informasi tentang menstruasi

e-Jurnal Pustaka Kesehatan, vol.4 (no.2), Mei, 2016 306