Sie sind auf Seite 1von 25

CHOLESTASIS

KELOMPOK 1
DR. TRY S RAHANTAN, DRG. DANI GINANJAR
CHOLESTASIS (CHOLE: BILE, STASIS: INACTIVITY)
• Definisi : gangguan aliran cairan empedu dari liver ke duodenum
• Sebab :
• Intrahepatik
• Ekstrahepatik
• Klinis :
• Akumulasi zat-zat yang harusnya diekskresi (bilirubin, garam &
asam empedu, kolesterol) dalam darah dan jaringan
• Fatigue, pruritus, jaundice
• Kronik :
• > 6 bulan
KOLESTASIS INTRAHEPATIK
1. Hepatoselular
• Sepsis
• Hepatitis virus
• Steatohepatitis alkohol & non-alkohol
• Obat
• Genetik: benign recurrent intrahepatic
cholestasis, defisiensi gen ABCB4
• Infiltrasi (amyloidosis, metastasis)
• Sindrom paraneoplastic
• Fibrosis hepatic kongenital
• Hiperplasia regeneratif nodular
• Vaskular: sindrom Budd-Chiari
• Sirosis hati
KOLESTASIS INTRAHEPATIK
2. Kolangioselular
• Sirosis bilier primer
• Kolangitis sklerosa primer
• Kolangitis terkait IgG4
• Duktopenia idiopatik
• Malformasi duktus (sindrom Caroli)
• Fibrosis kistik
• Kolangiopati imbas obat
• Graft vs host disease
• Kolangitis sklerosa sekunder:
kolangiolitiasis, kolangiopati iskemik,
kolangitis infeksius - AIDS
KOLESTASIS EKSTRAHEPATIK
1. Tumor
• Cholangiocarcinoma, pancreatic Ca,
periampullary Ca, metastasis
2. Infeksi
• CMV, HIV AIDS kolangiopati, infeksi
parasite Ascaris
3. Kolangiopati
• Choledocholithiasis, atresia bilier,
kolangitis sklerosis primer, disfungsi
spinkter Oddi
4. Pankreatitis
gallbladder, cystic duct, common
hepatic duct, common bile duct
PATOGENESIS
• 1. Gangguan transport (Na, K)
• 2. Berkurangnya transport intraseluler yang diakibatkan oleh perubahan
keseimbangan kalsium atau kelainan mikrotubulus akibat toksin atau
penggunaan obat
• 3. Sekresi asam empedu primer yang berkurang atau terbentuknya asam
empedu atipik di kanalikulus yang berpotensi untuk mengakibatkan
kolestasis dan kerusakan sel hati.
• 4. Meningkatnya permeabilitas jalur paraselular sehingga terjadi
regurgitasi bahan empedu akibat lesi pada tight junction
• 5. Ganggguan pada saluran biliaris intrahepatik
Primary biliary cirrhosis (PBC)
Primary sclerosing cholangitis (PSC)
MANIFESTASI KLINIS
• Anamnesis : riwayat kuning, demam menggigil, nyeri abdomen kuadran
atas, riwayat penyakit ekstrahepatik, riwayat operasi, riwayat obat
• Pemeriksaan Fisik:
1. Jaundice (bilirubin >2.5 mg/dL)
2. Pruritus (↑ asam empedu pada plasma) – intrahepatik
3. Xanthoma (hyperlipidemia, gangguan ekskresi kolesterol)
4. Pale stool, dark urine – obstruktif
5. Hepatomegali, splenomegali, gagal tumbuh, wajah dismorfik
6. Hipoglikemia, hipopituitarisme, perdarahan, hiperkolesterolemia
PEMERIKSAAN PENUNJANG
o Asymptomatic  serum alkaline phosphatase (AP) dan γ-
glutamyltranspeptidase (γGT)
o Cut-off level : AP ↑ 1,5x dan γGT ↑ 3x
o Advanced  conjugated hyperbilirubinemia
o Bilirubin indirek ↑ : intrahepatik
o Bilirubin indirek ↑ : ekstrahepatik
o Alkaline phosphatase (AP)  ada pada epitel duktus bilier, apabila ada
obstruksi maka akan ↑ karena ↑ sintesis dan pelepasan ke serum
o γ-glutamyltranspeptidase (γGT)  enzim pada hepatosit yang
dikeluarkan dari epitel duktus bilier, apabila ↑ : ada penyakit hepatobilier
Chronic cholecystitis Acute cholecystitis Choledocholithiasis Cholangitis

Clinical Poorly localized pain Severe RUG pain Intermittent Rigors


Remits spontaneously Severe tenderness jaundice RUQ pain
in hours Pyrexia Intermittent colic Pyrexia
Local tenderness
Apyrexial

Lab Normal Leukocytosis ↑ AP & bilirubin ↑ AP &


Mild AP ↑ bilirubin

Diagnostic USG USG ERCP ERCP


Oral USG USG
cholecystography
ALGORITMA DIAGNOSIS
TATALAKSANA
1. Medikamentosa  ursodeoxycholic acid (UDCA) 13-15 mg/kg/hari
untuk sirosis bilier primer

2. Surgikal  atresia bilier dengan operasi Kasai, kolangitis sklerosis


primer  transplantasi liver

3. Drug-induced  hentikan obat

4. Suportif  pruritus: kolestiramin (0,25-0,5 g/kgBB/hari), opiate


antagonist (naltrexone); substitusi vitamin A,D,E,K
PROGNOSIS

o Tergantung dari jenis kolestasis


o Prediktor prognosis buruk : ikterus hebat > 6 bulan, tinja
dempul, riwayat penyakit dalam keluarga, hepatomegali
persisten, inflamasi hebat pada biopsi hati
REFERENSI
• EASL Clinical Practice Guidelines: Management of cholestatic liver diseases. J
Hepatol 2009;51:237-267
• Hisrchfield GM, Heathcote EJ, Gershwin ME. Pathogenesis of Cholestatic Liver
Disease and Therapeutic Approaches. Gastroenterology 2010;139:1481-1496
• Brunicardi FC, et al. Schwartz’s Principles of Surgery. 10th ed. New York: McGraw-Hill
Education. 2015
• Karlsen TH, Vesterhus M, Boberg KM. Review article: controversies in the
management of primary biliary cirrhosis and primary sclerosing cholangitis. Aliment
Pharmacol Ther 2014;39:282-301
• Suzanna Ndraha : Kolestasis Intrahepatik. J Gastroenterohepatologi 2013; 40 (8) :
567-571